Rutin Olahraga Sejak Muda Bantu Cegah Hipertensi di Usia Paruh Baya
Hipertensi atau tekanan darah tinggi masih menjadi salah satu masalah kesehatan paling serius di dunia. Kondisi ini berkontribusi besar terhadap risiko serangan jantung dan stroke, serta dikaitkan dengan peningkatan risiko demensia di kemudian hari.
Ironisnya, banyak penderita tidak menyadari bahwa tekanan darah mereka sudah berada di atas batas normal, sehingga hipertensi kerap dijuluki sebagai “pembunuh senyap”.
Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan, lebih dari satu dari empat pria dan sekitar satu dari lima wanita hidup dengan hipertensi.
Di tengah tingginya angka tersebut, penelitian terus mencari cara efektif untuk menekan risikonya. Salah satu faktor yang konsisten terbukti berperan penting adalah aktivitas fisik.
Olahraga rutin harus jadi gaya hidup
Sejumlah studi menunjukkan olahraga dapat membantu menurunkan tekanan darah. Namun, penelitian yang dipublikasikan pada 2021 menyoroti satu hal penting: manfaat perlindungan terhadap hipertensi tidak cukup dicapai dengan aktif bergerak di usia muda saja, tetapi perlu dipertahankan hingga usia dewasa.
Penelitian yang melibatkan lebih dari 5.000 orang dewasa di empat kota di Amerika Serikat ini melacak kondisi kesehatan peserta selama hampir tiga dekade.
Para peneliti memantau tekanan darah secara berkala, sekaligus mencatat kebiasaan olahraga, merokok, dan konsumsi alkohol.
Hasilnya menunjukkan pola yang konsisten. Tingkat aktivitas fisik cenderung menurun tajam sejak usia 18 hingga 40 tahun, sementara angka hipertensi justru meningkat seiring bertambahnya usia. Pola ini terlihat pada berbagai kelompok, baik pria maupun wanita, serta lintas ras.
“Remaja dan dewasa muda umumnya cukup aktif, tetapi kebiasaan ini sering berubah ketika memasuki usia dewasa,” ujar Kirsten Bibbins-Domingo, ahli epidemiologi dari University of California, San Francisco (UCSF), saat studi ini dipublikasikan.
Para peneliti menilai masa dewasa muda sebagai periode krusial untuk mencegah hipertensi di usia paruh baya. Hampir separuh peserta dalam penelitian ini tercatat memiliki tingkat aktivitas fisik yang kurang, dan kondisi tersebut berkaitan erat dengan munculnya tekanan darah tinggi di kemudian hari.
Menariknya, peserta yang rutin melakukan olahraga intensitas sedang sekitar lima jam per minggu di usia dewasa awal (sekitar dua kali lipat dari rekomendasi minimum saat ini), memiliki risiko hipertensi yang jauh lebih rendah.
Manfaat tersebut paling besar terlihat pada mereka yang mampu mempertahankan kebiasaan rutin olahraga hingga usia lanjut.
“Memenuhi standar minimum aktivitas fisik mungkin belum cukup, meningkatkan durasi dan konsistensi olahraga sejak usia muda dapat menjadi strategi penting untuk menekan risiko hipertensi," kata Jason Nagata, penulis utama studi ini.
Temuan ini memperkuat pesan bahwa menjaga tubuh tetap aktif bukan hanya soal kebugaran jangka pendek, melainkan investasi kesehatan jantung dalam jangka panjang.
Tag: #rutin #olahraga #sejak #muda #bantu #cegah #hipertensi #usia #paruh #baya