Orang yang Tampaknya Tidak Pernah Bisa Membuat Kebiasaan Baik Melekat, Biasanya Menampilkan 8 Perilaku Ini Menurut Psikologi
ilustrasi seseorang yang tidak bisa membuat kebiasaan baik/ Sumber foto: Freepik
18:30
9 September 2024

Orang yang Tampaknya Tidak Pernah Bisa Membuat Kebiasaan Baik Melekat, Biasanya Menampilkan 8 Perilaku Ini Menurut Psikologi

- Membangun kebiasaan baik adalah salah satu kunci untuk mencapai kehidupan yang lebih produktif dan seimbang.

Namun, bagi sebagian orang, kebiasaan baik tampaknya sulit untuk dipertahankan.

Meski memiliki niat yang kuat dan memulai dengan semangat, kebiasaan positif seperti berolahraga secara teratur, makan sehat, atau mengelola waktu sering kali berantakan di tengah jalan.

Orang-orang yang mengalami kesulitan mempertahankan kebiasaan baik ini biasanya menunjukkan pola perilaku tertentu yang memengaruhi ketidakmampuan mereka untuk berhasil.

Dilansir dari Hack Spirit pada Senin (9/9), terdapat delapan perilaku yang hampir selalu terlihat pada orang yang kesulitan membuat kebiasaan baik melekat.

1. Mudah Terpengaruh oleh Lingkungan Negatif

Orang yang tidak bisa membuat kebiasaan baik bertahan biasanya sangat dipengaruhi oleh lingkungan mereka.

Jika mereka dikelilingi oleh orang-orang yang cenderung malas, pesimis, atau kurang mendukung, mereka pun akan kesulitan mempertahankan kebiasaan positif.

Lingkungan sosial memiliki pengaruh besar terhadap kebiasaan seseorang, dan mereka yang gagal sering kali tidak mampu menyingkirkan pengaruh negatif ini atau mencari dukungan dari orang-orang yang lebih positif.

Lingkungan negatif juga bisa datang dari aspek lain, seperti tempat tinggal yang berantakan atau pekerjaan yang terlalu menekan.

Semua ini berkontribusi pada kesulitan untuk berkomitmen pada kebiasaan baik.

2. Sering Menunda-Nunda

Perilaku menunda-nunda adalah salah satu ciri khas dari mereka yang kesulitan mempertahankan kebiasaan baik.

Mereka mungkin memiliki niat untuk memulai kebiasaan baru, tetapi terus-menerus menunda tindakan hingga akhirnya kehilangan momentum.

Penundaan ini sering dipicu oleh rasa takut akan kegagalan atau merasa kewalahan oleh komitmen yang diperlukan untuk mempertahankan kebiasaan baru.

Ketika terus-menerus menunda, mereka kehilangan kesempatan untuk membangun kebiasaan baik secara konsisten.

3. Kurang Memiliki Rencana yang Jelas

Orang yang tidak berhasil dalam membangun kebiasaan baik sering kali tidak memiliki rencana yang terstruktur.

Mereka mungkin ingin memulai kebiasaan seperti berolahraga atau meditasi, tetapi tidak merencanakan waktu, tempat, dan cara yang jelas untuk melakukannya.

Tanpa perencanaan yang matang, kebiasaan tersebut menjadi tidak teratur dan mudah diabaikan ketika kesibukan atau gangguan lain muncul.

Ketika tidak ada rencana konkret, mereka cenderung hanya mengikuti aliran, dan ini membuat kebiasaan baik sulit untuk tertanam dalam rutinitas harian.

4. Berfokus pada Hasil Instan, Bukan Proses

Mereka yang kesulitan menjaga kebiasaan baik cenderung terobsesi dengan hasil akhir dan mengabaikan proses yang diperlukan untuk mencapainya.

Misalnya, mereka ingin melihat penurunan berat badan dalam seminggu setelah berolahraga atau berharap menguasai keterampilan baru dalam waktu singkat.

Ketika hasil tidak segera terlihat, mereka mudah frustrasi dan akhirnya menyerah.

Sebaliknya, orang yang sukses dalam membangun kebiasaan baik biasanya menghargai prosesnya, memahami bahwa perubahan memerlukan waktu dan konsistensi.

5. Terlalu Keras pada Diri Sendiri Setelah Gagal

Orang yang tidak bisa membuat kebiasaan baik melekat sering kali memiliki kecenderungan untuk terlalu keras pada diri sendiri ketika mereka gagal.

Jika mereka melewatkan satu hari berolahraga atau tergoda makan makanan tidak sehat, mereka langsung merasa seperti telah gagal total.

Perasaan ini bisa sangat menghancurkan dan membuat mereka kehilangan motivasi untuk mencoba lagi.

Sebaliknya, orang yang berhasil dalam membangun kebiasaan baik biasanya lebih mudah memaafkan diri sendiri atas kesalahan kecil dan kembali ke jalur tanpa banyak drama emosional.

6. Mengambil Terlalu Banyak Tugas Sekaligus

Mereka yang kesulitan membangun kebiasaan baik sering kali berusaha melakukan terlalu banyak perubahan sekaligus.

Misalnya, mereka mungkin mencoba memulai kebiasaan berolahraga, meditasi, makan sehat, dan menulis jurnal dalam waktu yang sama.

Ketika terlalu banyak kebiasaan baru diperkenalkan secara bersamaan, mereka cenderung merasa kewalahan dan gagal dalam semuanya.

Pendekatan yang lebih efektif adalah memulai dengan satu kebiasaan baru dan memfokuskan energi untuk membuatnya melekat sebelum menambahkan kebiasaan lain.

7. Kurangnya Dukungan Sosial

Membangun kebiasaan baik bisa menjadi lebih sulit ketika seseorang tidak memiliki dukungan sosial.

Orang-orang yang kesulitan mempertahankan kebiasaan baik sering kali tidak melibatkan orang lain dalam prosesnya atau tidak memiliki sistem pendukung yang kuat.

Mereka mungkin tidak memiliki teman atau keluarga yang mendukung tujuan mereka, dan ini membuat mereka merasa sendirian dalam usaha mereka.

Orang yang sukses dalam membangun kebiasaan baik biasanya memiliki sistem dukungan yang positif, entah itu berupa teman, mentor, atau komunitas yang membantu mereka tetap bertanggung jawab dan termotivasi.

8. Tidak Menikmati Proses

Akhirnya, salah satu alasan utama mengapa kebiasaan baik sulit untuk dipertahankan adalah karena orang-orang tersebut tidak menemukan cara untuk menikmatinya.

Mereka mungkin merasa bahwa kebiasaan baru seperti berolahraga atau membaca buku adalah tugas yang membosankan atau terlalu sulit.

Ketika mereka tidak menikmati proses, mereka cenderung lebih cepat menyerah.

Mencari cara untuk membuat kebiasaan baru lebih menyenangkan dan menarik adalah kunci untuk mempertahankan motivasi.

Orang yang berhasil biasanya menemukan cara untuk menjadikan kebiasaan mereka lebih memuaskan, baik dengan memberikan reward kecil kepada diri sendiri atau mencari aktivitas yang benar-benar mereka sukai.

Kesimpulan

Orang yang tampaknya tidak pernah bisa membuat kebiasaan baik melekat hampir selalu menunjukkan perilaku yang merusak kebiasaan baru yang mereka coba bangun.

Entah itu karena pengaruh lingkungan, kurangnya perencanaan, atau fokus pada hasil instan, pola-pola ini menghambat kemampuan mereka untuk berkembang.

Dengan mengenali perilaku-perilaku ini, mereka dapat mulai mengatasi hambatan tersebut dan bekerja menuju kehidupan yang lebih konsisten dan produktif.

Editor: Setyo Adi Nugroho

Tag:  #orang #yang #tampaknya #tidak #pernah #bisa #membuat #kebiasaan #baik #melekat #biasanya #menampilkan #perilaku #menurut #psikologi

KOMENTAR