Trump Tuding Korsel Ingkar Janji, Akan Naikkan Tarif Impor Jadi 25 Persen
Bursa mobil seken di Incheon, Korea Selatan, 12 Agustus 2025.(REUTERS/SOO-HYEON KIM)
10:12
27 Januari 2026

Trump Tuding Korsel Ingkar Janji, Akan Naikkan Tarif Impor Jadi 25 Persen

- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin (26/1/2026) mengumumkan rencana kenaikan tarif terhadap berbagai barang asal Korea Selatan, termasuk mobil, kayu, dan produk farmasi.

Trump beralasan, Seoul ingkar janji dengan tidak memenuhi kesepakatan dagang sebelumnya.

Dalam pernyataan yang diunggah di platform Truth Social, Trump menyebutkan bahwa tarif akan naik dari 15 persen menjadi 25 persen.

"Legislatif Korea Selatan tidak memenuhi kesepakatannya dengan Amerika Serikat," tulis Trump, dikutip dari kantor berita AFP.

Ia menambahkan, "Saya menaikkan tarif karena Legislatif Korea belum mengesahkan Perjanjian Dagang Bersejarah kita, yang merupakan hak prerogatif mereka."

Kantor kepresidenan Korea Selatan tidak menerima pemberitahuan terlebih dahulu terkait kebijakan tersebut.

Mereka menyebutkan, Menteri Perdagangan Korsel Kim Jung-kwan, yang saat ini berada di Kanada, akan segera terbang ke Washington untuk bertemu Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick guna membahas isu ini lebih lanjut.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara di dalam pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos pada 21 Januari 2026.AFP/MANDEL NGAN Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara di dalam pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos pada 21 Januari 2026.Langkah Trump ini mengejutkan, mengingat pada Oktober lalu dia dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung telah menyepakati perjanjian dagang dan keamanan yang disebut-sebut mengakhiri masa negosiasi menegangkan.

Perjanjian itu melibatkan komitmen investasi dari Korea Selatan dan pemangkasan tarif oleh Amerika Serikat, termasuk penurunan tarif impor mobil Korea dari 25 persen menjadi 15 persen.

Namun, sejak ditandatangani, status hukum kesepakatan itu di Korea Selatan masih belum pasti.

Pada November 2025, istana kepresidenan di Seoul menyatakan bahwa kesepakatan tersebut berbentuk nota kesepahaman (MoU), tidak memerlukan persetujuan parlemen karena bukan dokumen hukum yang mengikat.

Ketika ditanya soal keabsahan kesepakatan di parlemen, pejabat senior Korea Selatan mengatakan kepada AFP bahwa mereka masih menelusurinya, tetapi belum memberikan penjelasan rinci.

Jika ancaman tarif dari Trump benar-benar diberlakukan, maka tarif impor AS terhadap mobil Korea Selatan akan kembali ke level 25 persen, membatalkan ketentuan dalam kesepakatan sebelumnya.

Industri otomotif Korea bisa terdampak

Spanduk capres Korea Selatan nomor urut 1, Lee Jae-myung dari Partai Demokrat dan nomor urut 2, Kim Moon-soo dari Partai Kekuatan Rakyat/People Power Party. Keduanya menjadi kandidat terpopuler berdasarkan jejak pendapat sementara.Kompas.com/Wahyunanda Kusuma Spanduk capres Korea Selatan nomor urut 1, Lee Jae-myung dari Partai Demokrat dan nomor urut 2, Kim Moon-soo dari Partai Kekuatan Rakyat/People Power Party. Keduanya menjadi kandidat terpopuler berdasarkan jejak pendapat sementara.Kenaikan tarif ini berpotensi memberikan pukulan telak bagi sektor otomotif Korea Selatan yang menyumbang sekitar 27 persen dari total ekspor negara itu ke AS.

Saat ini, hampir separuh ekspor mobil Korea Selatan dikirim ke pasar Amerika.

Jika tarif kembali dinaikkan, ekspor Korea Selatan dikhawatirkan akan kalah saing dibandingkan dengan negara-negara seperti Jepang dan Uni Eropa, yang sudah memiliki kesepakatan tarif sebesar 15 persen dengan AS.

Hingga kini, belum ada pemberitahuan resmi dari pemerintahan Trump mengenai pemberlakuan tarif baru tersebut.

Langkah ini menjadi bagian dari rangkaian ancaman Trump kepada mitra dagang utama AS dalam beberapa waktu terakhir.

Pada akhir pekan lalu, ia memperingatkan Kanada bahwa jika negara itu membuat kesepakatan dagang dengan China, maka AS akan memberlakukan tarif 100 persen untuk semua barang yang masuk lewat perbatasan.

Sebelumnya pada Januari, Trump juga sempat mengancam tarif terhadap sejumlah negara Eropa sebagai bentuk tekanan agar mereka menyetujui pembelian Greenland oleh AS. Namun, ancaman itu akhirnya dibatalkan.

Tag:  #trump #tuding #korsel #ingkar #janji #akan #naikkan #tarif #impor #jadi #persen

KOMENTAR