Pelindo Pastikan Operasional Pelabuhan Tetap Lancar di Tengah Dinamika Logistik
Salah satu terminal Pelabuhan Tanjung Priok(Dok. PTP Nonpetikemas)
16:04
19 Februari 2026

Pelindo Pastikan Operasional Pelabuhan Tetap Lancar di Tengah Dinamika Logistik

– PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memastikan kegiatan operasional pelabuhan tetap berjalan sesuai perencanaan dan dalam kondisi terkendali, terutama pada periode dengan tingkat aktivitas yang tinggi.

Pelindo menyampaikan, dinamika operasional terjadi di sejumlah pelabuhan, seiring perbedaan karakteristik infrastruktur dan pola arus barang di masing-masing wilayah.

Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo, Ali Sodikin, mengatakan pihaknya tidak menampik adanya dinamika tersebut.

Baca juga: Kinerja Pelabuhan Menguat, Arus Kontainer IPC TPK Naik Hampir 7 Persen

Ilustrasi logistik, industri logistik.PEXELS/TOM FISK Ilustrasi logistik, industri logistik.

“Saat ini Pelindo tengah melakukan langkah-langkah penyesuaian dan senantiasa berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga layanan kepelabuhanan tetap berjalan aman, lancar, dan efisien,” ujar Ali kepada Kompas.com, Kamis (19/2/2026).

Ia menambahkan, dalam pelaksanaannya layanan pelabuhan senantiasa memperhatikan berbagai faktor yang memengaruhi, termasuk aspek keselamatan pelayaran, kondisi alur, serta koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait.

“Sebagai bagian dari komitmen peningkatan layanan, kami juga terbuka terhadap masukan dari para pengguna jasa, asosiasi, dan seluruh pemangku kepentingan. Umpan balik tersebut menjadi bagian penting dalam proses evaluasi dan perbaikan berkelanjutan agar mutu layanan semakin baik,” tutur Ali.

Dinamika operasional di sejumlah pelabuhan

Ali memaparkan kondisi operasional di beberapa pelabuhan yang berada dalam pengelolaan Pelindo.

Baca juga: Jadi Pelindo Sinergi Lokaseva, Anak Usaha Pelindo Fokus Integrasi Pelabuhan dan Kawasan Industri

Pelabuhan Belawan, salah satu pelabuhan yang dikelola Pelindo. Dok SPMT Pelabuhan Belawan, salah satu pelabuhan yang dikelola Pelindo.

Di Pelabuhan Merauke, aktivitas stripping dan stuffing saat ini masih dilakukan di dalam area pelabuhan karena keterbatasan depo eksternal.

Kondisi tersebut pada periode tertentu berdampak pada tingginya tingkat okupansi lapangan penumpukan.

Pelindo bersama para pemangku kepentingan tengah mengkaji opsi optimalisasi pola operasi serta kemungkinan pengembangan fasilitas pendukung di luar terminal guna meningkatkan kelancaran arus barang.

Sementara itu, di Pelabuhan Belawan, karakteristik alur pelayaran dengan kedalaman maksimum sekitar minus 9 meter LWS membuat kapal dengan draft tertentu perlu menyesuaikan jadwal kedatangan dengan kondisi pasang surut.

Baca juga: Pelabuhan Patimban Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Jawa Barat

Ali menjelaskan, koordinasi dengan regulator dan otoritas terkait terus dilakukan untuk memastikan keselamatan navigasi sekaligus menjaga efisiensi waktu layanan kapal.

Adapun di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, kegiatan bongkar muat peti kemas secara umum berjalan normal. Waktu tunggu operasional masih berada pada kisaran 15 hingga 30 jam.

Menurut Pelindo, kondisi tersebut terjadi karena salah satu terminal sedang menjalani kegiatan maintenance reguler pada alat bongkar muat sebagai upaya memastikan keandalan layanan peti kemas.

Penguatan kapasitas juga terus dilakukan melalui penambahan peralatan di sejumlah terminal. Pada tahun ini, TPS Surabaya dijadwalkan menerima empat unit quay container crane (QCC) dan 14 unit rubber tyred gantry (RTG).

Baca juga: Banjir Ciwandan, Pelindo Pastikan Aktivitas Pelabuhan Tetap Normal

Sementara itu, TPK Berlian akan dilengkapi dua unit QCC yang diperkirakan tiba pada pertengahan 2026.

Ali mengungkapkan, sebagai bagian dari peningkatan layanan, pihaknya juga terbuka terhadap masukan dari para pengguna jasa dan seluruh pemangku kepentingan.

Salah satu terminal peti kemas dibawah naungan PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP). 
DOK. Humas Pelindo Salah satu terminal peti kemas dibawah naungan PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP).

"Umpan balik tersebut menjadi bagian penting dalam proses evaluasi dan perbaikan berkelanjutan agar mutu layanan semakin baik," terangnya.

Kinerja TPS: tumbuh pada Desember 2025

Di tengah dinamika tersebut, PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) yang merupakan bagian dari subholding Pelindo, mencatat pertumbuhan arus peti kemas pada penghujung 2025.

Baca juga: Pelabuhan sebagai Ruang Ekonomi Sosial, Wajah Baru Bakauheni

TPS melaporkan, arus peti kemas pada Desember 2025 meningkat 4,03 persen secara bulanan (month-on-month) dibandingkan November 2025.

Volume peti kemas naik dari 132.000 twenty-foot equivalent units (TEUs) pada November menjadi 138.000 TEUs pada Desember 2025.

Kinerja tersebut ditopang arus peti kemas internasional sebesar 130.000 TEUs dan domestik 8.000 TEUs pada Desember. Sebagai perbandingan, pada November 2025 arus internasional tercatat 125.000 TEUs dan domestik 7.000 TEUs.

Dari sisi perdagangan luar negeri, arus ekspor pada Desember 2025 tumbuh 5 persen secara bulanan, dari 59.000 TEUs menjadi 62.000 TEUs.

Baca juga: Antisipasi Lonjakan Penumpang, Pelindo Siapkan Ratusan Life Jacket di Pelabuhan

Sementara itu, arus impor meningkat 2,98 persen dari 66.000 TEUs pada November menjadi 68.000 TEUs pada Desember 2025.

“Pertumbuhan arus peti kemas menunjukkan kinerja operasional TPS yang tetap terjaga di tengah dinamika arus logistik internasional," ujar Sekretaris Perusahaan TPS Erika Asih Palupi.

Ia menjelaskan peningkatan tersebut didukung oleh keandalan layanan bongkar muat serta kelancaran proses pelayanan di terminal.

Secara tahunan (year-on-year/yoy), arus peti kemas internasional sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai 1,509 juta TEUs atau naik 0,06 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 1,508 juta TEUs.

Ilustrasi logistik, pengiriman barang. PIXABAY/NIKLAS Ilustrasi logistik, pengiriman barang.

Baca juga: Wamenhub Pantau Pelabuhan Ciwandan, Arus Nataru Dinilai Terkendali

Namun, secara total, yakni gabungan domestik dan internasional, arus peti kemas terkoreksi 0,45 persen dibandingkan periode Januari–Desember tahun sebelumnya, dari 1,58 juta TEUs menjadi 1,57 juta TEUs.

Erika mengungkapkan, faktor penyebab koreksi throughput secara tahunan tersebut karena pada arus peti kemas domestik terjadi unbalancing atau ketidakseimbangan antara volume dan ship’s call kapal domestik.

Sepanjang Januari–Desember 2025, komposisi arus peti kemas ekspor dan impor tercatat 49 persen atau 741.000 TEUs untuk ekspor dan 51 persen atau 767.000 TEUs untuk impor.

Jika dibandingkan periode yang sama pada 2024, persentase tersebut tidak mengalami perubahan. Pada 2024, kontribusi ekspor juga sebesar 49 persen atau 743.000 TEUs, sedangkan impor 51 persen atau 765.000 TEUs.

Baca juga: Antisipasi Lonjakan Libur Nataru, Pelindo Pantau Pelabuhan Nonstop

Kunjungan kapal dan produktivitas

Dari sisi aktivitas pelayaran, jumlah kunjungan kapal ke TPS sepanjang 2025 meningkat 5,43 persen. Jika pada tahun sebelumnya tercatat 1.215 kunjungan, maka pada 2025 meningkat menjadi 1.281 kunjungan kapal.

Peningkatan kunjungan kapal ini berjalan seiring capaian produktivitas bongkar muat.

Selama 2025, TPS mencatat rata-rata kinerja bongkar muat sebesar 52 box per ship per hour, melampaui standar minimum yang ditetapkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui KSOP Utama Tanjung Perak sebesar 48 box per ship per hour.

Dari sisi infrastruktur, TPS mengelola dermaga internasional sepanjang 1.000 meter dan dermaga domestik sepanjang 450 meter. Fasilitas tersebut dilengkapi 12 unit e-CC untuk menunjang efisiensi dan keandalan operasional bongkar muat.

Baca juga: Aktivitas Logistik di Pelabuhan Meningkat, Kinerja IPC TPK Tumbuh 13,1 Persen

TPS juga mempertahankan posisi dominan di pasar peti kemas internasional dengan penguasaan pangsa pasar sebesar 83 persen di Pelabuhan Tanjung Perak.

Ilustrasi logistik, industri logistik. PIXABAY/POSTCARDTRIP Ilustrasi logistik, industri logistik.

Perspektif pengguna jasa

Dari sisi pengguna jasa, Wakil Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Jawa Timur, Boy George Rahman, menyampaikan apresiasi atas layanan TPS.

“Kami selaku pengguna jasa TPS sangat mengapresiasi layanan yang diberikan oleh TPS, khususnya layanan receiving peti kemas ekspor. Truck Round Time (TRT) berkisar di bawah 30 menit, sehingga dapat meningkatkan efisiensi waktu dalam pengiriman peti kemas ekspor ke pelabuhan. Semoga ke depan layanan TPS dapat terus ditingkatkan bagi seluruh pengguna jasa,” ujar Boy.

Truck Round Time (TRT) di bawah 30 menit menunjukkan durasi rata-rata truk sejak masuk hingga keluar terminal dalam proses penyerahan peti kemas ekspor.

Baca juga: Menkeu Purbaya Sidak Pelabuhan Tanjung Perak: Teman-teman Bea Cukai, Semangat...

Bagi eksportir, waktu tunggu tersebut berkaitan dengan efisiensi distribusi dan pengendalian biaya logistik.

Sebagai informasi, sejak 1 Oktober 2021, Pelindo I, II, III, dan IV resmi bergabung menjadi Pelindo sebagai bagian dari upaya penyederhanaan dan kemudahan layanan.

Integrasi tersebut diikuti dengan langkah standarisasi layanan dan berbagai inovasi untuk meningkatkan kinerja perusahaan.

Di tengah dinamika operasional di sejumlah pelabuhan, capaian arus peti kemas, peningkatan kunjungan kapal, serta produktivitas bongkar muat TPS sepanjang 2025 menjadi bagian dari gambaran operasional pelabuhan peti kemas nasional yang bergerak dalam kerangka peningkatan layanan dan efisiensi.

Tag:  #pelindo #pastikan #operasional #pelabuhan #tetap #lancar #tengah #dinamika #logistik

KOMENTAR