Tanda Pendudukan, Israel Bangun Jalan Pemisah Jalur Gaza Utara dan Wilayah Lainnya
Kendaraan tentara Israel melaju di jalan di Gaza pada 18 Januari 2024. --- Israel dikabarkan mulai membangun jalan untuk memisahkan Jalur Gaza. 
20:20
19 Februari 2024

Tanda Pendudukan, Israel Bangun Jalan Pemisah Jalur Gaza Utara dan Wilayah Lainnya

Media Israel, Channel14, mengatakan tentara Israel mulai membangun jalan yang memisahkan Jalur Gaza utara dengan wilayah lainnya.

"Rute Transversal 794 dimulai dari wilayah pemukiman Nahal Oz di Jalur Gaza, dan meluas ke barat hingga Jalur Gaza, hampir ke Laut Mediterania," lapor Channel14, Sabtu (17/2/2024).

Channel14 melaporkan adanya puluhan mesin, truk, dan peralatan teknik milik Korps Teknik Angkatan Darat yang saat ini sedang membangun pabrik batu dan menghancurkannya untuk membangun jalan tersebut.

Komandan Batalyon 601 Korps Teknik Tempur, Letnan Kolonel Shimon Orkabi, membenarkan laporan tersebut.

“Kami sekarang berada dalam lingkup Jalan Netzarim (bekas pemukiman Israel di Jalur Gaza), yang menciptakan penghalang antara wilayah Jalur Gaza utara, barat, tengah dan selatan untuk melindungi wilayah tersebut dan melakukan penetrasi ke wilayah di mana musuh berada," katanya kepada Channel14.

Shimon Orkabi mengatakan pembangunan jalan itu bertujuan untuk mencegah pergerakan Hamas di utara dan selatan dan mengendalikannya dengan tepat.

Pasukan Israel menghancurkan semua rumah di kanan dan kiri jalan baru tersebut.

Channel14 juga menyiarkan video penghancuran wilayah di sekitarnya, yang korespondennya mengatakan langkah ini menunjukkan bahwa tentara Israel bersiap untuk tetap berada di Gaza dalam waktu yang lama.

Meski ada peringatan regional dan internasional mengenai kemungkinan dampak bencana, tentara Israel bersiap untuk menyerang Rafah, wilayah Jalur Gaza selatan tempat lebih dari 1 juta warga Palestina mengungsi.

Tanggapan Front Dalam Negeri Palestina di Gaza

Front Dalam Negeri Palestina di Jalur Gaza mengeluarkan klarifikasi tentang jalan tersebut.

Mereka menyatakan itu adalah jalan sementara sampai akhir operasi musuh.

Selain itu, mereka mencatat pasukan Israel mulai membangun jalan tersebut sejak awal operasi darat dengan dalih memfasilitasi pergerakan kekuatan musuh dari jalan-jalan tradisional, yang dikhawatirkan musuh akan menjadi jebakan.

"Jalan tersebut terbuat dari biskuit dan bukan aspal, artinya bersifat sementara, serupa dengan jalan yang dirancang pendudukan pada masa agresi tahun 2008 dari kawasan Karni hingga lingkungan Zaytoun," kata Front Dalam Negeri Palestina, dikutip dari Arabic Trends.

Front Dalam Negeri Palestina menyatakan informasi bagian depan internal yang diperoleh dari lapangan dan dari analisis foto udara menunjukkan jalan itu selesai pada 30 November 2023.

Israel juga telah menempatkan sekelompok tanggul tanah di sisi jalan, karena takut pasukannya yang berjalan di jalan akan menjadi sasaran perlawanan.

Menurut Front Dalam Negeri Palestina, pilihan Israel untuk mempublikasikan laporan medianya dilakukan dalam kerangka rencana tentara dan perang psikologis untuk menekan faksi perlawanan.

Hamas Palestina vs Israel

Segera setelah gerakan perlawanan Palestina, Hamas, meluncurkan Operasi Banjir Al-Aqsa untuk melawan pendudukan Israel dan kekerasan di Al-Aqsa pada Sabtu (7/10/2023), Israel mulai membombardir Jalur Gaza.

Jumlah kematian warga Palestina di Jalur Gaza mencapai 28.985 jiwa dan 68.883 lainnya terluka sejak Sabtu (7/10/2023) hingga Senin (19/2/2024), 1.147 kematian di wilayah Israel, dan 375 kematian warga Palestina di Tepi Barat hingga Selasa (30/1/2024), dikutip dari Anadolu.

Israel memperkirakan masih ada kurang lebih 136 sandera yang ditahan Hamas di Jalur Gaza, setelah pertukaran 105 sandera dengan 240 tahanan Palestina pada akhir November 2023.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Berita lain terkait Konflik Palestina vs Israel

Editor: Garudea Prabawati

Tag:  #tanda #pendudukan #israel #bangun #jalan #pemisah #jalur #gaza #utara #wilayah #lainnya

KOMENTAR