Gelombang Energi Hijau Tiongkok Guncang Pasar Global dan Bisa Selamatkan Masa Depan Listrik Dunia
- Dominasi Tiongkok dalam produksi dan pemasangan energi terbarukan kini memicu transformasi besar di sektor energi global, meski berlangsung secara tidak teratur dan menimbulkan tekanan serius pada pasar. Gelombang panel surya dan turbin angin murah dari Tiongkok telah memicu pergeseran besar dalam pasar listrik dunia, mengubah harga, struktur industri, dan strategi energi di berbagai negara secara dramatis.
Revolusi ini bertumpu pada skala produksi yang luar biasa. Menurut laporan, rantai pasokan energi surya Tiongkok kini mampu menghasilkan lebih dari 1 terawatt panel surya setiap tahun, setara dengan sekitar sepersepuluh dari total kapasitas pembangkit listrik dunia. Skala ini membuka peluang besar untuk menekan kemiskinan energi global sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil yang selama ini sulit dipatahkan.
Dilansir dari Wired, Kamis (22/1/2026), revolusi ini berkembang secara tidak teratur di tengah persaingan yang sangat ketat. "Dampaknya terlihat jelas, mulai dari runtuhnya komunitas berbasis batu bara, perang harga yang menyapu berbagai pasar, hingga jaringan listrik yang semakin rentan terhadap gangguan. Pada titik ini, hampir tidak ada pihak yang benar-benar siap menghadapi konsekuensi lanjutan dari perubahan tersebut," tulis Wired.
Ekspansi besar-besaran ini telah menempatkan Tiongkok sebagai motor utama pertumbuhan energi bersih global. Data analis energi menunjukkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, Tiongkok menyumbang lebih dari setengah pertumbuhan kapasitas surya global dan hampir lima kali lipat pertumbuhan negara-negara lain seperti Amerika Serikat atau Uni Eropa. Dominasi ini juga mencakup pangsa pasar panel surya global yang diperkirakan mencapai lebih dari 80 persen dalam produksi komponen utama.
Namun, lonjakan pasokan energi surya itu sekaligus menciptakan tekanan besar pada sistem listrik dan industri pendukungnya. Kelebihan produksi membuat listrik surya kerap dijual lebih murah dibandingkan biaya operasional pembangkit konvensional, mendorong harga listrik turun tajam, bahkan mencapai level negatif di sejumlah wilayah.
Kondisi ini menekan pembangkit batu bara, membebani jaringan listrik yang belum siap menyerap energi terbarukan dalam skala besar, serta memicu persaingan harga ekstrem di industri surya Tiongkok hingga banyak produsen beroperasi dengan margin sangat tipis, merugi, atau terpaksa menghentikan produksi akibat kapasitas yang tak terserap pasar.
Di tengah kritik global terkait kelebihan pasokan, pelaku industri Tiongkok menilai kondisi ini sebagai bagian dari fase pertumbuhan.
"Fokus kami adalah inovasi teknologi yang mendukung pertumbuhan energi surya di dalam dan luar negeri, serta menciptakan pasar yang kompetitif untuk industri baru ini," ujar Li Xiande, Ketua JinkoSolar Holding Co. Ltd., menanggapi klaim overcapacity yang menuding Tiongkok memicu distorsi harga global.
Dampak revolusi energi ini tak hanya dirasakan di Tiongkok. Di beberapa negara berkembang, panel surya murah yang diimpor dari Tiongkok telah membantu memperluas akses listrik bersih dan menurunkan biaya energi domestik secara signifikan, sekaligus mempercepat transisi energi nasional. Namun, situasi ini juga mendorong tantangan baru bagi jaringan listrik nasional yang belum siap secara teknis maupun struktural.
Para analis mencatat bahwa dominasi Tiongkok dalam energi terbarukan juga menghadirkan risiko geopolitik. Ketergantungan terhadap pasokan dan komponen bersumber dari satu negara besar dapat menempatkan negara lain dalam posisi rentan terhadap gangguan pasokan dan fluktuasi harga komoditas energi. Hal ini mengundang perdebatan di banyak ibukota dunia tentang pentingnya diversifikasi rantai pasok energi bersih.
Meski penuh kontradiksi, revolusi energi hijau Tiongkok tetap menjadi faktor kunci dalam upaya global menekan emisi karbon. Penurunan biaya produksi dan lonjakan kapasitas terpasang mempercepat peralihan dari bahan bakar fosil ke energi rendah karbon, sebuah transisi yang dinilai krusial bagi pencapaian target iklim dunia.
Tag: #gelombang #energi #hijau #tiongkok #guncang #pasar #global #bisa #selamatkan #masa #depan #listrik #dunia