Israel Mulai Ditekan Negara Eropa, Soroti Kekerasan terhadap Warga Palestina
Tentara Israel melakukan serangan di kamp Nur Shams di dekat Kota Tulkarm di Tepi Barat yang diduduki Israel pada 28 Agustus 2024.(GETTY IMAGES via BBC INDONESIA)
21:36
22 Mei 2026

Israel Mulai Ditekan Negara Eropa, Soroti Kekerasan terhadap Warga Palestina

- Italia, Prancis, Inggris, dan Jerman mendesak Israel untuk menghentikan perluasan pemukimannya di Tepi Barat, Palestina.

Negara-negara Eropa itu mengatakan tindakan pemerintah Tel Aviv tersebut merusak stabilitas dan prospek solusi dua negara.

"Kami menyerukan kepada pemerintah Israel untuk mengakhiri perluasan pemukiman dan kekuasaan administratifnya, memastikan pertanggungjawaban atas kekerasan pemukim dan menyelidiki tuduhan terhadap pasukan Israel," kata negara-negara tersebut dalam pernyataan bersama pada Jumat (22/5/2026).

Mereka mencatat, situasi di Tepi Barat memburuk secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir dan kekerasan terhadap Palestina berada di tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

"Kebijakan dan praktik pemerintah Israel, termasuk penguatan lebih lanjut kendali Israel, merusak stabilitas dan prospek solusi dua negara," demikian bunyi pernyataan tersebut.

Baca juga: Israel Tuding Iran Mau Curi Start Serang Teluk, di Ambang Perang Lagi


Mengutuk rencana pemukiman E1 Israel

Negara-negara tersebut mengutuk rencana pemukiman E1 Israel dan menganggap itu akan menjadi pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

Pemukiman E1 merupakan proyek baru yang diperkirakan akan membangun sekitar 3.400 unit perumahan di Tepi Barat yang diduduki, di atas lahan seluas 12 kilometer persegi.

"Perusahaan tidak boleh mengajukan penawaran untuk tender konstruksi E1 atau pembangunan pemukiman lainnya,” bunyi pernyataan negara-negara tersebut.

Baca juga: Presiden Korsel Murka 2 Warganya Ditahan Israel, Mau Balas Tangkap Netanyahu

“Mereka harus menyadari konsekuensi hukum dan reputasi dari partisipasi dalam pembangunan pemukiman termasuk risiko terlibat dalam pelanggaran serius terhadap hukum internasional," sambungnya.

Pernyataan tersebut juga menyerukan Israel untuk mencabut pembatasan keuangan terhadap Otoritas Palestina dan ekonomi Palestina.

Keempat negara tersebut juga "sangat menentang siapa pun, termasuk anggota pemerintah Israel, yang berpendapat untuk aneksasi dan pengusiran paksa penduduk Palestina".

Baca juga: Pengakuan Aktivis Flotilla Gaza yang Ditangkap Israel, Ada yang sampai Patah Tulang

Ketegangan antara Eropa dan Israel

Sebuah kapal Angkatan Laut Israel mencegat armada Global Sumud Flotilla yang sedang menuju Gaza untuk mencoba mengirimkan bantuan, di laut pada 18 Mei 2026.DOK GLOBAL SUMUD FLOTILLA via BBC INDONESIA Sebuah kapal Angkatan Laut Israel mencegat armada Global Sumud Flotilla yang sedang menuju Gaza untuk mencoba mengirimkan bantuan, di laut pada 18 Mei 2026.

Sejak perang di Gaza pecah pada Oktober 2023, kekerasan yang hampir setiap hari juga mengguncang Tepi Barat, yang telah diduduki Israel sejak 1967.

Pernyataan bersama Italia, Prancis, Inggris, dan Jerman muncul setelah pekan yang tegang dalam hubungan Eropa-Israel

Menyusul publikasi sebuah video yang mengungkap perlakuan keras terhadap aktivis Eropa dari armada yang menuju Gaza saat berada dalam tahanan Israel.

Baca juga: Menteri Israel Ejek Aktivis Flotilla, Langsung Diserbu Kecaman

Menteri keamanan nasional sayap kanan Israel, Itamar Ben Gvir, mempublikasikan video yang menunjukkan para aktivis dipaksa berlutut dengan dahi menempel di tanah dan tangan terikat.

Italia dan Spanyol kemudian menyerukan Uni Eropa untuk memberikan sanksi kepada Ben Gvir, dan Irlandia mendesak Uni Eropa untuk mengambil tindakan terhadap Israel atas perlakuan terhadap para aktivis tersebut, menurut surat yang bocor yang dilihat oleh AFP.

Sementara itu, Inggris memanggil diplomat senior Israel di Inggris setelah melihat apa yang disebutnya sebagai video yang menghasut.

Tag:  #israel #mulai #ditekan #negara #eropa #soroti #kekerasan #terhadap #warga #palestina

KOMENTAR