



Komandan Brigade Al-Qassam: Israel Pengecut, Tembaki Pengungsi dan Takut Hadapi Hamas
Israel mencoba membenarkan pembunuhan warga sipil Palestina dengan menyebar propaganda bahwa Hamas bersama warga sipil yang mengungsi, padahal Hamas sudah mendatangi tentara Israel di tempat yang dikosongkan dari warga sipil.
Komandan Brigade Al-Qassam menggambarkan tentara Israel sebagai musuh yang keji dan pengecut.
“Musuh bertindak keji dan tidak menghadapi kami sebagai laki-laki di lapangan dan di titik-titik pertempuran terdepan, melainkan membunuh wanita, anak-anak, orang tua, dan warga sipil di rumah mereka,” kata komandan itu dalam video yang dirilis di Telegram, Rabu (14/2/2024).
Dia menekankan, pejuang Brigade Al-Qassam hadir di tempat-tempat yang diperintahkan Israel untuk mengevakuasi warga sipil dan mereka menunggu tentara Israel di lapangan tanpa warga sipil.
"Namun musuh kriminal ini membunuh anak-anak kita di rumah mereka, di rumah aman. Istri kami, wanita kami, anak kami, dan anak-anak masyarakat, anak-anak masyarakat. Dia membunuh mereka dengan (jet tempur) F16," lanjutnya.
Komandan itu meyakini Israel tidak akan mampu memusnahkan Hamas seperti ambisi Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
"Jika musuh berpikir bahwa mereka dapat menghancurkan Hamas, maka dia sedang berkhayal dan masih banyak yang harus dilakukan sebelum menghancurkan Hamas. Insya Allah, mesinnya akan kami bongkar dan dijadikan sekrup," katanya, menggambarkan kekuatan Hamas.
“Musuh sedang berkhayal dan mencari fatamorgana ketika dia mengira ingin membongkar Hamas dan kemampuan militernya, dan dia punya banyak cara untuk mencapainya,” lanjutnya.
Menurutnya, mustahil memusnahkan Hamas yang memiliki semangat dan keyakinan yang kuat akan kemenangan.
"Hamas mewakili aspirasi ratusan ribu rakyat Palestina dan jutaan rakyat Arab dan umat Islam. Oleh karena itu, semua yang dicari musuh hanyalah ilusi dan fatamorgana," katanya, dikutip dari Awsaat.
Sejauh ini, sejak Operasi Badai Al-Aqsa pada 7 Oktober 2023, komandan itu memastikan para mujahidin Brigade Al-Qassam dalam keadaan sehat.
"Pejuang kami masih aman dan sehat. Kami memohon kepada Allah untuk menerima orang-orang terkasih kami yang kami korbankan dengan jiwa kami yang mendukung semua rasa sakit ini," katanya.
"Yang musuh (Israel) ingin Anda percaya bahwa semua rasa sakit ini adalah karena (gerakan) perlawanan. Yang bertanggung jawab atas rasa sakit ini adalah pendudukan, dan perlawanan adalah obat untuk pendudukan ini," lanjutnya, merujuk pada pendudukan Israel di Palestina.
Dalam video itu, komandan tersebut mengatakan orang-orang terkasih mereka telah memberikan harapan dalam perlawanan mereka.
Hamas Palestina vs Israel
Segera setelah gerakan perlawanan Palestina, Hamas, meluncurkan Operasi Banjir Al-Aqsa untuk melawan pendudukan Israel dan kekerasan di Al-Aqsa pada Sabtu (7/10/2023), Israel mulai membombardir Jalur Gaza.
Jumlah kematian warga Palestina di Jalur Gaza mencapai 28.576 jiwa dan 68.291 lainnya terluka sejak Sabtu (7/10/2023) hingga Rabu (14/2/2024),1.147 kematian di wilayah Israel, dan 375 kematian warga Palestina di Tepi Barat hingga Selasa (30/1/2024), dikutip dari Anadolu.
Israel memperkirakan masih ada kurang lebih 136 sandera yang ditahan Hamas di Jalur Gaza, setelah pertukaran 105 sandera dengan 240 tahanan Palestina pada akhir November 2023.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Berita lain terkait Konflik Palestina vs Israel
Tag: #komandan #brigade #qassam #israel #pengecut #tembaki #pengungsi #takut #hadapi #hamas