Gaya Hidup Vegan Makin Populer di Indonesia, Pakar Ungkap Alasannya
Pengunjung sedang berdiskusi di both Vega Land, Vegan Festival 2025 yang digelar di Exhibition Hall Grand City Surabaya pada 20-23 Februari 2025.(KOMPAS.com/SUCI RAHAYU)
10:25
22 Februari 2025

Gaya Hidup Vegan Makin Populer di Indonesia, Pakar Ungkap Alasannya

 

- Dalam beberapa dekade terakhir, gaya hidup vegan terus berkembang.

Tidak hanya sebagai pilihan pola makan, tetapi juga sebagai gerakan yang berdampak besar bagi kesehatan dan lingkungan.

Seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat, jumlah praktisi vegan dan vegetarian di Indonesia terus bertambah pesat.

Presiden World Vegan Organization (WVO), Dr. Susianto, MKM, menuturkan bahwa pertumbuhan jumlah rumah makan berbasis nabati di Indonesia menjadi salah satu indikator pesatnya perkembangan gaya hidup ini.

"Pada tahun 1998, hanya ada sekitar 50 rumah makan vegetarian di Indonesia. Namun, pada 2017 jumlahnya meningkat menjadi 2.000 dan kini mencapai 3.000 lebih," kata Susiantio di Vegan Festival 2025 di Exhibition Hall Grand City Surabaya, Jumat (21/2).

"Jika vegetarian tidak meningkat, maka indikator tadi akan menurun, tempat makan akan tutup. Tapi yang terjadi justru sebaliknya, jumlahnya terus bertambah," imbuhnya.

Tak hanya dari sisi jumlah tempat makan, pertumbuhan komunitas vegan dan vegetarian di Indonesia juga menunjukkan tren positif.

"Pada 2018, anggota organisasi kami hanya sekitar 5.000 orang, lalu meningkat menjadi 60.000, dan kini mencapai 200.000 anggota," kata pria yang berprofesi sebagai pakar gizi dan penulis buku The Miracle Of Vegan ini.

Menurutnya, hal itu menunjukkan bahwa semakin banyak masyarakat yang menjalani pola makan berbasis nabati.

Berdasarkan survei kecil yang ia lakukan, ada sekitar 3 juta masyarakat Indonesia yang telah beralih menjadi vegan atau vegetarian.

Secara global, tren ini juga terus meningkat. Saat ini, sekitar 10% penduduk dunia telah mengadopsi pola makan vegan atau vegetarian.

Dengan jumlah penduduk dunia mencapai lebih dari 7 miliar, berarti sekitar 700 juta orang telah memilih pola makan berbasis nabati.

Lebih lanjut Susianto menjelaskan, di Indonesia ada beberapa daerah yang berkontribusi besar terhadap perkembangan veganisme.

"Jakarta masih menjadi daerah dengan jumlah praktisi vegan terbanyak, disusul oleh Jawa Timur, Sumatra Utara, Riau, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, dan Bali. Kalau Jakarta sekitar 10% dari total praktisi di Indonesia, saya kira Jawa Timur sudah mencapai sekitar 5%," ungkap Susianto.

Alasan Menerapkan Pola Makan Vegan dan Vegetarian

Ada berbagai alasan seseorang beralih ke pola makan vegan atau vegetarian. Umumnya, pada anak-anak muda, alasannya karena faktor lingkungan dan etika.

Sementara mereka yang sudah setengah baya atau lanjut usia, cenderung memilih pola makan ini untuk kesehatan.

"Karena banyak penelitian menunjukkan, bahwa pola makan berbasis nabati dapat mengurangi risiko penyakit degeneratif seperti diabetes, stroke, dan penyakit jantung koroner," jelasnya.

Dua orang pengunjung sedang mencicipi makanan yang dijual saat Vegan Festival 2025 yang digelar di Exhibition Hall Grand City Surabaya pada 20-23 Februari 2025.KOMPAS.com/SUCI RAHAYU Dua orang pengunjung sedang mencicipi makanan yang dijual saat Vegan Festival 2025 yang digelar di Exhibition Hall Grand City Surabaya pada 20-23 Februari 2025.

Sementara kolesterol tinggi, menurutnya bukanlah penyakit, melainkan faktor risiko yang dapat memicu stroke atau penyakit jantung.

Dalam berbagai referensi medis, veganisme terbukti lebih efektif dalam menurunkan risiko penyakit tersebut.

"Vegetarian tidak mengonsumsi daging tetapi masih mengonsumsi telur dan susu, sementara vegan hanya mengonsumsi makanan nabati. Oleh karena itu, pola makan vegan lebih optimal dalam mencegah risiko penyakit metabolisme dibandingkan vegetarian," papar Susianto.

Untuk mengedukasi masyarakat mengenai pola hidup vegan, Vegan Festival 2025 kembali digelar di Exhibition Hall Grand City Surabaya pada 20-23 Februari 2025.

Mengusung tema "Vegan Olympic," festival ini tidak hanya menghadirkan kuliner berbasis nabati, tetapi juga memadukan olahraga dan seni budaya guna memperkuat pesan gaya hidup sehat dan berkelanjutan.

Acara ini berada di bawah naungan organisasi non-profit Indonesia Vegetarian Society (IVS), Vegan Society of Indonesia (VSI), dan World Vegan Organization (WVO).

Editor: Suci Rahayu

Tag:  #gaya #hidup #vegan #makin #populer #indonesia #pakar #ungkap #alasannya

KOMENTAR