Super Flu pada Pasien Komorbid, Ini Tanda Bahaya yang Tidak Boleh Diabaikan
Super flu dapat berubah menjadi kondisi berbahaya ketika menyerang pasien dengan penyakit penyerta, terutama jika penanganan terlambat dilakukan.
Pada kelompok komorbid, infeksi influenza tidak selalu berhenti sebagai flu biasa, tetapi dapat memicu perburukan penyakit kronis hingga komplikasi serius.
Dokter spesialis paru dr. Erlang Samoedro, Sp.P(K), menegaskan bahwa mengenali tanda bahaya sejak awal menjadi kunci agar pasien tidak terlambat mendapatkan pertolongan medis.
Risiko inilah yang membuat pasien dengan komorbid perlu memperlakukan flu secara berbeda dibandingkan orang sehat.
Pasien komorbid tidak boleh menunda ke rumah sakit
Pada pasien dengan penyakit penyerta, daya tahan tubuh tidak bekerja seoptimal orang tanpa komorbid.
Erlang menjelaskan bahwa sistem imun yang menurun membuat virus influenza lebih mudah berkembang dan memicu peradangan berat.
“Pada kelompok rentan bayi balita orang tua dan yang punya komorbid dapat menjadi berat karena sistem imunnya menurun pada kelompok tersebut dan perburukan komorbid karena inflamasi atau peradangan yang terjadi,” kata Erlang saat diwawancarai Kompas.com, Kamis (15/1/2026).
Peradangan ini dapat memperburuk kondisi penyakit kronis yang sebelumnya terkendali, sehingga flu yang awalnya tampak ringan bisa berkembang cepat menjadi kondisi serius.
Siaran pers Perhimpunan Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik Indonesia (PAMKI) yang diterima Kompas.com pada Selasa (13/1/2026) juga menegaskan bahwa influenza dapat memicu pneumonia serta perburukan penyakit jantung, paru, dan diabetes, terutama pada pasien dengan penyakit penyerta.
Tanda bahaya super flu pada pasien komorbid
Flu pada pasien komorbid perlu dipantau secara ketat sejak awal munculnya gejala.
Erlang menyebutkan bahwa ada sejumlah tanda yang menunjukkan kondisi mulai berkembang menjadi berat dan memerlukan pemeriksaan medis segera.
“Perlu ke petugas kesehatan bila ada tanda-tanda penyakit menjadi berat seperti nyeri dada, sesak napas, perubahan warna dari dahak serta perburukan dari komorbidnya,” ujarnya.
Gejala tersebut menandakan bahwa infeksi tidak lagi terbatas pada saluran napas atas dan berisiko menimbulkan komplikasi serius.
Banyak pasien masih menganggap flu sebagai penyakit ringan yang cukup diatasi dengan istirahat di rumah.
Pada pasien komorbid, kebiasaan menunda pemeriksaan justru dapat mempercepat perburukan kondisi.
PAMKI mengingatkan bahwa influenza sering diremehkan, padahal pada kelompok berisiko dapat berujung pada rawat inap hingga kematian jika tidak ditangani dengan tepat.
Apa yang harus dilakukan jika punya komorbid dan terkena super flu?
Langkah paling penting adalah tidak menganggap flu sebagai penyakit sepele.
Pemantauan gejala sejak hari-hari awal perlu dilakukan secara serius, terutama pada pasien dengan riwayat penyakit jantung, diabetes, gangguan paru, atau penyakit kronis lainnya.
Konsultasi ke tenaga kesehatan perlu segera dilakukan ketika muncul tanda perburukan, tanpa menunggu kondisi menjadi sangat berat.
Penanganan dini memberi peluang lebih besar untuk mencegah komplikasi dan menjaga penyakit kronis tetap terkendali.
Peran vaksin influenza bagi pasien komorbid
Vaksin influenza tetap memiliki peran penting dalam melindungi kelompok berisiko.
Erlang mengatakan vaksinasi memang tidak sepenuhnya mencegah infeksi, tetapi dapat membantu menurunkan tingkat keparahan penyakit.
“Vaksinasi influenza saat ini tidak sepenuhnya melindungi, tapi mengurangi derajat keparahan akibat virus influenza tersebut,” kata Erlang.
PAMKI juga menegaskan bahwa vaksin influenza berperan dalam menekan risiko penyakit berat dan kematian, terutama pada pasien dengan komorbid.
Kewaspadaan Menjadi Penentu Keselamatan
Bagi pasien dengan penyakit penyerta, super flu bukan kondisi yang bisa ditangani dengan menunggu hingga sembuh sendiri.
Mengenali tanda bahaya dan segera mencari pertolongan medis menjadi langkah penting agar flu tidak berkembang menjadi kondisi yang mengancam nyawa.
Tag: #super #pada #pasien #komorbid #tanda #bahaya #yang #tidak #boleh #diabaikan