Hamas Kecam Penundaan Pembebasan 620 Tahanan Palestina oleh Israel
SIAP MASUK GAZA - Foto file yang diambil dari Khaberni, Rabu (12/2/2025) menunjukkan tank-tank pasukan Israel bersiap memasuki Gaza pada Oktober 2023 setelah Operasi Banjir Al-Aqsa terjadi. Hamas menilai penundaan pembebasan 620 tahanan Palestina oleh Israel sebagai penghindaran kewajiban berdasarkan perjanjian gencatan senjata di Gaza. 
18:40
23 Februari 2025

Hamas Kecam Penundaan Pembebasan 620 Tahanan Palestina oleh Israel

- Hamas mengecam keputusan Israel yang menunda pembebasan 620 tahanan Palestina pada Minggu, 23 Februari 2025.

Penundaan ini dianggap sebagai upaya Israel untuk menghindari kewajiban berdasarkan perjanjian gencatan senjata di Gaza.

Hamas membantah klaim Israel yang menyatakan bahwa upacara penyerahan sandera adalah memalukan.

El Rashq, juru bicara Hamas, menegaskan bahwa upacara tersebut tidak mencerminkan penghinaan, melainkan perlakuan manusiawi terhadap para sandera.

"Penghinaan yang sebenarnya adalah apa yang dialami para tahanan Palestina selama proses pembebasan," ujarnya.

Hamas mengungkapkan bahwa para tahanan Palestina sering kali diikat dan ditutup matanya, serta diancam untuk tidak merayakan pembebasan mereka.

"Kondisi ini adalah contoh nyata dari penghinaan yang mereka terima dari otoritas Israel," tambahnya.

Keputusan Israel

Israel sebelumnya mengumumkan penundaan pembebasan 620 tahanan Palestina hingga Hamas memenuhi persyaratan tertentu.

Pernyataan dari Kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyebutkan bahwa Israel menunggu kepastian pembebasan sandera berikutnya sebelum melanjutkan rencana pembebasan.

Penundaan ini terjadi setelah enam sandera Israel berhasil dibebaskan pada Sabtu, 22 Februari 2025, sebagai bagian dari pertukaran yang diatur dalam gencatan senjata.

Pembebasan ini seharusnya menjadi yang terbesar dalam satu hari selama fase pertama gencatan senjata.

Dampak Penundaan

Penundaan pembebasan tahanan Palestina ini menimbulkan keraguan mengenai masa depan gencatan senjata.

Komisi Otoritas Palestina untuk urusan tahanan mengonfirmasi bahwa penundaan tersebut akan berlangsung hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Video dari Associated Press menunjukkan keluarga tahanan yang menunggu di luar ruangan dalam cuaca dingin, tampak kecewa dan beberapa di antaranya terlihat menangis.

Lima dari enam sandera yang dibebaskan pada hari Sabtu dikawal oleh militan bertopeng, tindakan yang mendapat kritik dari PBB dan Palang Merah.

Konten ini disempurnakan menggunakan Kecerdasan Buatan (AI).

Editor: timtribunsolo

Tag:  #hamas #kecam #penundaan #pembebasan #tahanan #palestina #oleh #israel

KOMENTAR