Herdman Bahas ''No 9'' Timnas Indonesia: Haaland Tak Jatuh dari Langit
- John Herdman menyinggung kerinduan Timnas Indonesia akan sosok ujung tombak tajam. Herdman bilang seorang Erling Haaland tak jatuh dari langit.
John Herdman mengatakannya pada Jumat (22/5/2026) kepada awak media, di Stadion Madya, Komplek Gelora Bung Karno.
Figur bomber haus gol dirasa merupakan kepingan yang akan melengkapi kekuatan Timnas Indonesia.
Kehadiran Ole Romeny sempat menjawab kerinduan itu. Ole Romeny selalu bikin gol dalam tiga laga pertamanya bareng Skuad Garuda
Namun, begitu problem kebugaran menghampiri Ole Romeny, persiapan Timnas Indonesia menyongsong ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada Oktober 2025 silam juga jadi kurang maksimal.
Baca juga: Kata John Herdman soal Duel Lawan Oman dan Mozambik
Timnas Indonesia yang kala itu masih dibesut Patrick Kluivert, kalah dari Arab Saudi (2-3) dan Irak (0-1) di ronde empat Kualifikasi Piala Dunia 2026 dan gagal bikin gol dari skema permainan terbuka.
Sepasang gol ke gawang Arab Saudi muncul dari sepakan penalti Kevin Diks. Ketajaman kembali jadi pertanyaan ketika Timnas Indonesia buntu dan kalah 0-1 dalam laga FIFA Series melawan Bulgaria pada Maret 2026 silam.
John Herdman mengaku membuka sejumlah kemungkinan untuk mendatangkan amunisi tambahan di sektor depan.
Belakangan, nama Luke Vickery (Macarthur FC) serta Mitchell Baker (Colorado Rapids) disebut-sebut akan menjalani proses naturalisasi dan bergabung dengan Timnas Indonesia arahan John Herdman.
"Ya, maksud saya, kami sedang mempertimbangkan sejumlah pemain diaspora. Sejak saya datang, kami telah mengevaluasi lebih dari 16 pemain."
Baca juga: EKSKLUSIF John Herdman Respons Ekspektasi Masyarakat Jelang ASEAN Championship 2026
"Saya telah berbicara dengan lebih dari 16 pemain diaspora sejak berada di sini. Dan itu adalah proses yang berkelanjutan. Kami menemukan mereka, kami berbicara dengan mereka, kami membicarakan masa depan," ujar Herdman.
"Jadi kami akan terus bekerja sama dengan pemain diaspora, saya belum akan menyebutkan nama-nama mereka. Kami akan membiarkan itu terjadi karena ini adalah sebuah proses, ada banyak orang yang terlibat. Tetapi kami sedang memperkuat, kami akan memperkuat tim ini," ucap John Herdman.
Kendati demikian, Herdman tak mau publik hanya berfokus kepada pencarian seorang pemain nomor sembilan sejati.
Pelatih Timnas Indonesia John Herdman memberi arahan kepada anak asuhnya saat laga pertandingan Final FIFA Series 2026 antara Indonesia vs Bulgaria di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (30/3/2026).
Solusi dari John Herdman
Ia ingin timnya mampu menemukan gol dari mana saja, bukan cuma menggantungkan kepada seorang penyerang.
"Negara ini, kita terus berbicara tentang 'nomor sembilan', seorang penyerang tengah, Indonesia membutuhkan penyerang tengah. Indonesia membutuhkan mentalitas dalam tim bahwa setiap orang bisa mencetak gol," ujar Herdman menjelaskan.
"Dan kita harus membangun mentalitas pencetak gol. Entah Anda seorang bek sayap, penyerang sayap, atau gelandang tengah, kita harus melihat momennya, kita harus melatih momen tersebut agar lebih banyak pemain menyerang kotak penalti, lebih banyak pemain yang percaya diri bisa masuk ke area mencetak gol."
"Bek tengah bertanggung jawab atas bola mati. Jadi menurut saya pelajaran besarnya adalah saya terus mendengar 'Indonesia tidak punya penyerang tengah', tetapi tanggapan saya terhadap itu adalah solusinya adalah mengubah pola pikir para pemain," tutur Herdman.
Menurut Herdman, Timnas Indonesia selama ini masih bermain terlalu pasif dan terlalu mengandalkan skema transisi.
Kini, Herdman ingin membangun tim yang mampu menciptakan situasi "overload" alias keunggulan jumlah pemain dalam setiap bidang permainan.
Herdman sadar bahwa talenta spesial tak selalu datang. Karena itu, cara terbaik untuk meningkatkan agresivitas adalah dengan kolektivitas.
"Karena bagi saya, jika kita bisa membuat pemain lokal percaya dan berpikir 'kita tidak butuh penyerang tengah, kita butuh orang di mana saja di setiap posisi yang percaya dan berpikir tentang mencetak gol'," ujar John Herdman.
Bakat seperti Erling Haaland Tak Sering Jatuh dari Langit
Herdman teringat masanya melatih Timnas Kanada di mana kala itu dirinya menyaksikan bertumbuhnya sejumlah bakat menjanjikan semodel Jonathan David, Tajon Buchanan, dan Alphonso Davies.
"Bagi saya itu adalah langkah terbesar yang bisa dilakukan tim ini. Karena Haaland mungkin tak jatuh dari langit dalam empat tahun," ujar Herdman menyinggung bomber tajam Man City, Erling Haaland.
"Mungkin saja. Di Kanada, Jonathan David muncul begitu saja, Tajon Buchanan, Alphonso Davies... itu bisa terjadi."
"Tetapi di beberapa negara mungkin tidak. Jadi bagi saya, saya bersiap untuk tidak bergantung pada momen munculnya penyerang tengah yang luar biasa ini. Kami akan melatih tim ini untuk mencetak gol dari setiap posisi. Itulah misinya," ucap pelatih asal Consett, Inggris, tersebut.
Tag: #herdman #bahas #timnas #indonesia #haaland #jatuh #dari #langit