Harga Emas Dunia Bangkit ke 5.000 Dollar AS, Ini Pemicunya
Ilustrasi emas, harga emas. Harga emas dunia. Harga emas dunia menguat setelah pelaku pasar meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh bank sentral AS Federal Reserve (The Fed). (PEXELS/MICHAEL STEINBERG)
09:40
14 Februari 2026

Harga Emas Dunia Bangkit ke 5.000 Dollar AS, Ini Pemicunya

- Harga emas dunia menguat setelah pelaku pasar meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh bank sentral AS Federal Reserve (The Fed). Sentimen ini muncul setelah data inflasi AS pada awal tahun 2026 tercatat relatif moderat.

Dikutip dari Bloomberg, Sabtu (14/2/2026), inflasi yang terkendali meredakan kekhawatiran pasar terhadap lonjakan harga yang lebih besar. Kondisi tersebut sekaligus mendorong ekspektasi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga acuannya.

Di sisi lain, sebagian investor juga memanfaatkan aksi jual tajam pada Kamis (12/2/2026) untuk membeli logam mulia emas di harga yang lebih rendah.

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian 14 Februari 2026: Rp 3,19 Juta Per Gram

Imbal Hasil Obligasi Turun

Setelah rilis data inflasi, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun bergerak turun. Pelaku pasar swap memperkirakan peluang sekitar 50 persen untuk pemangkasan suku bunga ketiga hingga Desember.

Sentimen tersebut mendorong harga emas naik hingga 2,5 persen. Secara umum, suku bunga yang lebih rendah menguntungkan logam mulia karena emas tidak memberikan imbal hasil.

“Latar belakang yang lebih luas masih menunjukkan volatilitas tinggi setelah aksi likuidasi tajam di pasar logam mulia pekan ini. Namun, pergerakan hari ini mengindikasikan bahwa koreksi mungkin sudah berlebihan, dengan aksi beli saat harga murah dan penyesuaian posisi kini memberikan dukungan,” ujar Ewa Manthey, analis komoditas di ING Bank.

Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini 14 Februari 2026, Cek Rinciannya

Harga Emas Sempat Tembus Rekor

Pada akhir Januari 2026, harga emas dunia melonjak hingga mencetak rekor di atas 5.595 dollar AS per troy ons. Lonjakan tersebut dipicu gelombang pembelian spekulatif yang mendorong reli hingga mencapai titik jenuh.

Namun, aksi jual cepat pada akhir bulan menyeret harga emas kembali turun hingga di bawah 5.000 dollar AS per troy ons.

Meski pergerakannya fluktuatif, harga emas tetap diperkirakan menutup pekan ini di zona positif.

Pengaruh Permintaan China

Di sisi lain, pasar China akan tutup pekan depan dalam rangka libur Tahun Baru Imlek. Dalam beberapa bulan terakhir, permintaan logam mulia di negara tersebut tercatat sangat tinggi dan turut mendorong reli harga emas secara global.

Analis Commerzbank menilai, harga emas berpotensi bergerak konsolidatif untuk sementara waktu.

Hal ini seiring pelaku pasar China yang sebelumnya berkontribusi terhadap volatilitas, terutama pada perak, sedang memasuki masa libur.

Tag:  #harga #emas #dunia #bangkit #5000 #dollar #pemicunya

KOMENTAR