Benarkah Kebanyakan Gula Bikin Anak Hiperaktif?
- Gula sering disebut sebagai penyebab anak menjadi hiperaktif dan susah dikontrol. Sebagian orangtua jadi khawatir dalam menambahkan gula pada makanan dan minuman anak.
“Gula itu bisa lebih bikin hiperaktif enggak sih? Kalau pada anak yang normal itu sebenarnya tidak,” ungkap dr. Susanti Himawan, Sp.A dari Primaya Hospital Kelapa Gading, saat diwawancarai via Google Meet, Rabu (28/1/2026).
Dokter yang juga berpraktik sebagai konselor laktasi ini melanjutkan, efek gula terhadap perilaku anak bergantung pada kondisi masing-masing anak, terutama apakah anak memiliki gangguan perkembangan tertentu atau tidak.
Ia menjelaskan, dugaan gula memicu hiperaktivitas lebih relevan pada kelompok anak dengan kondisi khusus, seperti Attention Deficit Hyperactivity Disorder(ADHD).
Baca juga: 11 Buah yang Tidak Memicu Lonjakan Gula Darah
“Gula diduga memang bisa menyebabkan anak itu menjadi lebih aktif karena setelah makan gula itu jadinya banyak energinya. Itu memang diduga demikian khusus untuk anak yang ADHD, atau bahasa awamnya hiperaktif,” tutur dr. Susanti.
Di sisi lain, anak yang perkembangan dan perilakunya normal, konsumsi gula tidak otomatis membuat mereka menjadi hiperaktif, meskipun gula memang membuat mereka lebih berenergi.
Aturan pemberian gula pada anak
Terkait pemberian gula pada anak, dr. Susanti mengatakan bahwa ada rekomendasi jelas dari sisi medis terkait konsumsi gula pada anak, terutama yang berusia di bawah dua tahun.
“Anak di bawah dua tahun itu tidak boleh minum minuman yang ada gulanya. Minuman yang terbaik adalah air putih,” ucap dia.
Jika ingin memberikan yang manis-manis, orangtua bisa memanfaatkan “gula tambahan” yang tersedia secara alami dari buah-buahan.
Artinya, minuman manis kemasan, sirup, teh manis, atau minuman berpemanis lainnya, sebaiknya tidak diberikan pada anak di bawah usia tersebut. Untuk anak berusia di atas dua tahun, gula sudah boleh diberikan dengan batasan jumlah harian berdasarkan usia si kecil.
Baca juga: Manfaat Terapi Sensori Integrasi pada Anak Autisme dan ADHD
Ilustrasi makanan manis. Makanan manis tidak ramah untuk Anda yang sudah memiliki asam urat tinggi. Ini karena gula bisa memicu pelepasan purin.
“Kalau dua sampai tiga tahun, kira-kira tiga sampai empat sendok teh. Kalau empat sampai enam tahun itu maksimal lima sendok teh. Tujuh tahun ke atas itu maksimal enam sendok teh,” kata dr. Susanti.
Meski masih diperbolehkan, dr. Susanti tetap menyarankan orangtua mengutamakan sumber gula alami, dibandingkan makanan dan minuman olahan tinggi gula.
Baca juga: Jajan Sembarangan Bisa Melatih Imun Anak? Simak Penjelasan Dokter
Apakah ada waktu yang dilarang untuk mengonsumsi gula?
Banyak yang menganggap bahwa pemberian gula pada malam hari dapat membuat anak susah tidur karena mereka jadi penuh energi.
Menurut dr. Susanti, secara ilmiah tidak ada aturan waktu yang benar-benar melarang konsumsi gula pada jam tertentu.
Akan tetapi, ia menyarankan agar orangtua tetap mempertimbangkan efek lonjakan energi jika gula dikonsumsi menjelang waktu istirahat.
“Kalau bisa dihindari sebelum tidur untuk menghambat lonjakan kadar gula sebelum tidur. Nanti energinya terlalu banyak. Jadi kalau memang mengonsumsi gula, mau pagi atau siang masih lebih disarankan dibanding malam hari,” ucap dia.
Baca juga: Tak Semua Berlabel BPOM Aman untuk Anak, Ini Penjelasan Dokter