Realisasi Anggaran MBG Rp 32,1 Triliun dalam 1,5 Bulan Dorong Ekonomi Nasional
Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana memaparkan realisasi anggaran MBG dan dampak ekonominya pada sektor otomotif, pertanian, dan pangan di Jakarta, Jumat (13/2/2026). (KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYA)
11:04
14 Februari 2026

Realisasi Anggaran MBG Rp 32,1 Triliun dalam 1,5 Bulan Dorong Ekonomi Nasional

– Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat pencairan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencapai Rp 32,1 triliun hanya dalam satu setengah bulan, rekor yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah kementerian/lembaga di Indonesia.

Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan, realisasi dana ini langsung memicu perputaran ekonomi di berbagai daerah dan membuka banyak lapangan kerja baru.

“Hari ini BGN sudah mencairkan Rp 32,1 triliun dan belum pernah ada sepanjang sejarah republik ada sebuah kementerian yang mencairkan Rp 32,1 triliun dalam waktu satu setengah bulan,” ujar Dadan dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Baca juga: Kepala BGN Klaim Program MBG Mengerek Nilai Tukar Petani

Dari total dana yang dicairkan, sekitar 70 persen digunakan untuk membeli bahan baku pangan, 20 persen untuk biaya operasional, dan 10 persen untuk insentif pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan MBG.

“BPS tahun 2025 sudah memberikan kajian bahwa satu rupiah yang dikeluarkan oleh Badan Gizi akan menumbuhkan ekonomi kurang lebih tujuh kali lipat. Ini bahkan sejalan dengan prediksi World Bank bahwa investasi pada nutrisi bisa memberikan return hingga 23 kali dalam jangka panjang,” kata Dadan.

Ia menambahkan, MBG menciptakan permintaan baru terhadap komoditas pangan yang sebelumnya jarang dikonsumsi masyarakat, serta menyerap tenaga kerja lokal. Setiap SPPG membutuhkan sekitar 50 tenaga kerja, belum termasuk pemasok bahan baku dan pelaku usaha pendukung lainnya.

“Dengan program MBG ini lapangan kerja tercipta karena satu SPPG membutuhkan 50 orang. Supplier tumbuh, entrepreneur baru lahir, dan produktivitas lokal meningkat,” ujar Dadan.

Secara keseluruhan, BGN pada tahun ini mendapat alokasi Rp 268 triliun dengan tambahan dana cadangan Rp 67 triliun, sehingga total mencapai Rp 335 triliun. Sebanyak 93 persen anggaran disalurkan langsung melalui KPPN ke SPPG di seluruh provinsi dan daerah.

Baca juga: Program Makan Bergizi Gratis Dorong Pertumbuhan Sektor Pertanian dan Perikanan

Lonjakan Penjualan Kendaraan dan Usaha

Program MBG juga mendorong sektor otomotif. Penjualan sepeda motor dan mobil meningkat karena kebutuhan operasional SPPG dan daya beli pegawai.

“Dari data AHM, angka penjualan motor mencapai 4,9 juta unit pada 2025 dan ini terdongkrak oleh program MBG. Kenapa? Karena saya mendapat laporan, di SPPG itu pegawainya sekarang 60 persen membeli motor,” kata Dadan.

Dengan rata-rata 50 pegawai per SPPG, sekitar 30 orang menjadi konsumen baru kendaraan roda dua. Selain itu, setiap SPPG membutuhkan setidaknya dua unit mobil operasional. Dengan 23.000 SPPG, kebutuhan mobil mencapai 46.000 unit, termasuk jenis yang sulit dicari di pasaran.

MBG juga mendorong sektor usaha pangan dan peternakan. Petani hidroponik melaporkan omzet meningkat hingga 100 persen. Setiap SPPG membutuhkan 450 liter susu per hari, mendorong produksi dan investasi di sektor sapi perah serta pembangunan cold storage.

“Ada pengusaha tahu yang sebelumnya hampir bangkrut, sekarang usahanya hidup kembali. Peternak dan pabrik susu di Boyolali dan Bandung sudah memproduksi susu pasteurisasi dan membangun cold storage untuk memenuhi kebutuhan,” jelas Dadan.

Baca juga: Airlangga: Anggaran Makan Bergizi Gratis Rp 335 Triliun dan Serap Jutaan Tenaga Kerja

Permintaan Bahan Pangan Meningkat Signifikan

Selain otomotif dan usaha, MBG memacu permintaan pangan secara besar-besaran. Satu kali penyajian pisang membutuhkan 3.000 buah atau 15 pohon pisang. Jika disajikan dua kali seminggu, kebutuhan tahunan satu SPPG mencapai 1.440 pohon, setara satu setengah hektare kebun.

Protein hewani juga memicu pertumbuhan peternakan dan perikanan. Menu lele membutuhkan 3.000 ekor per kali penyajian, setara dua kolam bioflok. Dengan empat kali penyajian per bulan, dibutuhkan 32 kolam untuk satu SPPG.

“Kebutuhan telur per SPPG mencapai 3.000 butir. Dengan produktivitas ayam petelur rata-rata 0,8 butir per hari, diperlukan sekitar 4.000 ekor ayam atau empat kandang,” kata Dadan.

Pemeliharaan ayam juga meningkatkan permintaan jagung sebagai pakan, sehingga menimbulkan efek berantai pada sektor tanaman pangan. “Program ini betul-betul menumbuhkan gairah di masyarakat,” tambahnya.

Kenaikan Nilai Tukar Petani Jadi Bukti Dampak Ekonomi MBG

MBG turut meningkatkan kesejahteraan petani. Nilai Tukar Petani (NTP) kini tercatat mencapai 125, menandakan adanya peningkatan pendapatan bagi produsen lokal.

Dadan menegaskan, kenaikan NTP sebagian besar dipicu oleh permintaan bahan pangan dari program MBG. “Nilai Tukar Petani sudah naik menjadi 125, dan saya yakin program Makan Bergizi Gratis berkontribusi signifikan. Selain memanfaatkan produk pertanian sebagai bahan baku, program ini juga memberi efek luas terhadap sektor ekonomi lain,” ujarnya.

Tag:  #realisasi #anggaran #triliun #dalam #bulan #dorong #ekonomi #nasional

KOMENTAR