Iran Bangun Lagi Kekuatan Selama Gencatan Senjata, Siap Hancurkan AS
Foto dari Islamic Consultative Assembly News Agency (ICANA) ini memperlihatkan para anggota parlemen Iran berseragam Korps Garda Revolusi (IRGC) meneriakkan Matilah Amerika dalam pertemuan di Teheran, 1 Februari 2026.(ICANA NEWS AGENCY via AFP)
22:06
23 Mei 2026

Iran Bangun Lagi Kekuatan Selama Gencatan Senjata, Siap Hancurkan AS

- Iran mengeklaim berhasil membangun kembali kekuatan militer mereka selama enam minggu gencatan senjata, dan siap menghancurkan pasukan Amerika Serikat (AS).

Negosiator utama sekaligus Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan, negaranya siap memberikan respons yang jauh lebih mematikan jika AS kembali menyulut konflik.

"Angkatan bersenjata kami sudah membangun kembali diri mereka sendiri selama periode gencatan senjata sedemikian rupa, sehingga jika Trump melakukan tindakan bodoh lainnya dan memulai kembali perang, pasti akan lebih menghancurkan dan pahit bagi Amerika Serikat daripada hari-hari pertama perang," tulis Ghalibaf melalui akun media sosialnya, Sabtu (23/5/2026), dikutip dari AFP.

Baca juga: Iran Sebut Trump Tak Punya Pilihan untuk Damai Selain Terima Tuntutan Teheran

Pernyataan tegas ini dilontarkan menyusul ancaman Presiden AS Donald Trump, yang berniat mengakhiri gencatan senjata rapuh meski sejatinya telah menghentikan perang sejak 8 April 2026.

Geliat diplomasi di Teheran

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf (kanan) berjabat tangan dengan Kepala Militer Pakistan Asim Munir (kiri), sebelum pertemuan mereka di Teheran pada 16 April 2026.KANTOR KETUA PARLEMEN IRAN via AFP Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf (kanan) berjabat tangan dengan Kepala Militer Pakistan Asim Munir (kiri), sebelum pertemuan mereka di Teheran pada 16 April 2026.Peringatan Ghalibaf dikeluarkan seusai dirinya melakukan pertemuan di Teheran dengan Kepala Angkatan Darat Pakistan, Marsekal Lapangan Asim Munir.

Munir merupakan tokoh sentral dalam upaya diplomatik internasional untuk merumuskan kesepakatan damai guna mengakhiri perang.

Asim Munir tiba di Teheran sejak Jumat (22/5/2026), dan langsung bergerak cepat menggelar serangkaian pembicaraan dengan para pejabat tinggi Iran.

Berdasarkan keterangan dari Kementerian Luar Negeri Iran, Munir melakukan diskusi maraton hingga larut malam bersama Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi.

Kedua pihak secara intensif membahas upaya dan inisiatif diplomatik terbaru yang untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan mengakhiri perang.

Tak berhenti di situ, situs web kepresidenan Iran juga merilis foto yang menunjukkan pertemuan antara Munir dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Sabtu, sesaat sebelum Munir menghadiri pertemuan kedua dengan Araghchi.

Stasiun televisi negara IRIB melaporkan, agenda lanjutan di Kemenlu Iran tersebut diperkirakan menjadi diskusi hukum yang sangat detail dan mungkin panjang.

Baca juga: Jenderal Buronan Interpol Ambil Peran Kunci dalam Perang Iran-AS

Galang dukungan regional

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi saat berbicara di acara Forum Al Jazerra ke-17 di Doha, Qatar, 7 Februari 2026.AFP/KARIM JAAFAR Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi saat berbicara di acara Forum Al Jazerra ke-17 di Doha, Qatar, 7 Februari 2026.Di samping menerima kunjungan utusan Pakistan, Araghchi juga terpantau sibuk menggalang komunikasi dengan negara-negara tetangga.

Kantor berita negara IRNA melaporkan, Menlu Iran itu melakukan panggilan diplomatik dengan menteri luar negeri dari Turkiye, Irak, dan Qatar.

Selain ketiga negara tersebut, diplomat utama Iran ini juga berbicara dengan Menteri Luar Negeri Oman, Badr Albusaidi.

Menurut laporan IRNA, komunikasi tersebut mendiskusikan upaya dan tren diplomatik yang sedang berlangsung untuk mencegah eskalasi ketegangan dan mengakhiri perang.

Selama ini, Oman memang dikenal sebagai mediator tradisional yang menjembatani komunikasi antara Iran dan AS.

Sementara itu, dalam konflik segitiga yang melibatkan Iran, AS, dan Israel saat ini, Iran memosisikan Pakistan sebagai pihak yang memainkan peran mediasi utama.

Baca juga: AS Tawarkan Proposal Baru ke Iran, Disebut Siap Akhiri Operasi Militer dan Cabut Sanksi

Tag:  #iran #bangun #lagi #kekuatan #selama #gencatan #senjata #siap #hancurkan

KOMENTAR