Kenapa Minyak Venezuela Lebih Istimewa daripada Punya AS?
Ilustrasi minyak mentah. Harga minyak berpotensi naik menyusul kekhawatiran gangguan pasokan setelah Amerika Serikat (AS) menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dari Caracas pada akhir pekan lalu(Freepik)
13:42
5 Januari 2026

Kenapa Minyak Venezuela Lebih Istimewa daripada Punya AS?

– Ketertarikan Presiden AS Donald Trump terhadap minyak Venezuela bukan semata karena besarnya cadangan.

Pasalnya, karakter minyak negara itu dinilai jauh lebih sesuai dengan kebutuhan industri energi di AS.

Setelah menyerang Caracas dan menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Trump mengatakan AS akan "menjalankan" Venezuela sementara waktu dan memanfaatkan cadangan minyaknya untuk dipasarkan ke negara lain.

"Ini tidak akan menghabiskan satu sen pun karena semuanya akan diganti dari uang yang keluar dari dalam tanah," kata Trump.

Trump juga menyebut perusahaan minyak besar AS siap mengucurkan investasi bernilai miliaran dollar AS untuk memperbaiki infrastruktur minyak Venezuela.

AS memang menjadi produsen minyak terbesar di dunia, namun sebagian besar produksinya berupa light crude atau minyak mentah ringan.

Di sisi lain, light crude tidak sepenuhnya cocok dengan kilang minyak AS yang sebagian besar dirancang untuk mengolah heavy oil atau minyak berat.

Editor ekonomi dan data Sky News, Ed Conway, menjelaskan bahwa karena teknologi yang dipakai kilang minyak AS itulah, "Negeri Paman Sam" mau tak mau masih sangat bergantung pada impor heavy oil.

"Kilang-kilang minyak di Texas dan Louisiana membutuhkan minyak berat yang kental agar dapat beroperasi secara optimal," jelas Conway.

Di satu sisi, perombakan kilang minyak agar dapat mengolah minyak ringan membutuhkan biaya yang sangat besar sehingga tidak menarik bagi industri.

Situasi tersebut membuat sebagian besar minyak mentah AS justru diekspor ke luar negeri, sebagaimana dilansir Sky News, Minggu (4/1/2026).

Sebaliknya, AS mengimpor lebih dari 6.000 barel minyak per hari guna memenuhi kebutuhan kilang domestiknya.

Kondisi inilah yang menjadikan Venezuela sangat strategis bagi AS.

Venezuela, bersama Kanada dan Rusia, memiliki cadangan minyak berat terbesar di dunia. Itulah mengapa, minyak Venezuela lebih "istimewa" dibandingkan minyak di tanah AS sendiri.

Data Energy Institute menunjukkan Venezuela menyimpan sekitar 17 persen cadangan minyak global atau setara 303 miliar barel.

Produksi minyak Venezuela pernah mencapai 3,5 juta barel per hari pada 1970-an.

Namun, angka tersebut merosot tajam menjadi rata-rata 1,1 juta barel per hari tahun lalu. Jumlah itu hanya setara dengan sekitar 1 persen dari total produksi minyak dunia.

Tujuan minyak Venezuela

AS sebelumnya juga merupakan pembeli utama minyak Venezuela sebelum sanksi diberlakukan.

Setelah embargo diterapkan, China menjadi tujuan utama ekspor minyak Venezuela.

Korupsi, kurangnya pendanaan, dan kerusakan infrastruktur disebut sebagai penyebab utama merosotnya produksi minyak Venezuela.

Sanksi internasional juga membatasi kemampuan Venezuela menarik investasi asing dan memperoleh peralatan teknologi.

Sebagian besar cadangan minyak Venezuela berada di wilayah Orinoco dan berbentuk minyak berat.

Kementerian Energi AS menyebut, minyak Orinoco relatif sederhana secara teknis, namun mahal dalam proses produksinya.

Meski menghadapi tantangan besar, Trump menegaskan niatnya mengambil alih minyak Venezuela.

"Kami akan mengambil kembali minyak itu, yang sejujurnya seharusnya sudah kami ambil sejak lama," kata Trump.

Tag:  #kenapa #minyak #venezuela #lebih #istimewa #daripada #punya

KOMENTAR