Mengapa Hernia Lebih Sering Terjadi pada Anak Laki-laki?
Ilustrasi bayi laki-laki(freepik.com)
16:36
22 Desember 2025

Mengapa Hernia Lebih Sering Terjadi pada Anak Laki-laki?

- Hernia pada anak lebih sering terjadi pada anak laki-laki. Namun, bukan berarti anak perempuan tidak bisa mengalaminya.

Perbedaan jenis kelamin justru memengaruhi seberapa sering hernia muncul dan risiko terjadinya penjepitan.

Dokter spesialis bedah anak, dr. Karmile, Sp.B.A., menjelaskan bahwa secara mekanisme, hernia pada anak laki-laki dan perempuan terjadi melalui saluran yang sama sejak masa perkembangan di dalam kandungan.

“Hernia itu bisa terjadi pada perempuan. Sering banget pasien saya, orangtuanya kaget karena anaknya perempuan tapi dinyatakan hernia,” ujar dr. Karmile dalam Media Discussion RS Pondok Indah Group terkait penanganan hernia pada anak di Jakarta Pusat, Kamis (18/12/2025).

Hernia lebih sering terjadi pada anak laki-laki

Menurut dr. Karmile, kasus hernia pada anak memang lebih banyak ditemukan pada anak laki-laki dibandingkan perempuan. Hal ini berkaitan dengan perbedaan anatomi saluran tempat hernia terjadi.

Pada anak laki-laki, saluran tersebut memanjang dari rongga perut hingga ke kantong kemaluan. 

“Lebih banyak pada laki-laki. Kalau laki-laki, salurannya panjang dari perut sampai ke kantong kemaluan. Jadi usus bisa masuk dan bisa kejepit,” jelas dr. Karmile.

Kondisi inilah yang membuat hernia pada anak laki-laki lebih sering ditemukan sekaligus memiliki risiko penjepitan yang lebih tinggi.

Kondisi ini ditandai dengan munculnya benjolan di daerah lipat paha yang pada anak laki-laki dapat terlihat hingga ke kantong kemaluan.

Anak perempuan juga bisa mengalami hernia

Meski lebih jarang, hernia juga dapat terjadi pada anak perempuan. Mekanismenya sama, yakni melalui saluran yang seharusnya menutup setelah bayi lahir.

“Patofisiologisnya sama, salurannya itu sama. Cuma bedanya, pada perempuan salurannya lebih pendek, jadi dia jarang gagal menutup,” kata dr. Karmile.

Pada anak perempuan, saluran tersebut hanya sampai ke area labia. Karena lebih pendek, peluang organ seperti usus untuk masuk dan terjepit menjadi lebih kecil.

“Kalau perempuan, salurannya relatif pendek. Jadi jarang banget yang sampai kejepit,” ujarnya.

Dr. Karmile menyebutkan, banyak orangtua masih menganggap hernia sebagai penyakit yang hanya terjadi pada anak laki-laki. Akibatnya, ketika anak perempuan didiagnosis hernia, orangtua sering kali terkejut.

Padahal, secara medis, hernia bukanlah kondisi yang spesifik berdasarkan jenis kelamin.

Oleh sebab itu, dr. Karmile mengingatkan agar orangtua tidak langsung menolak atau meragukan diagnosis hanya karena anak berjenis kelamin perempuan.

Risiko penjepitan berbeda

Perbedaan panjang saluran juga memengaruhi risiko penjepitan hernia. Pada anak laki-laki, saluran yang lebih panjang membuat organ di dalam perut lebih mudah terjebak dan terjepit.

Penjepitan hernia terjadi ketika organ yang menonjol keluar tidak bisa kembali ke posisi semula, sehingga dapat menimbulkan nyeri dan gangguan aliran darah.

“Kalau perempuan jarang kejepit. Tapi kalau laki-laki, itu lebih sering,” ujar dr. Karmile.

Sebaliknya, pada anak perempuan, saluran yang relatif lebih pendek membuat risiko penjepitan menjadi lebih kecil.

Meski risikonya berbeda, dr. Karmile menegaskan bahwa hernia pada anak, baik laki-laki maupun perempuan, tetap perlu dipantau secara medis untuk menentukan penanganan yang sesuai dengan kondisinya.

Tag:  #mengapa #hernia #lebih #sering #terjadi #pada #anak #laki #laki

KOMENTAR