Waspadai Demam Mendadak dan Cara Penularan Virus Nipah, Ini Kata Ahli Epidemiologi
Kelelawar buah inang virus Nipah. Epidemiolog menjelaskan bagaimana virus Nipah berpindah dari hewan ke manusia dan apa yang perlu diwaspadai.(SHUTTERSTOCK/Natalia Golovina)
11:06
29 Januari 2026

Waspadai Demam Mendadak dan Cara Penularan Virus Nipah, Ini Kata Ahli Epidemiologi

Kementerian Kesehatan menegaskan hingga kini belum ada kasus virus Nipah yang terkonfirmasi di Indonesia, namun kewaspadaan terus ditingkatkan karena virus ini dapat menular dari hewan ke manusia.

Penyakit zoonotik tersebut diketahui berasal dari kelelawar buah dan dapat menyebar melalui pangan yang terkontaminasi atau kontak dengan hewan perantara.

Virus Nipah memiliki tingkat kematian tinggi dan belum tersedia vaksin maupun obat khusus. Karena itu, pemahaman soal cara penularannya menjadi kunci pencegahan.

Baca juga: Kasus Virus Nipah Meningkat di India, Ini Gejala yang Perlu Diwaspadai

Virus Nipah berasal dari hewan

Epidemiolog Griffith University Australia, Dr. Dicky Budiman B.Med, MScPH, PhD, menjelaskan bahwa virus Nipah adalah virus zoonotik, yaitu penyakit yang menular dari hewan ke manusia.

“Reservoir alaminya adalah kelelawar buah dari genus Pteropus,” kata Dicky saat dihubungi Kompas.com, Rabu (28/1/2026).

Ia menegaskan, virus Nipah tidak bisa hidup di luar tubuh makhluk hidup. Artinya, penularan hanya terjadi ketika virus masuk ke tubuh inangnya, baik hewan maupun manusia.

Baca juga: Dari Kelelawar ke Manusia, Ini Penyebab Virus Nipah di Balik Wabah India

Cara penularan virus Nipah dari hewan ke manusia

Ilustrasi flu. Epidemiolog menjelaskan bagaimana virus Nipah berpindah dari hewan ke manusia dan apa yang perlu diwaspadai.Freepik Ilustrasi flu. Epidemiolog menjelaskan bagaimana virus Nipah berpindah dari hewan ke manusia dan apa yang perlu diwaspadai.

Menurut Dicky, penularan virus Nipah ke manusia paling sering terjadi melalui kontak tidak langsung dengan kelelawar buah.

“Penularan umumnya melalui konsumsi buah atau produk pangan yang terkontaminasi air liur atau urine kelelawar,” jelasnya.

Selain itu, virus juga dapat menular melalui hewan perantara, terutama babi, yang terinfeksi setelah kontak dengan kelelawar.

Manusia kemudian tertular saat memegang, merawat, atau mengonsumsi produk dari hewan tersebut tanpa pengolahan yang aman.

Kemenkes juga mencatat bahwa konsumsi nira atau aren mentah dari pohon yang terpapar kelelawar menjadi salah satu faktor risiko penularan.

Baca juga: Waspada Virus Nipah dengan Gejala Mirip Flu yang Berakibat Fatal, Ini Penjelasan Kemenkes

Penularan antar manusia memang bisa terjadi, meski tidak sering. Dicky menyebut, risiko muncul ketika ada kontak erat dengan cairan tubuh penderita, seperti air liur atau droplet pernapasan.

“Ini sering terjadi di lingkungan keluarga atau fasilitas kesehatan jika tidak menggunakan alat pelindung diri yang memadai,” ujarnya.

Karena itu, tenaga kesehatan, keluarga pasien, serta perawat menjadi kelompok yang perlu kewaspadaan ekstra.

Baca juga: Situasi Terkini Ancaman Virus Nipah di Indonesia, Ini Cara Pencegahannya Menurut Kemenkes

Gejala awal sering mirip flu

Salah satu tantangan virus Nipah adalah gejalanya yang tidak khas pada awal infeksi. Dicky menjelaskan, keluhan awal biasanya mirip flu, seperti:

  • Demam tinggi mendadak
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Mual
  • Muntah
  • Batuk atau sesak napas

Pada kondisi berat, pasien bisa mengalami radang otak (ensefalitis), kejang, penurunan kesadaran, hingga koma. Tingkat kematian pada kasus berat dilaporkan berkisar 40–75 persen.

Baca juga: Bukan Hanya di India, Ini Alasan Mengapa Indonesia Jadi Hotspot Alami Virus Nipah

Pencegahan jadi kunci

Hingga kini belum tersedia vaksin atau terapi spesifik untuk virus Nipah. Karena itu, pencegahan menjadi langkah paling penting.

Kemenkes dan para pakar mengimbau masyarakat untuk:

  • tidak mengonsumsi buah dengan bekas gigitan hewan,
  • mencuci dan mengupas buah sebelum dikonsumsi,
  • menghindari nira atau produk hewani mentah,
  • serta menghindari kontak dengan hewan yang sakit atau mati mendadak.

“Virus Nipah adalah contoh nyata bahwa kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan saling terhubung,” kata Dicky.

Baca juga: Bukan Lima Kasus, Ini Penjelasan Resmi India Soal Situasi Terkini Wabah Virus Nipah

Tag:  #waspadai #demam #mendadak #cara #penularan #virus #nipah #kata #ahli #epidemiologi

KOMENTAR