Sarapan Jadi Kunci Diet Tinggi Serat, Ini Cara Ahli Gizi Menurunkan Kolesterol
Sarapan disebut sebagai waktu paling strategis untuk meningkatkan asupan serat harian, terutama bagi mereka yang ingin menurunkan kadar kolesterol tanpa menjalani diet ekstrem.
Pandangan ini disampaikan oleh Rob Hobson, ahli gizi terdaftar asal Inggris, yang berhasil menurunkan kadar kolesterolnya dengan fokus menambah serat sejak pagi hari, seperti dilaporkan Business Insider.
Kolesterol tinggi jadi alarm awal
Hobson mengungkapkan bahwa perubahan pola makan ia lakukan setelah hasil tes menunjukkan kadar kolesterol LDL-nya tergolong tinggi.
Meski rutin berolahraga dan membatasi makanan ultra-proses serta lemak jenuh, ia menyadari bahwa asupan seratnya masih belum optimal.
Enam bulan setelah meningkatkan konsumsi serat, terutama saat sarapan, kadar kolesterolnya menunjukkan perbaikan signifikan.
Mengapa sarapan penting untuk asupan serat?
Ilustrasi makanan tinggi serat. Sarapan disebut sebagai waktu paling efektif untuk menambah asupan serat harian yang berperan penting dalam menurunkan kadar kolesterol secara bertahap.
Menurut Hobson, sarapan memberi peluang besar untuk memasukkan berbagai sumber serat dalam satu waktu makan.
“Pagi hari adalah waktu paling mudah untuk mendapatkan serat dari oat, kacang, dan biji-bijian,” ujar Hobson kepada Business Insider.
Ia menambahkan bahwa banyak orang melewatkan sarapan atau memilih menu rendah serat, sehingga kehilangan kesempatan awal memenuhi kebutuhan harian.
Hobson memiliki dua menu sarapan yang rutin ia konsumsi karena praktis dan kaya serat.
Menu pertama adalah Greek yogurt yang dipadukan dengan buah beri, oat, dan chia seed.
Menu kedua berupa overnight oats dengan susu, protein powder, buah, madu, serta campuran kacang dan biji-bijian.
Serat dan hubungannya dengan kolesterol
Serat, khususnya serat larut, berperan membantu mengikat kolesterol di saluran pencernaan sehingga mencegah penyerapannya ke dalam darah.
Menurut National Lipid Association, konsumsi 5–10 gram serat larut per hari dapat membantu menurunkan kadar kolesterol total dan kolesterol LDL.
Sumber serat larut yang mudah ditemukan antara lain oat, ubi, wortel, alpukat, serta biji chia dan biji rami.
Selain berdampak pada kolesterol, sarapan tinggi serat juga membantu menjaga rasa kenyang lebih lama.
Kondisi ini membuat seseorang cenderung mengurangi camilan tidak sehat dan porsi makan berlebih di siang hari.
Dengan rasa kenyang yang stabil, pola makan harian menjadi lebih terkontrol secara alami.
Pendekatan realistis tanpa diet ketat
Hobson menegaskan bahwa perubahan kecil yang konsisten lebih efektif dibandingkan diet ketat jangka pendek.
Ia menyarankan agar setiap orang memulai dengan memastikan ada sumber serat di piring sejak sarapan.
“Pastikan selalu ada sedikit serat di setiap waktu makan, dan sarapan adalah tempat terbaik untuk memulainya,” ujarnya.
Dengan memanfaatkan sarapan sebagai momen utama menambah serat, upaya menurunkan kolesterol menjadi lebih mudah, realistis, dan berkelanjutan.
Tag: #sarapan #jadi #kunci #diet #tinggi #serat #cara #ahli #gizi #menurunkan #kolesterol