Trump Sebut Pertahanan Greenland seperti ''Kereta Anjing'', Desak Kesepakatan demi Bendung Rusia-China
Ilustrasi Greenland, pemandangan Greenland. (PEXELS/MIKHAIL NILOV)
22:24
12 Januari 2026

Trump Sebut Pertahanan Greenland seperti ''Kereta Anjing'', Desak Kesepakatan demi Bendung Rusia-China

- Presiden Amerika Serikat, Donald Trump memberikan sindiran tajam terkait kekuatan militer Greenland saat ini yang dianggapnya tidak berdaya menghadapi ancaman negara besar.

Padahal, wilayah otonom Denmark tersebut sangat krusial bagi keamanan nasional AS di tengah meningkatnya aktivitas militer Rusia dan China di kawasan Arktik. 

"Anda tahu apa pertahanan mereka? Dua kereta luncur anjing. Sementara Rusia dan China memiliki kapal perusak dan kapal selam di mana-mana," ujar Trump sebagaimana dikutip dari AFP, Senin (12/1/2026).

Ancaman Rusia dan China

Meski Rusia dan China tidak secara resmi mengeklaim kepemilikan atas Greenland, Trump tetap bersikeras bahwa intervensi AS adalah harga mati.

Ia membuka pintu untuk kesepakatan, namun dengan nada peringatan.

"Jika kita tidak merebut Greenland, Rusia atau China akan melakukannya, dan saya tidak akan membiarkan itu terjadi," tegas Trump.

Menurutnya, kesepakatan dengan AS adalah jalan terbaik bagi Greenland untuk menghindari penguasaan oleh pihak lain.

"Greenland harus membuat kesepakatan itu, karena Greenland tidak ingin melihat Rusia atau China mengambil alih," lanjutnya.

Hubungan Transatlantik Terancam

Ambisi Trump ini bukannya tanpa hambatan. Perdana Menteri Denmark pekan lalu telah memperingatkan bahwa langkah AS untuk mengambil Greenland secara paksa dapat merusak hubungan keamanan transatlantik yang telah terjalin selama 80 tahun.

Namun, Trump menepis kekhawatiran tersebut. Ia bahkan tidak keberatan jika hal ini berdampak pada aliansi militer NATO.

"Jika itu memengaruhi NATO, ya itu memengaruhi NATO. Tapi Anda tahu, (Greenland) lebih membutuhkan kita daripada kita membutuhkan mereka," tuturnya.

Penolakan dari Warga Greenland

Di sisi lain, keinginan Trump tersebut mendapat penolakan keras dari internal Greenland. Para pemimpin lima partai di parlemen Greenland menyatakan secara tegas bahwa mereka ingin menentukan nasib sendiri.

"Kami tidak ingin menjadi orang Amerika, kami tidak ingin menjadi orang Denmark, kami ingin menjadi orang Greenland," bunyi pernyataan bersama para pemimpin partai tersebut, Minggu (11/1/2026).

Mereka menekankan bahwa masa depan negara harus ditentukan sendiri tanpa adanya campur tangan maupun tekanan dari negara luar.

Sentimen serupa juga dirasakan oleh warga lokal di ibu kota Nuuk. Banyak warga yang merasa trauma dengan status koloni dan belum siap untuk kehilangan kemandirian mereka.

"Amerika? Tidak! Kami pernah menjadi koloni selama bertahun-tahun. Kami belum siap untuk menjadi koloni lagi, untuk dijajah," ujar Julius Nielsen (48), seorang nelayan setempat.

Sementara itu, Inaluk Pedersen (21), seorang asisten toko, menilai manuver AS ini merusak hubungan diplomasi yang sudah ada.

"Saya merasa campur tangan AS mengganggu semua hubungan dan kepercayaan antara Denmark dan Greenland," pungkasnya.

Tag:  #trump #sebut #pertahanan #greenland #seperti #kereta #anjing #desak #kesepakatan #demi #bendung #rusia #china

KOMENTAR