Harga Bersaing, Minat Pembiayaan Mobil Listrik Kian Tinggi
- PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) mengatakan minat masyarakat terhadap pembiayaan electric vehicle (EV) atau kendaraan listrik, terutama mobil listrik terus tumbuh.
Direktur Penjualan, Pelayanan & Distribusi Adira Finance Niko Kurniawan menyebutkan bahwa pembiayaan mobil listrik ini didominasi oleh merek-merek yang berasal dari China.
"Kebanyakan memang kalau dihitung-hitung banyak dari sana (China)," kata dia kepada awak media, Kamis (12/2/2026).
Niko bilang, faktor harga juga jadi penentu tingginya minat terhadap mobil listrik.
Baca juga: PIP Luncurkan Skema Baru Pembiayaan UMi untuk Usaha Mikro
Saat ini, harga mobil listrik jauh lebih murah dari beberapa tahun lalu dengan fitur yang futuristik.
"Udah kaya masuk gudang beras, fiturnya banyak, charging-nya cepat, terus SPKLU juga lumayan banyak," ucap dia.
Ia menambahkan, mobil listrik sendiri masih mendominasi portofolio bisnis kendaraan listrik di Adira Finance. "Jauh lebih besar mobil," imbuh dia.
Sebaliknya, kontribusi motor listrik di Adira Finance disebut belum mencapai 5 persen dari portofolio bisnis kendaraan listrik.
Hal ini juga dipengaruhi oleh besaran pembiayaan atau ticket size motor yang lebih kecil dibandingkan dengan mobil.
"Motor itu tidak sampai 5 persen, karena market-nya juga kecil," jelas Niko.
Sedikit catatan, Adira Finance membukukan penyaluran pembiayaan kendaraan listrik atau Electric Vehicle (EV) sebesar Rp 750 miliar pada 2025.
Mayoritas pembiayaan kendaraan listrik perusahaan disumbang dari segmen mobil listrik.
Penghentian insentif motor listrik
Sementara itu, Niko mengungkapkan, terdapat potensi berkurangnya minat masyarakat terhadap motor listrik dengan adanya penghentian insentif kendaraan motor listrik.
"Kalau di motor listrik itu nilainya cukup besar dibandingkan dengan porsi harga sepeda motornya. Kalau di mobil itu sekitar 10 persen, sementara di motor listrik bisa 30 persen sampai 40 persen dari harga motor listrik. Jadi cukup berpengaruh,” ucap dia.
Ia bilang, penghentian insentif ini berpotensi menahan pembiayaan kendaraan motor listrik.
“Ya kembali lagi tergantung pada pemerintah. Kami mencoba membantu, tapi kondisi ini berpotensi menahan pembiayaan kendaraan motor listrik,” tutup dia.
Tag: #harga #bersaing #minat #pembiayaan #mobil #listrik #kian #tinggi