John Herdman Alami Gangguan Kesehatan akibat Cuaca Ekstrem, Ini Risiko dan Cara Adaptasi Tubuh
Kasus John Herdman menjadi contoh bagaimana cuaca ekstrem dapat memengaruhi kesehatan jika tubuh belum beradaptasi.(AFP/MIGUEL MEDINA)
19:06
12 Januari 2026

John Herdman Alami Gangguan Kesehatan akibat Cuaca Ekstrem, Ini Risiko dan Cara Adaptasi Tubuh

Cuaca ekstrem di Indonesia menjadi tantangan awal bagi John Herdman setelah resmi tiba di Tanah Air sebagai pelatih baru Timnas Indonesia.

PSSI memastikan sesi konferensi pers perkenalan John Herdman yang semula dijadwalkan pada Senin (12/1/2026) harus ditunda karena kondisi kesehatan sang pelatih yang kurang fit.

Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji mengatakan, John Herdman mengalami gangguan kesehatan sesaat setelah tiba di Indonesia dan membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan kondisi cuaca.

“Sesi jumpa pers John Herdman mundur menjadi Selasa (13/1/2026), pukul 09.00 WIB di Hotel Mulia,” ujar Sumardji, seperti diberitakan Kompas.com, Senin.

Perubahan cuaca jadi faktor adaptasi

Sumardji menjelaskan bahwa John Herdman kemungkinan terkejut dengan kondisi cuaca di Indonesia yang berbeda jauh dari negara asalnya.

“Kondisinya kurang fit. Mungkin penyesuaian cuaca saja,” kata Sumardji.

John Herdman diketahui baru tiba di Indonesia pada Sabtu (10/1/2026) bersama keluarganya, di tengah cuaca Jakarta yang belakangan didominasi hujan deras dan kelembapan tinggi.

Risiko kesehatan akibat cuaca ekstrem

Ilustrasi cuaca panas. Kasus John Herdman menjadi contoh bagaimana cuaca ekstrem dapat memengaruhi kesehatan jika tubuh belum beradaptasi.Shutterstock/Panorama Images Ilustrasi cuaca panas. Kasus John Herdman menjadi contoh bagaimana cuaca ekstrem dapat memengaruhi kesehatan jika tubuh belum beradaptasi.

Dokter Spesialis Anak subspesialisasi Respirologi, Dr. dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A.(K), menjelaskan bahwa perubahan cuaca yang ekstrem dapat memicu gangguan kesehatan, terutama pada pendatang dari wilayah dengan iklim berbeda.

“Perbedaan suhu dan kelembapan yang signifikan bisa menyebabkan gangguan pernapasan, kelelahan, hingga penurunan daya tahan tubuh,” ujar Nastiti, seperti dikutip dari Antara, Selasa (23/12/2025).

Ia menambahkan bahwa tubuh memerlukan waktu untuk beradaptasi, terutama jika seseorang baru tiba dari wilayah dengan musim dingin atau suhu lebih stabil.

Kemenkes ingatkan dampak perubahan cuaca

Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan RI juga mengingatkan bahwa perubahan cuaca yang drastis dapat memengaruhi kondisi fisik seseorang, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Dalam keterangannya, Kemenkes menyebut cuaca panas ekstrem dapat memicu dehidrasi dan gangguan kardiovaskular, sementara cuaca hujan dan lembap meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan serta gangguan pencernaan.

Pasalnya, tubuh harus bekerja lebih keras untuk menjaga keseimbangan suhu saat cuaca berubah drastis.

Pentingnya adaptasi dan pencegahan

Nastiti menekankan pentingnya menjaga hidrasi, istirahat cukup, dan asupan nutrisi seimbang saat berada di lingkungan dengan cuaca ekstrem.

“Minum air yang cukup sangat penting meskipun tidak merasa haus, karena dehidrasi sering tidak disadari,” ujarnya.

Ia juga menyarankan penggunaan pakaian yang sesuai dengan kondisi cuaca serta membatasi aktivitas berlebihan pada masa awal adaptasi.

Aktivitas Timnas tetap berjalan

PSSI memastikan penundaan konferensi pers tidak mengganggu agenda utama Timnas Indonesia ke depan.

Pada sesi perkenalan yang dijadwalkan ulang, PSSI juga akan memperkenalkan Cesar Meylan sebagai asisten pelatih yang bertanggung jawab atas kebugaran dan performa fisik pemain.

Kehadiran John Herdman di Indonesia menjadi langkah besar bagi Timnas Indonesia, sekaligus mengingatkan pentingnya kesiapan fisik dan adaptasi kesehatan di tengah cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi.

Tag:  #john #herdman #alami #gangguan #kesehatan #akibat #cuaca #ekstrem #risiko #cara #adaptasi #tubuh

KOMENTAR