Program Makan Bergizi Gratis Tembus Sektor Otomotif, Pertanian, dan Pangan
– Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ternyata tak hanya berdampak pada sektor pangan dan pertanian, tetapi juga mendorong peningkatan penjualan kendaraan bermotor hingga mobil.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan, aktivitas ekonomi yang tumbuh dari pelaksanaan MBG berimbas pada konsumsi masyarakat dan kebutuhan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Dari data AHM, angka penjualan motor mencapai 4,9 juta unit pada 2025 dan ini terdongkrak oleh program MBG. Kenapa? Karena saya mendapat laporan, di SPPG itu pegawainya sekarang 60 persen membeli motor,” ujar Dadan dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Baca juga: Profil Dadan Hindaya: Rekam Jejak dan Kiprah Kepala BGN yang Terima Bintang Jasa Utama dari Prabowo
Ia menambahkan, setiap SPPG rata-rata mempekerjakan sekitar 50 orang. Dengan 60 persen pegawai membeli sepeda motor, maka sekitar 30 orang per SPPG menjadi konsumen baru kendaraan roda dua.
“Kalau ada 50 pegawai, dikali 60 persen berarti 30 orang beli motor. Jadi permintaan motor ikut naik,” kata Dadan.
Tak hanya sepeda motor, program MBG juga mendorong penjualan mobil. Setiap SPPG membutuhkan setidaknya dua unit mobil operasional. Dengan 23.000 SPPG di seluruh Indonesia, kebutuhan mobil mencapai 46.000 unit, termasuk jenis mobil yang kini cukup sulit dicari di pasaran, menurut Dadan.
Selain sektor otomotif, MBG juga memberi efek signifikan di sektor pertanian dan pangan. Petani hidroponik tercatat mengalami lonjakan omzet hingga 100 persen sejak terlibat dalam rantai pasok program ini.
Baca juga: Pengusaha Sebut MBG Buka 1,9 Juta Lapangan Kerja Lewat 22.000 SPPG
Ia menjelaskan, setiap SPPG membutuhkan sekitar 450 liter susu per hari, sehingga mendorong produksi dan investasi di sektor peternakan sapi perah.
“Ada pengusaha tahu yang sebelumnya hampir bangkrut, sekarang usahanya hidup kembali. Kemudian peternak dan pabrik susu di Boyolali dan Bandung sudah memproduksi susu pasteurisasi dan membangun cold storage untuk memenuhi kebutuhan,” tegas dia.
MBG resmi dilaksanakan secara nasional sejak awal Januari 2025 dan menjadi prioritas utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Program ini bertujuan memperbaiki status gizi masyarakat, menekan angka stunting, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Dari sisi pembiayaan, pemerintah telah mengalokasikan anggaran yang cukup besar. Pada Tahun Anggaran 2025, pagu awal APBN mencapai Rp 71 triliun. Untuk Tahun Anggaran 2026, alokasi dana direncanakan meningkat menjadi Rp 335 triliun, seiring target perluasan penerima manfaat dan penguatan ekosistem pendukung.
Baca juga: BGN Wajibkan Sekolah dan SPPG Sepakati Batas Waktu Konsumsi MBG
Dampak Langsung ke Pertanian dan Perkebunan
Selain otomotif, MBG mendorong permintaan bahan pangan dalam jumlah besar. Setiap SPPG membutuhkan pisang sekitar 3.000 buah per kali makan, setara 15 pohon pisang. Jika disajikan dua kali seminggu, kebutuhan tahunan satu SPPG mencapai 1.440 pohon, atau satu setengah hektare kebun pisang.
Kebutuhan protein hewani juga memicu pertumbuhan sektor peternakan dan perikanan. Menu lele membutuhkan 3.000 ekor per kali penyajian, setara dua kolam bioflok. Dengan empat kali penyajian per bulan, dibutuhkan 32 kolam untuk satu SPPG.
“Kebutuhan telur per SPPG mencapai 3.000 butir. Dengan produktivitas ayam petelur rata-rata 0,8 butir per hari, diperlukan sekitar 4.000 ekor ayam atau empat kandang,” kata Dadan.
Pemeliharaan ayam juga mendorong peningkatan produksi jagung sebagai pakan, sehingga menimbulkan efek berantai pada sektor tanaman pangan. “Program ini betul-betul menumbuhkan gairah di masyarakat,” tambahnya.
Efek berantai MBG turut meningkatkan kesejahteraan petani. Nilai Tukar Petani (NTP) tercatat naik menjadi 125.
“Nilai Tukar Petani sudah naik menjadi 125 dan saya yakin itu dikontribusikan oleh program Makan Bergizi Gratis. Ternyata program ini tidak hanya menyasar produk pertanian sebagai bahan baku, tapi juga berdampak terhadap sektor ekonomi lainnya,” tegas Dadan.
Tag: #program #makan #bergizi #gratis #tembus #sektor #otomotif #pertanian #pangan