Penjaminan Jamkrindo 2025 Tembus Rp 214,73 T, Jangkau 4,90 Juta UMKM
PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) mencatat total volume penjaminan sebesar Rp 214,73 triliun sepanjang 2025.
Realisasi penjaminan tersebut menjangkau 4,90 juta usaha mikro, kecil, dan menengah serta koperasi (UMKM-K).
Usaha yang dijamin Jamkrindo turut menyerap sekitar 6 juta tenaga kerja di berbagai sektor.
Baca juga: Jamkrindo Syariah Gandeng PUI, Perkuat Kapasitas Penjaminan Proyek Besar
Ilustrasi PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo).
Capaian ini disebut mencerminkan kontribusi perusahaan dalam mendukung penguatan perekonomian nasional melalui perluasan akses pembiayaan dan keberlanjutan UMKM-K.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Jamkrindo Abdul Bari mengatakan, penjaminan memiliki peran sebagai jembatan bagi pelaku UMKM-K yang layak secara usaha namun masih menghadapi keterbatasan agunan dan akses pembiayaan.
“Kinerja penjaminan Jamkrindo pada tahun 2025 menunjukkan kontribusi nyata bagi peran penting Jamkrindo dalam memperluas akses pembiayaan dan memperkuat sektor produktif,” ujar Abdul Bari dalam keterangan tertulis, Jumat (13/2/2026).
Menurut dia, keberadaan Jamkrindo tidak hanya memperkuat kepercayaan lembaga keuangan dalam menyalurkan pembiayaan, tetapi juga memperkuat ekosistem pembiayaan nasional agar lebih inklusif dan berkelanjutan.
Baca juga: Jamkrindo Jamin 577.454 UMKM di Jateng-DIY, Nilainya Rp 35,8 Triliun
Abdul menambahkan, capaian tersebut mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menjalankan mandat sebagai mitra strategis UMKM-K serta bagian dari upaya memperkuat ekonomi kerakyatan.
Melalui penjaminan, Jamkrindo mendorong agar UMKM-K tidak hanya memperoleh pembiayaan, tetapi juga meningkatkan kapasitas usaha, memperluas pasar, dan tumbuh lebih bankable.
Dalam pelaksanaannya, Jamkrindo menyediakan penjaminan program pemerintah seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta penjaminan non-program yang mendukung sektor produktif dan berbagai kegiatan usaha lainnya.
Ilustrasi UMKM kuliner.
Selain memperluas akses pembiayaan, Jamkrindo juga melakukan pendampingan dan penguatan kapasitas UMKM-K.
Baca juga: Jamkrindo Catat Laba Sebelum Pajak Rp 1,28 Triliun
Pendekatan tersebut mencakup peningkatan kemampuan manajerial, pengelolaan produksi, pemasaran, serta tata kelola usaha.
Perusahaan menyebut, penguatan kapasitas menjadi bagian dalam membangun portofolio UMKM-K yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kualitas pembiayaan yang disalurkan lembaga keuangan.
Ke depan, imbuh Abdul, Jamkrindo akan memperkuat sinergi dengan perbankan, lembaga keuangan, pemerintah pusat dan daerah, serta pemangku kepentingan lainnya guna memperluas jangkauan penjaminan.
Perusahaan juga menyiapkan inovasi produk dan layanan, termasuk penguatan transformasi digital untuk meningkatkan kecepatan layanan, efisiensi proses, dan kualitas pengelolaan risiko.
Baca juga: Jamkrindo Perkuat Ekosistem Penjaminan Proyek Pemda
Di luar penjaminan kredit, Jamkrindo memiliki produk penjaminan langsung berupa surety bond dan kontra bank garansi.
Pemanfaatan kedua produk tersebut telah diatur dalam prosedur pengadaan barang dan jasa pemerintah sesuai ketentuan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).
“Melalui layanan penjaminan surety bond berkomitmen mendukung terciptanya ekosistem usaha yang sehat, transparan, dan akuntabel,” ujar Abdul.
Sebagai perusahaan penjaminan yang tergabung dalam holding Indonesia Financial Group (IFG), Jamkrindo memiliki berbagai produk penjaminan program maupun non-program.
Baca juga: 2,7 Juta UMKM Dijamin Jamkrindo hingga Semester I 2025
Pada penjaminan program, Jamkrindo memiliki produk penjaminan KUR.
Sementara untuk non-program, produk yang tersedia antara lain penjaminan kredit umum, penjaminan kredit mikro, penjaminan bank garansi, penjaminan kredit konstruksi dan pengadaan barang/jasa, penjaminan distribusi barang, surety bond, customs bond, penjaminan supply chain financing (invoice financing), serta penjaminan kredit lainnya.
Tag: #penjaminan #jamkrindo #2025 #tembus #21473 #jangkau #juta #umkm