Teka-teki ''Tokoh Penting'' Iran yang Diklaim Jalin Negosiasi dengan AS
Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat menghadiri acara di Verst Logistics di Kota Hebron, Negara Bagian Ketucky, 11 Maret 2026.(AFP/JIM WATSON)
10:30
25 Maret 2026

Teka-teki ''Tokoh Penting'' Iran yang Diklaim Jalin Negosiasi dengan AS

- Presiden Amerika Serikat, Donald Trump baru-baru ini mengeklaim sedang menjalin pembicaraan dengan "tokoh penting" Iran yang paling dihormati.

Namun, Trump tidak mengungkapkan siapa sosok di balik "tokoh penting" itu.

Menurutnya, individu tersebut bukanlah pemimpin tertinggi Mojtaba Khamenei yang menggantikan ayahnya, Ali Khamenei.

"Saya tidak ingin dia dibunuh," kata Trump, dikutip dari AFP.

Sementara, Iran sendiri telah membantah tidak menjalin komunikasi apa pun dengan AS.

Lantas, siapakah "tokoh penting" yang berbicara dengan AS setelah lebih dari tiga minggu perang? Berikut adalah lima kemungkinannya.

Baca juga: Baru Terbang 18 Menit, Bomber B-52 AS Kirim Sinyal Darurat

Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf

Ghalibaf dipandang sebagai pemimpin de facto Iran di masa perang setelah terbunuhnya Ali Khamenei dan Ali Larijani.

Selama tiga dekade berada di pusat sistem Iran, ia telah memegang jabatan yang mencakup kehidupan sipil dan militer, sebagai komandan pasukan kedirgantaraan Garda Revolusi, kepala polisi Teheran, walikota Teheran, dan sekarang ketua parlemen.

Dia juga sempat mencalonkan diri sebagai presiden sebanyak tiga kali, tetapi tidak pernah berhasil. 

Setelah sebuah laporan di media Israel yang menyebutnya sebagai perantara AS, Ghalibaf menegaskan tidak ada negosiasi yang dilakukan dengan AS dan mengecam berita palsu itu.

Baca juga: Trump Klaim Iran Berikan Hadiah Besar Terkait Selat Hormuz

Presiden Masoud Pezeshkian

Menjabat sebagai presiden sejak 2024, Pezeshkian dipandang sebagai bagian dari sayap politik yang lebih moderat di Iran.

Namun, posisinya sebagai presiden sama sekali tidak menjadikannya orang nomor satu di Iran, karena pemimpin tertinggi memiliki wewenang terakhir dalam semua masalah penting.

Pezeshkian kerap mempromosikan dirinya sebagai orang biasa dari kalangan rakyat.

Baca juga: Israel Serang Jalur Penyelundupan Senjata Rusia-Iran di Laut Kaspia

Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov (kanan) berjabat tangan dengan Menlu Iran Abbas Araghchi (kiri) dalam konferensi pers bersama di Moskwa, Rusia, 18 April 2025.AFP/POOL/TATYANA MAKEYEVA Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov (kanan) berjabat tangan dengan Menlu Iran Abbas Araghchi (kiri) dalam konferensi pers bersama di Moskwa, Rusia, 18 April 2025.

Sebagai seorang diplomat veteran, Araghchi telah memegang jabatan tersebut sejak 2024 setelah kematian mantan menteri luar negeri Hossein Amir Abdollahian dalam kecelakaan helikopter.

Ia bertindak sebagai perwakilan Iran dalam pembicaraan bulan lalu dengan utusan AS, Steve Witkoff dan Jared Kushner yang dimediasi oleh Oman.

Surat kabar New York Times pada Selasa (24/3/2026), mengutip pejabat AS dan Iran, mengatakan bahwa Araghchi dan Witkoff telah melakukan komunikasi langsung dalam beberapa hari terakhir.

Menurut pejabat Iran, pembicaraan itu pada dasarnya merupakan penyelidikan tentang bagaimana meredakan konflik.

Araghchi selalu membela posisi Iran dalam setiap wawancara TV, termasuk dengan media AS.  Namun, banyak yang meragukan apakah jabatan menteri luar negeri cukup untuk disebut sebagai "tokoh paling dihormati" dalam standar Trump.

Baca juga: Pasukan Terjun Payung AS Menuju Timur Tengah, Bisa Sampai Iran dalam 18 Jam

Panglima Tertinggi IRGC Ahmad Vahidi  

Vahidi, mantan menteri dalam negeri dan pertahanan, adalah panglima tertinggi ketiga dari tentara ideologis Iran dalam waktu kurang dari setahun setelah pendahulunya Mohammad Pakpour tewas pada hari pertama perang dan Hossein Salami tewas selama perang 12 hari tahun lalu.

Mungkin karena alasan ini, Vahidi sangat menjaga profil rendah dalam perang ini, sehingga tidak tampil di depan umum.

Hanya satu pernyataan yang dikeluarkan atas namanya sebagai komandan IRGC pada 19 Maret, yang menyampaikan belasungkawa atas terbunuhnya komandan milisi Basij Garda, Gholamreza Soleimani, dalam serangan udara.

Baca juga: Kabar Terbaru Selat Hormuz: Iran Ajukan Syarat untuk Kapal Lewat, AS-Israel Tetap Dilarang

Komandan pasukan Quds Esmail Ghaani

Sebagai sosok yang sangat misterius, Ghaani menjadi komandan pasukan yang bertanggung jawab atas operasi eksternal IRGC setelah pembunuhan Qassem Soleimani dalam serangan AS di Irak pada 2020.

Ghaani dilaporkan tewas dalam perang Juni 2025 tetapi kemudian muncul kembali di depan publik. 

Spekulasi intens telah menyelimuti keberadaan dan kedudukannya sejak saat itu, di tengah laporan bahwa ia berada di bawah tekanan karena dugaan kelalaian intelijen, termasuk pembunuhan pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah oleh Israel di Lebanon pada 2024.

Pada 20 Maret, media pemerintah Iran mengeluarkan pesan pertama atas nama Ghaani terkait perang tersebut, yang memprediksi bahwa Iran akan segera menyaksikan kekalahan memalukan musuh-musuhnya dalam perang.

Tag:  #teka #teki #tokoh #penting #iran #yang #diklaim #jalin #negosiasi #dengan

KOMENTAR