Pria yang Sedang Bermasalah Secara Emosional Namun Takut Menjadi Rentan Biasanya Akan Melakukan 7 Hal Ini
Ilustrasi pria yang sedang bermasalah secara emosional (freepik)
12:08
26 Februari 2025

Pria yang Sedang Bermasalah Secara Emosional Namun Takut Menjadi Rentan Biasanya Akan Melakukan 7 Hal Ini

pria.

Ketika emosi menjadi berat, banyak pria tidak membicarakannya. Sebaliknya, mereka memendamnya, mengalihkan perhatian, atau bersikap seolah tidak terjadi apa-apa. Bukan karena mereka tidak merasakannya secara mendalam.

Tetapi karena mereka telah diajari untuk menangani segala sesuatunya sendiri. Sebenarnya, menghindari kerentanan tidak membuat perjuangan menghilang. Itu hanya mendorongnya lebih jauh ke bawah permukaan, di mana ia bertahan dan berkembang.

Jika Anda pernah bertanya-tanya mengapa pria dalam hidup Anda tampak jauh, mudah tersinggung, atau tampak baik-baik saja padahal tidak, emosional tetapi takut menjadi rentan.

1. Mereka mengalihkan perhatian mereka dengan pekerjaan, hobi, atau layar

Ketika emosi menjadi tak tertahankan, banyak pria berusaha melakukan sesuatu, apa saja, agar tidak menghadapi apa yang mereka rasakan. Pekerjaan menjadi pelarian. Hobi berubah menjadi obsesi. Jam-jam berlalu dengan game, TV, atau menggulir layar ponsel.

Bukan berarti kegiatan-kegiatan ini buruk. Malah, kegiatan-kegiatan ini bisa menjadi sarana penyaluran emosi yang sehat. Namun, jika kegiatan-kegiatan ini digunakan untuk menghindari emosi alih-alih mengolahnya, masalah sebenarnya tidak pernah teratasi.

Pikiran tetap sibuk, tetapi emosi tetap tertahan. Dan seiring waktu, stres yang terpendam itu punya cara untuk keluar, biasanya dengan cara yang tidak terduga.

2. Mereka bercanda untuk menghindari percakapan serius

Banyak pria melakukan hal ini tanpa menyadarinya. Mereka menganggap semua hal sebagai lelucon, bukan karena mereka tidak peduli, tetapi karena menghadapi emosi mereka secara langsung terasa terlalu rentan.

3. Mereka mudah tersinggung karena hal-hal kecil

Ketika pria menekan emosinya, emosi tersebut tidak hilang begitu saja, emosi tersebut menumpuk. Dan karena mereka tidak mau mengungkapkan apa yang sebenarnya mengganggu mereka, tekanan tersebut menemukan jalan keluar lain. Tiba-tiba, mereka marah karena ketidaknyamanan terkecil.

Mereka frustrasi dan gelisah, tetapi jika Anda bertanya apa yang salah, mereka mungkin akan berkata "tidak ada apa-apa." Karena mengakui bahwa mereka kewalahan, itu berarti bersikap rentan, dan bagi banyak pria, itu terasa lebih sulit daripada sekadar menahan amarah.

4. Mereka menarik diri dari orang-orang yang peduli pada mereka

Ketika pria berjuang tetapi takut untuk terbuka, salah satu hal pertama yang mereka lakukan adalah menarik diri. Mereka membatalkan rencana, berhenti menanggapi pesan, menghabiskan lebih banyak waktu sendirian, dengan alasan mereka hanya sibuk atau lelah.

Bukan berarti mereka tidak menginginkan dukungan, tetapi mereka tidak tahu bagaimana cara memintanya. Ketakutan dianggap lemah atau menjadi beban membuat mereka diam, jadi mereka lebih memilih untuk menyendiri.

5. Mereka membuat diri mereka mati rasa dengan kebiasaan yang tidak sehat

Ketika emosi menjadi terlalu sulit untuk ditangani, beberapa pria mencari cara untuk mematikannya sepenuhnya. Minum lebih banyak dari biasanya, makan berlebihan, begadang menonton TV, menggulir ponsel tanpa henti, bahkan berolahraga berlebihan.

Masalahnya bukan pada kebiasaan itu sendiri, tetapi pada alasan di baliknya. Penelitian telah menunjukkan bahwa pria lebih cenderung menggunakan zat atau perilaku destruktif daripada wanita sebagai cara untuk mengatasi rasa sakit emosional.

Bukan karena mereka tidak merasakannya secara mendalam, tetapi karena mereka telah dikondisikan untuk menekannya. Masalahnya, membius tidak menyembuhkan apa pun, itu hanya menunda hal yang tak terelakkan.

6. Mereka meyakinkan diri mereka sendiri bahwa mereka harus mengatasinya sendiri

Banyak pria tumbuh dengan keyakinan bahwa berjuang dalam diam adalah bagian dari menjadi kuat. Bahwa pria sejati tidak meminta bantuan. Bahwa apa pun yang mereka alami, mereka harus mampu menyelesaikannya sendiri.

Jadi mereka menanggung beban itu sendiri, bahkan saat beban itu terasa berat. Bahkan saat mereka kelelahan. Bahkan saat mereka tidak perlu melakukannya. Namun, tidak ada seorang pun yang ditakdirkan untuk menjalani hidup sendirian.

Membutuhkan dukungan tidak membuat seseorang menjadi lemah, itu membuat mereka menjadi manusia. Dan orang-orang yang benar-benar peduli, mereka tidak melihatnya sebagai beban. Mereka hanya ingin berada di sana.

7. Mereka berpura-pura baik-baik saja padahal sebenarnya tidak

Saat Anda menanyakan kabar mereka, mereka mungkin akan menjawab, "Saya baik-baik saja." Mungkin mereka bahkan akan tersenyum. Namun jika Anda perhatikan lebih dekat, Anda akan melihatnya, kelelahan di mata mereka, suara mereka yang tidak lagi berenergi seperti biasanya, sedikit keraguan sebelum mereka menjawab.

Mereka sudah terbiasa memendam semuanya sehingga berpura-pura terasa lebih mudah daripada mengakui kebenaran. Lebih mudah daripada mengatakan, "Saya sedang berjuang." Lebih mudah daripada meminta bantuan.

  ***  

Editor: Novia Tri Astuti

Tag:  #pria #yang #sedang #bermasalah #secara #emosional #namun #takut #menjadi #rentan #biasanya #akan #melakukan

KOMENTAR