Ogah Bernasib seperti Venezuela, Warga Malaysia Ingatkan AS: Tak Ada Minyak di Sini
Unggahan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Malaysia yang kemudian memancing respons jenaka dari warganet Malaysia.(Kedubes AS Kuala Lumpur via World of Buzz)
16:12
15 Januari 2026

Ogah Bernasib seperti Venezuela, Warga Malaysia Ingatkan AS: Tak Ada Minyak di Sini

Unggahan foto satelit Malaysia dari luar angkasa yang dibagikan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Kuala Lumpur mendadak viral di media sosial. 

Alih-alih hanya menuai decak kagum, foto dramatis itu justru memicu gelombang candaan bernada satir dari warganet Malaysia

Banyak warga menyebut negaranya tidak memiliki minyak, seolah ingin “mengalihkan perhatian” Amerika Serikat. 

Respons ini muncul di tengah sorotan kebijakan Presiden AS Donald Trump terhadap negara-negara yang dinilai kaya sumber daya alam, seperti Venezuela.

Unggahan Kedubes AS 

Kedutaan Besar Amerika Serikat di Malaysia membagikan foto satelit lama yang diambil pada 2016 dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). 

Foto tersebut memperlihatkan wilayah Malaysia yang tampak menyala akibat sambaran petir di dalam sistem badai besar.

Dalam keterangannya, Kedubes AS menulis, “Malaysia, kamu belum pernah terlihat se-elektrik ini.” 

Mereka menjelaskan bahwa kilatan putih terang dalam gambar tersebut bukanlah cahaya lampu kota. 

“Semburat putih itu bukan lampu kota—melainkan sambaran petir besar yang menyala di dalam sistem badai,” tulis pernyataan tersebut.

Kedutaan AS juga mengajak publik merenungkan kondisi Bumi dari sudut pandang luar angkasa. 

“Mudah bagi kita melupakan bahwa kita hidup di sebuah planet yang hidup dan bernapas sampai kita melihatnya dari sudut pandang ini. Baik berada di bawah badai maupun di atasnya, pemandangannya tetap luar biasa,” tulis mereka.

Candaan warganet: "Tak ada kota, apalagi minyak"

Unggahan itu segera memicu reaksi jenaka warganet Malaysia. 

Di Facebook, salah satu komentar paling banyak disukai berbunyi, “Tolong beri tahu presiden Anda kami tidak punya minyak. Yang ada hanya minyak goreng Saji.”

Sebagian warganet bahkan menyindir dengan menggambarkan Malaysia sebagai negara yang masih dipenuhi hutan. 

“Seperti yang bisa dilihat, kami hidup di hutan. Kami menyalakan api untuk menghangatkan tubuh,” tulis seorang pengguna. 

Komentar lain menyebut, “Kami tidak punya kota. Kami semua tinggal di hutan. NB: kami tidak punya minyak.”

Nada serupa juga muncul di Instagram. Seorang pengguna menulis, “Dear Trump, kami tinggal di hutan. Tidak ada minyak, hanya harimau dan buaya.” 

Sementara pengguna lain berkelakar bahwa Malaysia tidak memiliki minyak mentah, “yang ada hanya kelimpahan minyak sawit dan badai petir.”

Bayang-bayang Venezuela

Tangkapan layar dari video akun Rapid Response 47 milik Gedung Putih memperlihatkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro digiring ke penjara oleh agen Badan Penindakan Narkoba (DEA) Anerika Serikat, Sabtu (3/1/2026).X @RapidResponse47 via AFP Tangkapan layar dari video akun Rapid Response 47 milik Gedung Putih memperlihatkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro digiring ke penjara oleh agen Badan Penindakan Narkoba (DEA) Anerika Serikat, Sabtu (3/1/2026).

Di balik candaan tersebut, terselip kekhawatiran warganet akan kebijakan luar negeri Amerika Serikat. Beberapa komentar mempertanyakan apakah Malaysia akan menjadi “Venezuela berikutnya”. 

Ada pula yang menyarankan AS agar lebih tertarik pada negara lain. 

“Anda bisa memilih Brunei atau Singapura,” tulis seorang pengguna.

Sebagian warganet juga menyentil isu pengawasan dan intervensi. 

“Tanpa peringatan apa pun, rasanya aneh Kedutaan AS merilis foto satelit Malaysia,” tulis salah pengguna.

Lelucon soal minyak itu muncul setelah Amerika Serikat menyatakan akan menguasai minyak Venezuela untuk jangka panjang usai penangkapan Presiden Nicolas Maduro pada 3 Januari 2026.

Presiden Trump bahkan menyebut AS akan mengambil alih Venezuela dan memanfaatkan cadangan minyaknya, termasuk menerima puluhan juta barel minyak yang disebutnya sebagai “minyak yang disanksi”.

Trump juga sebelumnya kembali menyatakan keinginannya untuk mengambil alih Greenland, bahkan mengancam AS akan “melakukan sesuatu” terhadap wilayah Denmark tersebut, tanpa menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer.

Tag:  #ogah #bernasib #seperti #venezuela #warga #malaysia #ingatkan #minyak #sini

KOMENTAR