Perbedaan Valentine dan White Day: Hari Kasih Sayang yang Serupa tapi Tak Sama
Ilustrasi Valentine dan White Day. (ChatGPT)
12:54
13 Februari 2026

Perbedaan Valentine dan White Day: Hari Kasih Sayang yang Serupa tapi Tak Sama

Baca 10 detik
  • Valentine dan White Day sama-sama dikenal sebagai Hari Kasih Sayang untuk merayakan cinta dan perhatian.
  • Meski terlihat mirip, keduanya memiliki perbedaan jelas dari segi asal-usul hingga tradisi perayaannya.
  • Artikel ini membahas perbedaan Valentine dan White Day serta alasan keduanya sering dianggap sama.

Valentine dan White Day sama-sama dikenal sebagai Hari Kasih Sayang yang menjadi momen untuk merayakan kasih sayang.

Namun meski terlihat serupa, keduanya memiliki perbedaan yang cukup jelas dari segi asal-usul hingga tradisinya.

Lantas, apa sebenarnya perbedaan Valentine dan White Day, dan mengapa keduanya sering dianggap sama oleh banyak orang?

Berikut penjelasan lengkap mengenai perbedaan Valentine dan White Day yang serupa tapi tak sama.

Perbedaan Valentine dan White Day

Ilustrasi Valentine (Freepik) PerbesarIlustrasi Valentine (Freepik)

Ada beberapa perbedaan yang cukup jelas antara Valentine dan White Day. Berikut ulasan tentang perbedaan tersebut:

1. Sejarah dan Tanggal Perayaan

Valentine atau Valentine's Day dikenal sebagai hari kasih sayang yang dirayakan pada tanggal 14 Februari setiap tahunnya.

Perayaan ini berakar dari tradisi Barat yang berhubungan dengan kisah Santo Valentine serta ekspresi cinta romantis. Baru kemudian menyebar secara global.

Valentine diadaptasi ke dalam banyak budaya hingga menjadi momen untuk menunjukkan kasih sayang lewat kartu, bunga, dan hadiah kepada orang-orang terkasih.

Berbeda dengan Valentine, White Day adalah tradisi yang jauh lebih modern dan pertama kali muncul di Jepang pada tahun 1978 sebagai hari balasan bagi mereka yang menerima hadiah saat Valentine.

Konsep ini diciptakan oleh asosiasi industri permen Jepang sebagai kesempatan bagi penerima hadiah Valentine untuk memberi kembali secara formal satu bulan setelahnya, yaitu setiap tanggal 14 Maret.

Tradisi White Day kemudian menyebar ke beberapa negara Asia lainnya, seperti Korea Selatan, Taiwan, dan China, meskipun tidak sedunia seperti Valentine.

White Day dalam beberapa budaya menjadi salah satu bagian dari siklus pemberian hadiah romantis yang khas di Asia Timur.

Sejarah kedua perayaan ini menunjukkan bagaimana budaya lokal dapat mengadaptasi dan memperluas makna Hari Kasih Sayang yang awalnya berasal dari tradisi Barat.

Perbedaan asal usul inilah yang membuat Valentine dan White Day memiliki konteks sejarah yang unik masing-masing.

Ilustrasi apa itu White Day. (Pixabay/pixel2013) PerbesarIlustrasi  White Day. (Pixabay/pixel2013)

2. Tradisi Perayaannya

Pada perayaan Valentine, tradisi utama adalah mengekspresikan cinta dan kasih sayang kepada pasangan, teman, atau keluarga dengan memberi hadiah, kartu ucapan, dan merayakan dengan kegiatan romantis atau makan bersama.

Perayaan ini sering kali bersifat saling memberi tanpa aturan ketat soal siapa yang memberi terlebih dahulu.

Di beberapa negara Asia seperti Jepang atau Korea, tradisi Valentine agak berbeda karena umumnya wanita memberikan cokelat atau hadiah terlebih dahulu kepada pria.

Ini bisa berupa cokelat untuk pasangan ataupun cokelat "giri-choco" untuk teman dan rekan kerja sebagai bentuk sopan santun sosial.

White Day kemudian terjadi satu bulan setelah Valentine dan tradisinya berfokus pada pria yang memberi hadiah balasan kepada wanita yang telah memberi mereka hadiah sebelumnya.

Dalam beberapa budaya, ada ekspektasi tidak tertulis bahwa hadiah White Day harus memiliki nilai yang lebih besar sebagai tanda rasa terima kasih dan keseriusan perasaan.

Tradisi perayaan ini menunjukkan bagaimana kedua hari tersebut saling melengkapi dalam konteks budaya tertentu, yakni Valentine membuka kesempatan memberi kasih sayang, dan White Day memberikan kesempatan untuk membalasnya sesuai norma sosial setempat.

3. Kado yang Diberikan

Kado pada Valentine bisa sangat bervariasi, mulai dari cokelat, bunga, kartu ucapan, hingga hadiah romantis lainnya.

Di banyak negara Barat dan Asia, hadiah tidak memiliki aturan ketat, sehingga baik pria maupun wanita bisa saling bertukar hadiah.

Namun di Jepang dan beberapa negara Asia, tradisi Valentine biasanya mengutamakan pemberian cokelat dari wanita kepada pria, termasuk cokelat buatan sendiri atau yang dibeli sebagai tanda kasih sayang.

Pada White Day, hadiah khas yang diberikan sering memiliki tema warna putih, seperti white chocolate, marshmallow, atau permen putih, meskipun kini bisa berkembang menjadi perhiasan, bunga, atau aksesori lainnya sesuai selera.

Beberapa budaya menganut aturan sanbai gaeshi, yaitu kado balasan sebaiknya dua sampai tiga kali lebih bernilai dari hadiah yang diterima.

Perbedaan jenis dan aturan pemberian kado ini mencerminkan bagaimana kedua perayaan tersebut memiliki makna simbolis berbeda terkait persepsi cinta, rasa terima kasih, dan ekspresi kasih sayang antar pasangan ataupun teman.

Editor: Nur Khotimah

Tag:  #perbedaan #valentine #white #hari #kasih #sayang #yang #serupa #tapi #sama

KOMENTAR