Tren Fibermaxxing di TikTok, Apakah Perbanyak Serat Bisa Cegah Kanker?
Ilustrasi sayuran (canva.com)
08:30
22 Januari 2026

Tren Fibermaxxing di TikTok, Apakah Perbanyak Serat Bisa Cegah Kanker?

- Fibermaxxing adalah sebuah tren kesehatan di TikTok, di mana warganet di media sosial tersebut mempopulerkan lagi manfaat serat. Mereka juga mengajak orang-orang untuk memprioritaskan makanan tinggi serat guna memenuhi asupan serat harian.

"Mengonsumsi serat yang cukup sering kali diabaikan, padahal ini termasuk salah satu hal paling sehat yang bisa kita lakukan untuk diri sendiri," ungkap ahli gizi klinis Cara Anselmo, MS, RDN, dikutip dari situs web Memorial Sloan Kettering Cancer Center (MSKCC), Rabu (21/1/2026).

Pakar nutrisi kanker payudara sekaligus spesialis di bidang obesitas dan manajemen berat badan di MSKCC ini menambahkan, fibermaxxing alias meningkatkan konsumsi serat, berkaitan dengan penurunan risiko kanker kolorektal.

Bagaimana serat bantu mengurangi risiko kanker kolorektal?

Sejak lama, mengonsumsi serat dalam jumlah lebih tinggi dikaitkan dengan penurunan risiko beberapa jenis kanker, terutama kanker kolorektal.

Berdasarkan informasi dari akun Instagram Yayasan Kanker Indonesia, kanker kolorektal atau kanker usus besar, menempati peringkat keempat sebagai kasus kanker terbanyak, dan peringkat kelima penyebab kematian akibat kanker, di Indonesia.

Memperbaiki mikrobioma

Ahli gizi Anselmo menjelaskan, serat memperbaiki mikrobioma tubuh. Ini merupakan salah satu cara utama serat membantu melindungimu dari kanker usus besar.

Sebab, serat mendukung keseimbangan bakteri baik di usus besar, yang dikenal sebagai mikrobioma. Serat tetap berada di usus besar setelah komponen makanan lain diserap oleh tubuh.

“Ketika serat difermentasi oleh bakteri di usus besar, mereka menghasilkan metabolit yang dapat menurunkan peradangan dan melindungi sel-sel usus besar agar tidak berubah menjadi sel kanker," jelas Anselmo.

Metabolit ini juga berperan dalam mengaktifkan sistem imun dan meningkatkan perlindungan antikanker.

Menurunkan kolesterol dan paparan makanan tidak sehat

Serat juga memberikan efek lain yang membantu memperbaiki kesehatan metabolik, yang secara tidak langsung menurunkan risiko beberapa jenis kanker.

Misalnya, serat dapat mempercepat pergerakan makanan di saluran cerna, sehingga mengurangi waktu paparan tubuh terhadap makanan yang kurang sehat. Selain itu, serat berperan dalam menurunkan kadar kolesterol.

Apa itu pola makan tinggi serat?

Fibermaxxing atau pola makan tinggi serat adalah mengonsumsi makanan yang kaya akan jenis karbohidrat, yang umumnya berasal dari pangan nabati seperti buah, sayuran, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, dan polong-polongan.

Asupan lebih dari 25 hingga 30 gram serat per hari biasanya sudah dikategorikan sebagai pola makan tinggi serat. Sebagian besar orang menargetkan konsumsi serat sekitar 25 gram per hari.

"Sebagian besar serat sebaiknya berasal dari makanan utuh seperti biji-bijian utuh, sayuran, dan buah,” saran Anselmo.

Produk dengan tambahan serat umumnya tidak berbahaya dan bisa memberi manfaat tertentu, tetapi tetap tidak seoptimal sumber serat dari makanan utuh.

Anselmo juga menyarankan peningkatan asupan serat dilakukan secara bertahap, misalnya dengan mengganti roti putih dan pasta biasa dengan versi gandum utuh.

Apakah harus fibermaxxing untuk mencegah kanker?

Meski pola makan kaya serat menawarkan banyak manfaat kesehatan, mengonsumsi serat melebihi kebutuhan tubuh, tidak serta-merta mencegah kanker.

Anselmo juga mengingatkan bahwa peningkatan asupan serat secara drastis, seperti dalam praktik fibermaxxing, dapat menimbulkan gangguan pencernaan.

Menjaga kecukupan cairan sangat penting saat meningkatkan asupan serat, untuk meminimalisir keluhan seperti perut kembung dan rasa tidak nyaman di perut, seiring saluran cerna beradaptasi dengan perubahan tersebut.

Anselmo juga menegaskan bahwa pasien kanker sebaiknya selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menerapkan pola makan khusus, baik sebelum, selama, maupun setelah menjalani perawatan.

Lebih lanjut, jika masih belum yakin dengan fibermaxxing, sebaiknya jangan asal coba dan lebih baik berkonsultasi dulu dengan dokter.

Tag:  #tren #fibermaxxing #tiktok #apakah #perbanyak #serat #bisa #cegah #kanker

KOMENTAR