

Orla Baxendale memiliki alergi terhadap kacang./ Instagram @orla_baxendale


Penari Profesional di New York Meninggal Dunia Usai Mengonsumsi Kue dari Supermarket
- Seorang penari profesional di New York meninggal dunia, setelah ia mengonsumsi kue dengan label yang salah.
Diketahui, kue tersebut mengandung kacang yang dijual di supermarket populer, Stew Leonard's. Akibat kejadian ini, pihak produsen dan supermarket saling tuding siapa yang harus disalahkan. Orla Baxendale yang berumur 25 tahun, mengalami syok anafilaksis akibat reaksi alergi yang parah saat ia memakan kue berlabel Vanilla Florentine pada tanggal 11 Januari 2024, demikian ungkap pengacara Marijo Adimey dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu (24/1). Baxendale yang berasal dari Inggris, menyantap camilan tersebut di sebuah pertemuan sosial di Connecticut, Amerika Serikat, demikian laporan News 12. "Meninggalnya Orla berawal dari insiden yang tidak diinginkan, kejadian ini disebabkan konsumsi biskuit yang diproduksi oleh Cookies United dan dijual oleh Stew Leonard's, yang mengandung kacang yang disembunyikan (tidak dicantumkan di komposisi)," tulis Adimey. "Kekeliruan yang tragis ini telah menyebabkan penarikan kembali Vanilla Florentine Cookies, dari toko-toko Stew Leonard di Danbury dan Newington, untuk periode 6 November hingga 31 Desember 2023." Adimey mengatakan bahwa investigasi atas kematian Baxendale merupakan kelalaian dan kecerobohan yang besar, dari produsen atau penjual karena tidak mencantumkan keterangan pada kemasan biskuit bahwa produk tersebut mengandung kacang. "Kegagalan dalam keterbukaan informasi yang tepat ini telah menyebabkan hasil yang sangat buruk namun dapat dicegah," tulis pengacara tersebut.Menurut situs web sekolah tersebut, penari asal Manchester, Inggris ini pindah ke New York untuk berlatih sebagai siswa beasiswa di Ailey School pada tahun 2018. Baxendale pernah tampil di New York Fashion Week, dan terlibat dalam produksi tari di Lincoln Center. Stew Leonard's mengklaim bahwa toko roti Long Island yang memasok kue tersebut tidak memberi tahu mereka, tentang perubahan bahan dalam Vanilla Florentine Cookies. "Saya disini bersama keluarga dan kami semua sangat terpukul, sangat sedih. Saya memiliki empat anak perempuan, salah satunya berusia 20-an tahun." "Saya dapat membayangkan bagaimana perasaan keluarga itu sekarang," kata CEO Stew Leonard Jr. dalam video yang dirilis perusahaan tersebut. Namun, pihak produsen Cookies United mengklaim bahwa mereka sudah memberitahu bahan baku, dengan jaringan supermarket regional beberapa bulan sebelum kematian Baxendale. "Stew Leonard's mengklaim dalam siaran pers sebelumnya bahwa biskuit tersebut mengandung kacang, yang merupakan bahan yang tidak diungkapkan kepada Stew Leonard's oleh produsennya," tulis United Cookies dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa (23/1). "Sayangnya, mengingat tragedi yang terjadi kami perlu menyampaikan bahwa Stew Leonard's telah diberitahu oleh Cookies United pada bulan Juli 2023. "Bahwa produk ini sekarang mengandung kacang, dan semua produk yang dikirimkan kepada mereka telah diberi label yang sesuai." Pihak produsen menuduh bahwa Stew Leonard's mengubah kemasannya untuk mewakili merek toko, namun gagal memberi label yang benar pada kue kering yang mengandung kacang sebelum dipasarkan. Stew Leonard's mengatakan bahwa produk tersebut hanya dijual di lokasi Danbury dan Newington. Supermarket tersebut telah mengeluarkan penarikan produk musiman tersebut pada hari Selasa. "Stew Leonard's, bekerja sama dengan Departemen Perlindungan Konsumen Connecticut, menarik kembali Vanilla dan Chocolate Florentine Cookies yang hanya dijual di Stew Leonard's di Danbury dan Newington, dari tanggal 6 November hingga 31 Desember 2023," demikian pernyataan yang tertera dalam situs webnya. "Kue kering tersebut mengandung kacang dan telur yang tidak dicantumkan. Orang yang memiliki alergi atau sensitivitas yang parah terhadap kacang atau telur, berisiko mengalami reaksi alergi yang serius atau mengancam jiwa jika mengkonsumsi produk ini. Satu kematian telah dilaporkan yang mungkin terkait dengan produk yang salah label." Supermarket tersebut menambahkan bahwa mereka bekerjasama dengan Departemen Perlindungan Konsumen Connecticut (DCP), dan pemasok untuk menentukan penyebab kesalahan pelabelan. Divisi Standar dan Keamanan Produk DCP menyampaikan bahwa mereka sedang menyelidiki kecelakaan maut tersebut dengan para pihak berwenang di Connecticut, New York dan New Jersey, Badan Pengawas Obat dan Makanan, serta Stew Leonard's. "Ini adalah tragedi memilukan yang seharusnya tidak pernah terjadi," kata Komisaris DCP Bryan T. Cafferelli dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa. Seraya menambahkan bahwa mereka akan mencari tahu, bagaimana kesalahan ini bisa terjadi dan mencegah tragedi serupa terjadi di masa depan. "Ini benar-benar tragis dan seharusnya tidak terjadi," kata Punita Ponda, kepala divisi alergi dan imunologi Northwell Health, kepada News 12. "Dari sudut pandang produsen, ini adalah sesuatu yang jika diperhatikan dengan baik dapat menghindari kejadian menjadi ancaman bagi orang tersebut, itu adalah pencegahan tingkat pertama." Ponda menekankan pentingnya memeriksa label secara memadai bagi mereka yang memiliki alergi makanan, seperti yang dikutip dari New York Post. "Ini seperti ketika pergi keluar dan ingin memastikan bahwa Anda membawa dompet dan kartu identitas. Ini adalah hal yang sama." "Jika sedang bepergian dan mungkin terpapar makanan dalam situasi apapun, Anda harus membawa epipen (perangkat medis untuk menyuntikkan dosis epinefrin melalui teknologi autoinjector untuk beberapa kondisi kesehatan, seperti anafilaksis, serangan jantung, asma, hingga perdarahan)," kata Ponda kepada outlet tersebut. ***
Editor: Novia Tri Astuti
Tag: #penari #profesional #york #meninggal #dunia #usai #mengonsumsi #dari #supermarket