Waspada Bahaya Komplikasi Hipertensi yang Jarang Dibahas
- Penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi sering kali dijuluki sebagai silent killer karena gejalanya yang jarang disadari meski sebenarnya kerusakan pembuluh darah tetap terjadi.
Kerusakan pada dinding pembuluh darah akibat hipertensi dapat menjalar secara perlahan ke berbagai organ vital lainnya.
Jika dibiarkan tanpa penanganan medis yang disiplin, komplikasi yang ditimbulkan berpotensi menyebabkan berbagai gangguan kesehatan.
Ketua Perhimpunan Hipertensi Indonesia (InaSH), dr. Eka Harmeiwaty, Sp.S(K), mengatakan dampak dari hipertensi bukan cuma serangan jantung dan stroke.
"Hipertensi selain stroke juga bisa menyebabkan pasien jadi pikun, demensia. Mungkin ini enggak banyak dibahas, selalunya dibahas serangan jantung, stroke, dan gagal ginjal," katanya dalam acara peluncuran tensimeter Omron SF Series di Jakarta Selatan, Rabu (20/5/2026).
Baca juga: Hipertensi Ditemukan pada Siswa Saat Cek Kesehatan Gratis, Kenapa Bisa Terjadi?
Sederet komplikasi hipertensi yang jarang disadari
Risiko kepikunan dini dan gangguan penglihatan
Kerusakan pembuluh darah akibat tensi yang tinggi dapat terjadi pada seluruh organ yang dialiri oleh darah.
Di bagian otak, kerusakan pada pembuluh darah berukuran kecil dapat mematikan sel-sel saraf secara perlahan yang berujung pada penurunan daya ingat akut.
"Jadi demensia enggak harus stroke dulu. Hipertensi bisa langsung dan disebut dengan cerebral small vessel disease, gangguan pembuluh darah kecil," jelas dr. Eka.
Baca juga: 7 Tanda Awal Demensia Menurut Psikiater, dari Gangguan Memori hingga Sulit Fokus
Ketua Perhimpunan Hipertensi Indonesia (InaSH), dr. Eka Harmeiwaty, Sp.S(K), dalam acara peluncuran tensimeter Omron SF Series di Jakarta Selatan, Rabu (20/5/2026).
Selain otak, organ mata juga rentan mengalami pendarahan akibat tingginya tekanan.
Penyiar radio Iwet Ramadhan, yang merupakan penyintas stroke, menceritakan peringatan awal dari tubuhnya yang kerap ia abaikan ketika didera stres dan kelelahan bekerja.
"Pas lagi meeting pembuluh darah di mata aku pecah. Dia spot merah. Setiap dua bulan, setiap tiga bulan tuh pembuluh darah aku pecah," tutur Iwet.
Baca juga: Kisah Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Belajar Dengarkan Sinyal Tubuh Setelah Hadapi Penyakit Serius
Mengabaikan kelainan pada mata akibat tekanan darah tinggi bisa berakibat sangat fatal.
Dokter Eka menegaskan bahwa retinopati hipertensi yang tidak segera ditangani secara serius dapat menghilangkan fungsi penglihatan.
"Kalau itu berlanjut terus, bisa menyebabkan kebutaan. Kebutaan bisa mendadak. Kalau tekanan darah tinggi pada usia muda juga bisa," tegas dr. Eka.
Ancaman gangguan irama jantung dan gagal jantung
Komplikasi lain yang luput dari perhatian para penderita tekanan darah tinggi adalah disfungsi pada kinerja organ jantung sebagai pemompa darah.
Baca juga: Bagaimana Tekanan Darah Tinggi Bisa Memicu Serangan Jantung
Kelompok orang yang paling berisiko mengalami penyumbatan pembuluh darah jantung.
Kondisi ini membuat jantung berdetak tidak beraturan, sehingga memicu terbentuknya gumpalan yang dapat mengalir dan menyumbat sirkulasi otak.
"Di jantung selain penyakit jantung koroner, bisa menyebabkan gangguan irama jantung, salah satunya adalah atrial fibrillation dan gagal jantung," kata dr. Eka.
Fibrilasi Atrium (Atrial Fibrillation), juga disebut AFiB atau AF, kerap muncul tersembunyi. Penderitanya hanya merasa sedikit berdebar, mudah lelah, atau sesak napas.
"Atrial fibrilasi adalah gangguan irama jantung yang ditandai dengan jantungnya berdebar-debar tidak teratur. Nadinya diraba, teratur apa tidak (untuk mengecek denyutnya)," ucap dr. Eka.
Baca juga: Detak Jantung Terlalu Cepat, Waspadai Gangguan Irama Jantung
Bahaya pembuluh darah robek akibat olahraga berat
Tidak adanya gejala yang mengganggu membuat banyak penderita hipertensi menganggap kondisinya bugar dan sehat. Bahkan tak sedikit penderita hipertensi yang tetap melakukan aktivitas fisik berat tanpa pernah memeriksakan berapa nilai tekanan darahnya.
Disampaikan oleh dr.Eka, olahraga angkat beban berat sangat dilarang bagi penderita karena dapat memicu tekanan berlebih pada pembuluh darah yang sudah rapuh.
"Sekarang sudah banyak banget kasusnya. Hati-hati, apalagi kalau mau fitness apa olahraga berat, kalau hipertensi, robek itu pembuluh darah," tutup dr. Eka.
Dalam beberapa kasus, pembuluh darah besar di leher atau dada bisa robek dan tidak memberikan waktu yang cukup bagi tim medis untuk menyelamatkan nyawa pasien. Hal ini menggarisbawahi perlunya memantau batas kemampuan tubuh sebelum berlatih.
Baca juga: 8 Hal Tak Terduga yang Sebabkan Tekanan Darah Tinggi, Termasuk Stres
Tag: #waspada #bahaya #komplikasi #hipertensi #yang #jarang #dibahas