Kepala BGN Klaim Program MBG Mengerek Nilai Tukar Petani
Kepala BGN Dadan Hindayana menerima tanda kehormatan Bintang Jasa Utama dari Presiden Prabowo Subianto, Jumat (13/2/2026).(Tangkapan layar kanal YouTube Sekretariat Presiden)
08:52
14 Februari 2026

Kepala BGN Klaim Program MBG Mengerek Nilai Tukar Petani

– Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyatakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan petani. Salah satu indikatornya tercermin dari kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) yang kini mencapai 125.

“Program ini betul-betul menumbuhkan gairah di masyarakat dan membuat petani kembali berseri. Nilai Tukar Petani sudah naik menjadi 125 dan saya yakin ini turut dikontribusikan oleh program Makan Bergizi Gratis,” kata Dadan dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Menurut Dadan, kebutuhan bahan baku dalam program MBG menciptakan permintaan besar terhadap produk pertanian dan peternakan. Ia mencontohkan, untuk memenuhi kebutuhan satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), diperlukan ribuan telur setiap hari.

“Ketika kita memberikan menu telur, satu SPPG membutuhkan sekitar 3.000 butir per hari. Sementara satu ayam rata-rata menghasilkan 0,8 butir per hari, artinya diperlukan kurang lebih 4.000 ayam petelur atau sekitar empat kandang. Kalau ayam dipelihara, tentu kebutuhan jagung untuk pakan juga ikut meningkat,” ujar Dadan.

Baca juga: Nilai Tukar Petani Turun di Tengah Naiknya Harga Beras

Ia menilai rantai permintaan tersebut menggerakkan ekonomi desa dan menumbuhkan optimisme di kalangan petani dan peternak.

Dadan menambahkan, dampak program MBG tidak hanya terbatas pada komoditas pertanian sebagai bahan baku makanan.

“Ternyata program Makan Bergizi Gratis tidak hanya menyasar produk-produk pertanian, tetapi juga berdampak pada sektor ekonomi lainnya, mulai dari distribusi hingga logistik,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa NTP yang mencapai 125 merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

Amran bilang, capaian tersebut tidak terlepas dari berbagai langkah deregulasi, efisiensi anggaran, serta transformasi pertanian dari sistem tradisional menuju modern.

Ia menegaskan, peningkatan NTP mencerminkan membaiknya kesejahteraan petani, didorong oleh perbaikan harga hasil panen, penurunan biaya produksi, serta percepatan distribusi sarana produksi pertanian.

“Hasilnya adalah meningkatkan NTP petani menjadi 125 dan tertinggi sepanjang sejarah. Ini hasil kerja kita semua,” ujar Amran.

Sebagai informasi, data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut bahwa NTP secara nasional pada Desember 2025 tercatat sebesar 125,35. Angka ini merupakan rekor tertinggi dalam sejarah sektor pertanian Indonesia.

Secara kumulatif sepanjang tahun 2025, NTP nasional mencapai 123,26, meningkat 3,04 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024. 

Baca juga: Nilai Tukar Petani dan Nelayan Kompak Turun Pada Oktober 2025, Apa Penyebabnya?

Tag:  #kepala #klaim #program #mengerek #nilai #tukar #petani

KOMENTAR