Jangan Donasikan Sufor untuk Bayi Korban Banjir Aceh Tamiang
- Donasi untuk para korban banjir bandang di Sumatera, termasuk Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, terus mengalir. Anak-anak dan bayi termasuk dalam kelompok rentan di tenda pengungsian.
Di antara berbagai barang donasi, sebaiknya hindari memberikan susu formula kepada bayi.
“Kami sangat menekankan donasi sufor tidak diberikan secara bebas di lokasi-lokasi bencana,” tegas dr. Arifin K. Kashmir, SpA.,Mkes., Sp2 Gastroenterologi Anak saat dihubungi beberapa waktu lalu.
Adapun dr. Arifin adalah anggota Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (ILUNI FKUI) yang menjadi relawan di RSUD Aceh Tamiang sejak 27 Desember 2025.
Mengapa donasi sufor secara bebas dilarang?
Sanitasi yang buruk
Kondisi terkini RSUD Aceh Tamiang di Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Minggu (28/12/2025).
Alasan pertama donasi sufor tidak direkomendasikan adalah sanitasi yang buruk. Sebab, untuk menyeduh sufor, orangtua memerlukan air bersih dan peralatan yang steril.
“Dan dalam kondisi bencana, air bersih dan sanitasi ini merupakan satu kemewahan. Sangat-sangat terbatas aksesnya,” terang dr. Arifin.
Ia menuturkan, penyajian sufor dengan air yang tidak aman, secara signifikan dapat meningkatkan risiko anak terjangkit penyakit seperti diare dan infeksi lainnya.
Pencucian dan penyimpanan yang tidak higienis
Selanjutnya, dalam kondisi pascabencana, bisa terjadi risiko pencucian dan penyimpanan botol atau dot, yang tidak higienis.
Terlepas dari jumlah botol atau dot yang berhasil diselamatkan, pencucian bisa tidak higienis karena terbatasnya air bersih di pengungsian. Begitu pula dengan penyimpanan di pengungsian yang sanitasinya kurang terjaga.
“Jadi, (misalnya) punya satu dot, dibersihkan lagi, dan itu juga terbatas cuma dibilas seadanya, bahkan tidak dibersihkan. Ini akan berkontribusi meningkatkan risiko infeksi, dan gizi menjadi tidak adekuat,” jelas dr. Arifin.
ASI sebagai asupan terbaik untuk bayi
Kondisi terkini RSUD Aceh Tamiang di Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Minggu (28/12/2025).
Air susu ibu (ASI) adalah asupan terbaik untuk bayi. Sebab, kandungan ASI yang diproduksi oleh tubuh ibu, sesuai dengan yang dibutuhkan oleh bayi.
Menurut dr. Arifin, bayi masih bisa diberikan ASI, meskipun dalam kondisi pascabencana. Pemberian sufor hanya akan membuat bayi lebih cepat berhenti mengonsumsi ASI.
“Padahal, kita ketahui bahwa ASI adalah susu yang paling aman, paling bersih, dan paling efektif dalam melindungi bayi dari diare dan ISPA (infeksi saluran pernapasan atas),” ujar dia.
“Dan ini (tidak mendonasikan sufor) merupakan rekomendasi yang sangat baik dan disetujui, disepakati, oleh seluruh organisasi di dunia. Karena itu, sufor tidak direkomendasikan pemberiannya pada saat bencana,” lanjut dr. Arifin.
Diatur dalam Surat Edaran Dinkes Aceh
Pelarangan pemberian sufor secara bebas atau sembarangan juga tertera dalam Surat Edaran Dinas Kesehatan Aceh Nomor 400.7.13/5122/2025 tentang Pengendalian Donasi Pengganti ASI (Produk Pengganti ASI), Botol Susu, dan Dot pada Situasi Darurat Bencana di Provinsi Aceh.
Berdasarkan Surat Edaran (SE) tersebut, diakses melalui situs web Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh, Senin (5/1/2026), pemberian sufor secara sembarangan di lingkungan pengungsian yang padat, serta keterbatasan air bersih dan sanitasi, berkaitan dengan kesehatan anak.
Pemberian sufor dalam situasi seperti itu disebut terbukti dapat meningkatkan risiko diare berat 20 kali lipat lebih besar, masalah gizi akut, serta angka kejadian infeksi, dan bahkan kematian, pada bayi.
Mendonasikan sufor memang dibolehkan, tetapi jika bayi memenuhi salah satu kondisi berikut:
- Ibu meninggal atau terpisah secara fisik dan tidak dapat menyusui.
- Terdapat indikasi medis yang ditetapkan tenaga kesehatan.
- Bayi memerlukan suplementasi sementara berdasarkan asesmen klinis.
Kendati demikian, donasi sufor wajib diketahui oleh Dinkes Aceh. Masyarakat dari kalangan manapun yang berniat mendonasikan sufor sebaiknya langsung menghubungi Dinkes Aceh untuk informasi lebih lanjut, meski pemberian ASI tetap diprioritaskan.
Lebih lanjut, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga menekankan pentingnya ASI bagi bayi korban banjir. Sebab, ASI adalah benteng perlindungan utama bagi bayi di tengah situasi pengungsian yang penuh risiko kesehatan akibat sanitasi buruk dan keterbatasan air bersih.
Tag: #jangan #donasikan #sufor #untuk #bayi #korban #banjir #aceh #tamiang