Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin melakukan kunjungan kerja ke wilayah Daerah Operasi 4 Semarang (12/2/2026) untuk meninjau kondisi jalur nonaktif relasi Kedungjati?Tanggung.(DOK. Humas KAI)
11:12
13 Februari 2026

Menghidupkan Jalur Tertua Nusantara, Visi Strategis KAI dalam Reaktivasi Kedungjati–Tanggung

– PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menegaskan visi strategisnya dalam menghidupkan kembali salah satu jalur tertua di Nusantara, relasi Kedungjati–Tanggung.

Reaktivasi jalur nonaktif tersebut tidak hanya dimaknai sebagai penguatan konektivitas, tetapi juga sebagai upaya merawat warisan sejarah perkeretaapian nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Dalam kunjungan kerja ke wilayah Daerah Operasi 4 Semarang, Kamis (12/2/2026), Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin meninjau langsung progres dan potensi pengembangan jalur tersebut.

Jalur Kedungjati–Tanggung merupakan bagian dari sejarah awal perkeretaapian Indonesia dan termasuk koridor tertua dalam pembangunan jaringan rel nasional. Keberadaannya menjadi saksi perkembangan transportasi berbasis rel sejak era kolonial.

Bobby menegaskan, reaktivasi jalur ini memiliki arti strategis, baik dari sisi pelestarian heritage maupun penguatan ekonomi wilayah.

“Reaktivasi jalur Kedungjati–Tanggung membuka akses ekonomi baru, memperluas mobilitas masyarakat, dan mendorong pengembangan kawasan yang memiliki potensi di sektor pertanian, kehutanan, serta pariwisata sejarah,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (13/2/2026).

Baca juga: KAI Prediksi Penumpang KRL Mencapai 2 Juta Orang Per Hari pada 2030

Wilayah Kedungjati dan sekitarnya dikenal sebagai sentra pertanian serta kawasan hutan jati dengan potensi wisata alam dan sejarah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Grobogan pada 2025, tingkat pengangguran terbuka tercatat 3,23 persen.

Secara demografis, jumlah penduduk Kecamatan Kedungjati sekitar 45.000 jiwa dan Kecamatan Tanggungharjo sekitar 43.000 jiwa.

Dengan konektivitas transportasi yang memadai, aktivitas ekonomi dan daya beli masyarakat diharapkan semakin meningkat.

Selain potensi ekonomi, jalur itu memiliki nilai sosial dan budaya yang kuat. Stasiun Tanggung dikenal sebagai salah satu stasiun tertua dengan arsitektur khas Swiss Chalet, sedangkan Stasiun Kedungjati merupakan bangunan bersejarah yang menjadi bagian penting perkembangan perkeretaapian nasional.

Baca juga: KAI Daop 2 Bandung Siapkan Diskon Tiket 30 Persen: Jadwal, Cara Beli, dan Daftar Keretanya

“Jalur ini adalah bagian dari titik awal sejarah perkeretaapian Indonesia. Pelestarian heritage harus berjalan selaras dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya,” tegas Bobby.

Dalam peninjauan lapangan, jajaran manajemen KAI mengevaluasi kondisi stasiun, aset prasarana, serta kebutuhan teknis untuk mendukung proses reaktivasi.

Evaluasi dilakukan secara menyeluruh, mencakup aspek keselamatan, kesiapan infrastruktur, dan potensi pengembangan kawasan berbasis ekonomi lokal serta pariwisata heritage.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda strategis perusahaan dalam mendorong reaktivasi jalur bersejarah yang dinilai memiliki dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar.

Baca juga: KAI Logistik Angkut 1,1 Juta Ton Barang pada Januari 2026, 47 Persen Non Batu Bara

Usai peninjauan, agenda dilanjutkan dengan rapat koordinasi bersama manajemen Daerah Operasi 4 Semarang guna membahas kesiapan operasional, penguatan keselamatan perjalanan kereta api, serta langkah antisipasi menghadapi periode Angkutan Lebaran 2026.

“Keselamatan menjadi prioritas utama. Setiap pengembangan jalur harus disertai standar operasional yang ketat agar masyarakat memperoleh layanan transportasi yang aman, nyaman, dan berkelanjutan,” ujar Bobby.

Melalui reaktivasi jalur Kedungjati–Tanggung, KAI menegaskan komitmennya dalam menghadirkan transportasi berbasis rel yang tidak hanya memperkuat konektivitas wilayah, tetapi juga menghidupkan kembali jalur tertua sebagai bagian dari identitas sejarah perkeretaapian nasional dan penggerak ekonomi lokal.

Baca juga: Mudik Gratis KAI 2026 Resmi Dibuka 13 Februari, 480 Tiket Jakarta–Semarang Siap Dipesan

Tag:  #menghidupkan #jalur #tertua #nusantara #visi #strategis #dalam #reaktivasi #kedungjatitanggung

KOMENTAR