Perusahaan Jepang dan Swiss akan Segera Putus Hubungan dengan Produsen Senjata Israel, Ini Alasannya
Kantor pusat Itochu Corporation di Tokyo 
17:50
6 Februari 2024

Perusahaan Jepang dan Swiss akan Segera Putus Hubungan dengan Produsen Senjata Israel, Ini Alasannya

Unit penerbangan perusahaan Jepang Itochu akan memutuskan kerja sama strategis dengan perusahaan pertahanan Israel Elbit Systems Ltd pada akhir Februari, kata Chief Financial Officer Itochu Tsuyoshi Hachimura pada 5 Februari.

Keputusan tersebut diambil setelah adanya kritik internasional dan Mahkamah Internasional (ICJ) memerintahkan Israel untuk mencegah tindakan genosida dan mengizinkan bantuan kemanusiaan masuk ke Jalur Gaza.

“Kemitraan ini didasarkan pada permintaan Kementerian Pertahanan Jepang dengan tujuan mengimpor peralatan pertahanan untuk Pasukan Bela Diri yang diperlukan untuk keamanan Jepang dan sama sekali tidak terkait dengan konflik yang sedang terjadi antara Israel dan Palestina,” ujar Eksekutif rumah dagang Jepang saat konferensi pers.

Perusahaan transportasi Kuehne + Nagel (KN) yang berbasis di Swiss, dalam emailnya kepada kelompok hak asasi manusia Palestine Action, menyatakan pihaknya juga akan memutuskan hubungan dengan Elbit dan tidak akan bekerja sama dengan mereka lagi di masa mendatang.

Keputusan KN tersebut menyusul kampanye Aksi pendukung Palestina di mana para aktivis telah merusak lokasi perusahaan transportasi.

“Semua perusahaan yang terkait dengan pembuat senjata Israel, Elbit Systems, harus mengikuti jejak mereka dan mengakhiri hubungan mereka dengan genosida Israel terhadap rakyat Palestina,” kata juru bicara kelompok hak asasi manusia tersebut.

“Aksi Palestina akan terus menyasar semua pihak yang memfasilitasi produksi persenjataan Elbit, yang telah ‘diuji dalam pertempuran’ terhadap rakyat Palestina. Dalam solidaritas dengan Palestina, kami tidak akan berhenti sampai Elbit lenyap.”

(Sumber: The Cradle)

Tag:  #perusahaan #jepang #swiss #akan #segera #putus #hubungan #dengan #produsen #senjata #israel #alasannya

KOMENTAR