



Akses Bantuan Ditutup Rapat Israel, Kelaparan Ancam Warga Gaza
– Warga Gaza di Palestina sampai saat ini masih kesulitan menerima bantuan dari internasional. Pasalnya akses masuk bantuan dari internasional, masih belum lancar karena ditutup oleh Israel. Termasuk bantuan dari Indonesia yang dikumpulkan di Baznas.
Perkembangan penyaluran bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza itu disampaikan Ketua Baznas Noor Achmad. ’’Alhamdulillah bantuan Palestina yang masuk ke Baznas sudah Rp 225 miliar,’’ katanya di Jakarta pada Jumat (18/1).
Noor mengatakan bantuan tersebut terus bertambah. Pasalnya sampai saat ini Baznas masih terus menerima bantuan dari berbagai pihak atau lembaga. Termasuk yang terbaru bantuan dari Mahkamah Agung (MA) senilai Rp 2 miliar lebih.
Dia menceritakan bahwa penyaluran bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza sampai sekarang masih belum normal. Pasalnya pihak Israel masih memblokade masuknya bantuan ke Gaza. ’’Dari kebutuhan bantuan 600 truk per hari, saat ini hanya bisa 200 truk per hari,’’ tuturnya.
Noor mengatakan penyaluran bantuan masih sulit. Karena adanya pembatasan dari otoritas Israel. Selain itu pintu masuk distribusi bantuan saat ini masih satu pintu. Yaitu dari perbatasan Palestina dengan Mesir saja.
Dampak dari belum lancarnya bantuan tersebut, bencana kelaparan menghantui warga Gaza. ’’Banyak anak-anak dan ibu wafat karena kelaparan,’’ jelas Noor. Selain itu banyak kasus ibu melahirkan tanpa dokter. Karena rumah sakit belum normal. Kemudian jumlah dokter masih terbatas.
Noor juga mengatakan akan terus membuka kerjasama dengan lembaga sosial yang ada di Mesir. Melalui skema itu, penyaluran bantuan untuk warga Gaza lebih efektif. Karena pembelian barang-barang kebutuhan warga Gaza, dilakukan di Mesir. Sehingga tidak mengeluarkan biaya pengiriman atau biaya kargo.
Beberapa hari lalu, Baznas bekerjasama dengan lembaga Women Center Althouri Silwan untuk menyalurkan bantuan kepada pengungsi di Gaza. Bantuan yang disalurkan itu berupa 300 matras atau alas tidur. Bantuan tersebut disalurkan untuk pengungsi yang ada di pusat pengungsian Khan Younis, Gaza Selatan.
Noor menyampaikan, paket bantuan berupa 300 matras tersebut merupakan wujud komitmen Baznas dalam membantu warga Palestina yang menderita akibat agresi Israel. ’’Keberhasilan ini dapat dicapai melalui kerja sama yang erat dengan lembaga lokal di kawasan tersebut,’’ ujar Noor.
Menurut dia, kerjasama Baznas dengan Women Center Althouri Silwan bertujuan untuk mempermudah penyaluran bantuan bagi masyarakat Palestina. Dengan demikian, lanjutnya, bantuan tersebut bisa segera dimanfaatkan warga di sana.
Dia menjelaskan proses penyaluran bantuan ini masih terus berlangsung. Bantuan selanjutnya yang akan didistribusikan berupa paket kesehatan dengan total bantuan mencapai USD 60 ribu atau setara Rp 931 juta.
Noor mengatakan pada tahap pertama, Baznas berhasil mendistribusikan air bersih, paket makanan dan selimut. Kemudian pada tahap kedua, bantuan dari para donatur melalui BAznas dalam bentuk 400 paket makanan pokok dan 610 makanan siap saji juga berhasil disalurkan.
Baznas memastikan penyaluran infak kemanusiaan dari masyarakat Indonesia kepada ralyat Palestina ini dilakukan dengan menerapkan prinsip 3A (Aman Syar’i, Aman Regulasi, Aman NKRI). ’’Kegiatan kemanusiaan ini sejalan dengan misi kami untuk menjangkau lebih banyak orang yang membutuhkan dan memberikan dampak positif dalam kehidupan mereka,’’ katanya.
Selain itu, Noor mengajak kepada seluruh amil di Baznas pusat dan Baznas daerah serta lembaga amil zakat (LAZ) terus memantapkan mentalitas membantu saudara di Palestina. Selain itu Baznas juga mendukung upaya diplomasi untuk menekan Israel supaya menghentikan serangannya di Gaza.
Tag: #akses #bantuan #ditutup #rapat #israel #kelaparan #ancam #warga #gaza