Alasan Donasi Makanan Kemasan untuk Anak Korban Banjir Tak Disarankan
Anak korban banjir bermain bersama relawan disamping tumpukan kayu yang terbawa banjir di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (3/1/2026).(KOMPAS.COM/MASRIADI SAMBO)
13:12
6 Januari 2026

Alasan Donasi Makanan Kemasan untuk Anak Korban Banjir Tak Disarankan

- Makanan kemasan yang telah melalui banyak tahap pemrosesan alias Ultra-Processed Foods (UPF) seperti mi instan, sosis, nugget, dan sebagian besar biskuit, sering termasuk dalam donasi untuk korban bencana.

Kendati demikian, dr. Arifin K. Kashmir, SpA.,Mkes., Sp2 Gastroenterologi Anak, tidak menyarankan pemberian UPF sebagai donasi untuk anak-anak yang menjadi korban banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

“Makanan-makanan tersebut, seperti kemasan atau makanan instan, sebaiknya dihindari karena UPF biasanya rendah zat gizi esensial,” jelas dia saat dihubungi beberapa waktu lalu.

Adapun dr. Arifin adalah anggota Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (ILUNI FKUI) yang menjadi relawan di RSUD Aceh Tamiang sejak 27 Desember 2025.

Mengapa tidak disarankan?

Ia melanjutkan bahwa makanan ultra proses sering kali miskin protein, vitamin, dan mineral, serta tinggi gula dan garam.

“Kandungan gula yang tinggi bisa memperburuk diare dan tidak membantu mempercepat proses penyembuhan anak yang sedang sakit,” kata dr. Arifin.

Masih banyak orang yang memberikan bantuan makanan ultra proses berupa biskuit dan makanan kemasan, serta minuman berperisa, pada anak-anak korban bencana.

Padahal, hidangan tinggi gula bisa membuat air semakin tertarik ke dalam usus, yang membuat tinja mencair.

Memberi rasa kenyang palsu

Makanan ultra proses memang sama seperti makanan lainnya yang bisa membuat anak kenyang. Namun, ini hanyalah rasa kenyang palsu.

“Perlu diketahui, anak akan tampaknya kenyang sudah makan menurut persepsi orangtua. Tapi sebenarnya, hanya mengisi perut, tapi kebutuhan gizi tidak terpenuhi,” tutur dr. Arifin.

Alhasil, terlalu sering dan terlalu banyak mengonsumsi makanan ultra proses, berisiko menyebabkan penurunan status gizi, terutama pada bayi dan balita.

Jenis makanan yang bisa didonasikan

Menurut dr. Arifin, makanan bergizi adalah yang paling dibutuhkan oleh anak-anak untuk menjaga kesehatan mereka di tengah lingkungan pengungsian yang kurang higienis.

Makanan bergizi adalah makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, mineral, dan serat. Karbohidrat misalnya beras. Untuk protein bisa ikan, ayam, daging sapi, telur, tahu, atau tempe. Kemudian lemak sehat bisa dari buah alpukat atau kacang-kacangan, sedangkan vitamin, mineral, dan serat bisa dari buah-buahan dan sayuran warna-warni.

"Yang paling dibutuhkan dalam kesehatan anak mungkin dalam bentuk donasi makanan bergizi dan aman, terutama yang tinggi protein dan energi," ucap dr. Arifin.

Berdonasi untuk anak-anak korban bencana adalah hal yang mulia. Akan tetapi, dr. Ariifin mengingatkan bahwa mereka adalah masa depan yang sedang diuji.

“Dalam hal ini, niat baik itu belum cukup. Bantuan yang tepat bisa menyelamatkan, tetapi bantuan yang keliru justru akan memperburuk kondisi dan menambah risiko,” terang dia.

Tag:  #alasan #donasi #makanan #kemasan #untuk #anak #korban #banjir #disarankan

KOMENTAR