Jelang Ramadhan Harga Telur Meroket hingga 30 Ribu Tapi Peternak Merugi, Berikut Penyebabnya
Warga borong telur di pasar murah Surabaya. (Radar Surabaya)
19:54
25 Februari 2024

Jelang Ramadhan Harga Telur Meroket hingga 30 Ribu Tapi Peternak Merugi, Berikut Penyebabnya

 - Harga beberapa bahan pokok menjelang bulan Ramadan terus meningkat, dengan harga telur di Jawa Timur yang sudah mencapai Rp 30 ribu per kilogram.

Dikutip dari Radar Surabaya (JawaPos Grup), Minggu (25/2), data dari Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur menunjukkan bahwa harga rata-rata telur ayam adalah Rp 28.304 per kilogram, dengan harga tertinggi tercatat di Kabupaten Situbondo sebesar Rp 30.333, dan harga terendah di Kabupaten Sampang dan Kabupaten Blitar sekitar Rp 26.500.

Ketua Asosiasi Paguyuban Peternak Rakyat Nasional (PPRN), Rofi Yasifun, mengakui bahwa harga telur terus meningkat, bahkan sudah mencapai Rp 27 ribu per kilogram di tingkat peternak.

"Jadi, di pasaran Rp 30 ribu lebih. Ini karena memang permintaannya meningkat," ujar Rofi Yasifun kepada Radar Surabaya, Minggu (25/2).

Dia menjelaskan bahwa kenaikan harga telur menjelang Ramadhan sudah menjadi siklus tahunan, dengan naiknya harga setiap dua minggu menjelang Ramadhan karena permintaan meningkat akibat kegiatan selamatan dan megengan yang dilakukan umat Muslim.

“Nanti akan melandai dua hari jelang Ramadhan dan naik lagi jelang Lebaran," jelas Rofi.

Meskipun harga telur di tingkat peternak mencapai Rp 27 ribu per kilogram, Rofi menjelaskan bahwa hal itu belum cukup untuk membuat peternak mendapatkan keuntungan.

Hal ini disebabkan oleh harga pokok produksi (HPP) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 28.400. Dia juga menyoroti bahwa harga pakan jagung saat ini sudah mencapai Rp 7.000 ke atas.

Terkait dengan program pasar murah yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi kenaikan harga, Rofi menyatakan bahwa program tersebut tidak memberikan keuntungan bagi peternak.

Dia menilai bahwa hal tersebut merupakan beban bagi peternak, namun pemerintah tampaknya tidak mengindahkannya. Sebagai peternak, mereka merasa tidak memiliki banyak pilihan dalam hal ini.

"Kalau mau jujur, ya, ini memberatkan peternak. Tapi pemerintah tutup mata. Kami sebagai peternak tidak bisa berbuat banyak. Ya, mau bagaimana lagi," pungkasnya.

Editor: Nicolaus Ade

Tag:  #jelang #ramadhan #harga #telur #meroket #hingga #ribu #tapi #peternak #merugi #berikut #penyebabnya

KOMENTAR