Benarkah Kekurangan Vitamin D Bisa Menyebabkan Kaki Anak X dan O?
– Apakah kekurangan vitamin D benar-benar bisa memicu perubahan bentuk tulang anak, seperti kaki X dan O?
Kekhawatiran ini kerap muncul dibenak orangtua, mengingat Vitamin D dikenal berperan penting dalam pertumbuhan dan kekuatan tulang.
Dokter Spesialis Ortopedi Konsultan Ortopedi Anak, dr. Mohammad Aulia Herdiyana, Sp. OT, Subsp. A (K) membenarkan bahwa kadar vitamin D yang rendah dapat menjadi salah satu faktor risiko terjadinya kelainan bentuk tungkai pada anak.
Baca juga: 8 Tips Aman Konsumsi Suplemen Vitamin D
“Salah satu faktor risikonya itu ketika anak memiliki kadar vitamin D yang rendah di dalam tubuh. Vitamin D yang rendah itu membuat kalsium tidak banyak meresap ke tubuh,” tutur Aulia dalam Media Discussion RS Pondok Indah Group di Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (28/1/2026).
Vitamin D berperan sebagai kunci agar kalsium dapat diserap dengan baik oleh tubuh.
Tanpa kadar vitamin D yang cukup, kalsium yang masuk dari makanan tidak dapat dimanfaatkan secara optimal untuk membangun tulang yang kuat.
Apakah kekurangan vitamin D bisa memicu kaki X dan O pada anak?
Peran vitamin D dan kalsium dalam pertumbuhan tulang
Kalsium adalah komponen utama dalam pembentukan tulang. Namun, keberadaan kalsium saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan vitamin D.
“Kalsium itu baik untuk pertumbuhan tulang anak, jika vitamin D rendah, maka resapan kalsium ke tulang sedikit dan kualitas tulangnya akan rendah,” jelas Aulia.
Ketika kualitas tulang rendah, struktur tulang menjadi lebih rentan terhadap perubahan bentuk. Inilah yang kemudian bisa memengaruhi postur dan sumbu tungkai anak.
“Kondisi ini mempengaruhi struktur tulang, sehingga bisa membentuk suatu kelainan, seperti kakinya X atau O,” ujarnya.
Dalam konteks pertumbuhan, tulang anak masih bersifat lunak dan sangat dinamis.
Baca juga: Ciri-ciri Patah Tulang pada Anak yang Sering Tak Disadari Orangtua Menurut Dokter
Kekurangan nutrisi penting seperti vitamin D dapat membuat proses pembentukan tulang tidak optimal, sehingga tulang lebih mudah mengalah terhadap tekanan, baik dari berat badan maupun dari aktivitas berjalan yang terlalu dini.
Proses evaluasi untuk memastikan penyebabnya
Dokter Spesialis Ortopedi Konsultan Ortopedi Anak RS Pondok Indah – Puri Indah, dr. Mohammad Aulia Herdiyana, Sp. OT, Subsp. A (K) dalam Media Discussion RS Pondok Indah Group di Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (28/1/2026).
Meski vitamin D rendah menjadi salah satu faktor risiko, Aulia menekankan, tidak semua kasus kaki X dan O otomatis disebabkan oleh kekurangan vitamin D. Oleh karenanya, anak perlu dievaluasi secara menyeluruh.
“Nantinya anak akan kami evaluasi pertumbuhannya, kalau ada perubahan atau tanda-tanda fisik yang terlihat, biasanya akan kami cek dan pastikan apakah anak tersebut kekurangan vitamin D atau ada kelainan bawaan,” ungkap Aulia.
Evaluasi ini penting untuk membedakan apakah perubahan bentuk kaki masih termasuk variasi normal pertumbuhan atau sudah mengarah pada kondisi yang membutuhkan perhatian khusus.
Baca juga: 6 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Mengganggu Kesehatan Tulang
Pemeriksaan juga membantu memastikan apakah faktor nutrisional seperti vitamin D memang berperan, atau justru ada penyebab lain yang mendasarinya.
Dengan pendekatan ini, dokter tidak langsung menyimpulkan hanya dari bentuk kaki semata, melainkan melihat anak secara menyeluruh, mulai dari pola pertumbuhan, riwayat kesehatan, hingga faktor lingkungan.
Berat badan dan early walker juga berpengaruh
Selain kekurangan vitamin D, ada faktor lain yang dapat memengaruhi terbentuknya kaki X dan O pada anak, yaitu berat berlebih dan kemampuan anak berjalan lebih awal (early walker).
“Kondisi kaki X dan O ini juga bisa disebabkan berat anak yang berlebih atau anaknya early walker. Normalnya anak bisa jalan setahun, tapi di usia 8 bulan dia sudah bisa berjalan,” jelas Aulia.
Dalam kondisi ini, tulang anak sebenarnya belum siap menerima beban yang terlalu besar.
“Secara teori, kaki anak belum siap untuk berjalan, belum lagi jika berat badannya berlebih dan bisa mengakibatkan blount,” tambahnya.
Blount merupakan gangguan pertumbuhan tulang di area lutut yang dapat menyebabkan kelengkungan kaki, terutama pada anak dengan berat badan berlebih dan yang terlalu cepat mulai berjalan.
Tekanan yang terlalu besar pada tulang yang masih berkembang dapat memengaruhi arah pertumbuhan tulang tersebut.
Hal ini menunjukkan bahwa kaki X dan O tidak hanya dipengaruhi oleh satu faktor tunggal, melainkan kombinasi antara nutrisi, kesiapan tulang, berat badan, dan waktu anak mulai berjalan.
Pentingnya memenuhi kebutuhan vitamin D harian
Untuk mencegah risiko kualitas tulang yang rendah, Aulia menganjurkan agar kebutuhan vitamin D harian anak terpenuhi.
Caranya bisa melalui konsumsi makanan yang kaya vitamin D, seperti ikan berlemak, telur, dan produk susu yang difortifikasi, serta dengan meningkatkan waktu anak terpapar sinar matahari.
Paparan sinar matahari membantu tubuh memproduksi vitamin D secara alami. Dengan kadar vitamin D yang cukup, penyerapan kalsium menjadi lebih optimal dan kualitas tulang anak dapat terjaga dengan baik.
Baca juga: Sering Disepelekan, Mengapa Kesehatan Tulang Perlu Dijaga?
Kekurangan vitamin D memang bisa menjadi salah satu pemicu terbentuknya kaki X dan O pada anak. Namun, kondisi ini tidak berdiri sendiri.
Perlu dilihat bersama dengan faktor lain seperti berat badan, waktu mulai berjalan, serta kurva pertumbuhan anak secara keseluruhan.
Maka, pemantauan rutin dan konsultasi ke dokter menjadi langkah penting agar pertumbuhan tulang anak tetap sehat dan optimal.
Tag: #benarkah #kekurangan #vitamin #bisa #menyebabkan #kaki #anak