Kemenkes Dukung Penyediaan Air Bersih dengan Teknologi Pengolahan Air Hujan
Ilustrasi hujan. Kementerian Kesehatan RI mendukung akses air bersih di Gunungkidul melalui kolaborasi lintas sektor dan teknologi GAMA-Rain Filter. (Hanung Hambara/Jawa Pos)
15:26
18 Desember 2025

Kemenkes Dukung Penyediaan Air Bersih dengan Teknologi Pengolahan Air Hujan

– Kementerian Kesehatan RI mendukung penyediaan akses air bersih berkelanjutan melalui metode pengolahan air hujan, khususnya di wilayah dengan tantangan geografis seperti Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dukungan ini diwujudkan melalui kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan fasilitas GAMA-Rain Filter (GRF) yang dibarengi dengan penguatan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI, dr. Then Suyanti, menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam upaya menghadirkan penyediaan air bersih tersebut. 

“Kami mengapresiasi kolaborasi semua pihak dalam kegiatan ini. Upaya penyediaan air dan penguatan PHBS memang harus berjalan beriringan dengan penerapan lima pilar STBM. Kolaborasi lintas sektor seperti ini sangat penting untuk mempercepat pencapaian kesehatan masyarakat dan lingkungan yang berkelanjutan, khususnya di Girimulyo yang secara geografis memiliki tantangan dalam ketersediaan sumber air,” ujarnya, Kamis (18/12).

Dukungan tersebut terealisasi lewat Program RAIN (Rahmat Allah untuk Indonesia) Harmony 2.0 yang dijalankan PT Kao Indonesia bersama Kao Life-in-Harmony Foundation (Kao LIHF) dan PT Gama Inovasi Berdikari (GIB) di Desa Girimulyo. Program ini berfokus pada edukasi PHBS berbasis lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) sekaligus perluasan akses air bersih melalui pemanenan air hujan.

Program RAIN Harmony 2.0 dilaksanakan pada 17 Desember 2025 dan dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah, dinas kesehatan provinsi dan kabupaten, perangkat desa, tenaga kesehatan, hingga masyarakat setempat. Tahun ini, program tersebut menambah 18 titik GRF, melengkapi 7 fasilitas yang telah terpasang sejak 2024, sehingga total terdapat 25 fasilitas GRF yang diharapkan mampu melayani 1.223 orang, 81 keluarga, dan 21 komunitas.

President Kao Life-in-Harmony Foundation, Yumi Takeuchi, mengatakan perluasan fasilitas ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan.

“Kali ini kami kembali memperkuat kolaborasi dengan menambah 18 titik GRF, sehingga total menjadi 25 fasilitas yang diharapkan memberi manfaat bagi 1.223 orang. Dukungan edukasi PHBS dari Kao Indonesia serta keterlibatan Kementerian Kesehatan hingga dinas kesehatan setempat membuat program ini semakin lengkap,” kata Yumi.

Ia berharap Desa Girimulyo ke depan dapat menjadi percontohan desa pemanen air hujan.

Selain instalasi GRF, Kao Indonesia bersama Puskesmas Panggang II juga menyelenggarakan edukasi kesehatan, mulai dari sosialisasi lima pilar STBM, praktik cuci tangan pakai sabun yang benar, hingga penyaluran produk-produk kebersihan untuk mendukung penerapan PHBS sehari-hari.

Sementara itu, Direktur PT Kao Indonesia, Wisik Restu, menegaskan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan strategi ESG perusahaan.

“Kolaborasi lanjutan ini merupakan bagian dari Kirei Lifestyle Innovation. Kami berupaya memberikan nilai tambah yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Harapannya, fasilitas yang telah diberikan dapat dijaga bersama dan mendorong penerapan PHBS secara berkelanjutan di Girimulyo,” ujarnya.

Teknologi GAMA-Rain Filter yang dikembangkan PT Gama Inovasi Berdikari dirancang agar mudah dioperasikan dan dirawat oleh masyarakat. Sistem ini mampu mengolah air hujan menjadi air bersih yang aman digunakan untuk kebutuhan sanitasi, terutama di wilayah karst yang kerap mengalami kekeringan saat musim kemarau.

Direktur PT Gama Inovasi Berdikari, Ridha Nurul Azizah, menjelaskan bahwa teknologi GRF menjadi solusi praktis bagi masyarakat.

“GRF kami kembangkan sebagai solusi pengolahan air hujan yang efisien, mudah digunakan, dan sesuai kebutuhan masyarakat. Melalui pengembangan di 18 titik tambahan ini, kami ingin memastikan warga dapat mengakses air bersih sekaligus memahami pentingnya kebersihan dan sanitasi,” jelasnya.

Editor: Edy Pramana

Tag:  #kemenkes #dukung #penyediaan #bersih #dengan #teknologi #pengolahan #hujan

KOMENTAR