Pandu Sjahrir: Moodys Hanya Minta Kejelasan Arah Kebijakan Pemerintah
Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir. [Suara.com/Achmad Fauzi].
07:37
11 Februari 2026

Pandu Sjahrir: Moodys Hanya Minta Kejelasan Arah Kebijakan Pemerintah

Baca 10 detik
  • CIO BPI Danantara, Pandu Sjahrir, merespons Moody's mengubah prospek utang negara dari stabil menjadi negatif.
  • Menurut Pandu, Moody's hanya menuntut transparansi terkait kebijakan pemerintah Indonesia saat ini.
  • Pandu menekankan pentingnya komunikasi terpadu pemerintah untuk menjelaskan pencapaian ekonomi Indonesia kepada lembaga pemeringkat.

Chief Investment Officer (CIO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Pandu Sjahrir, merespon alarm lembaga pemeringkat Moody's yang mengubah peringkat utang negara dari stabil menjadi negatif.

Pandu menilai, keputusan itu harusnya bisa ditangani dengan komunikasi. Ia menegaskan, faktualnya lembaga pemeringkat tersebut hanya ingin keterbukaan dari kebijakan pemerintah saat ini.

"Sementara itu, yang pada dasarnya disampaikan Moody’s adalah soal komunikasi. Mereka ingin kejelasan, sebenarnya apa yang ingin kita lakukan? Sesederhana itu," ujar Pandu seusai diskusi China Conference: Southeast Asia (CCSEA) 2026 di Hotel St. Regis, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Pandu yang juga mantan Bos Emiten TOBA ini menuturkan, meski klarifikasi itu tugas Kementerian Keuangan, tapi Danantara tetap punya andil untuk ikut dalam komunikasi dengan Moody's.

Moody's Rating PerbesarMoody's Rating

"Moody’s Ratings itu, kan nanti baliknya juga nanti dari Kemenkeu, mungkin juga danantara diajak ngomong. Dan ada beberapa institusi yang akan diajak berbicara, ya tentu harus di-follow up dengan baik, yang tadi saya bicarakan di dalam. Kita nih komunikasi sebagai satu, karena kita satu Indonesia," imbuhnya.

Pandu melanjutkan, fundamental ekonomi Indonesia sebenarnya sudah kuat, hanya saja kurang terdengar oleh global. Maka dari itu, pemerintah harus terus pamer ke negara lain tentang pencapaian yang diraih selama ini.

"Terus terang, ini juga menjadi salah satu kelemahan kita, termasuk saya mungkin. Kita jarang keluar untuk menceritakan kisah kita sendiri. Padahal kita harus mampu menyampaikan cerita itu dengan baik," bebernya.

Pandu menegaskan, penilaian peringkat RI tidak hanya berhenti pada tiga lembaga tersebut, tetapi juga pemeringkat lainnya seperti Fitch hingga S&P.

"Hal ini juga penting karena dalam waktu dekat Fitch akan datang, kemungkinan bulan depan, begitu juga dengan S&P. Tugas kita sederhana, yakni mampu berkomunikasi dengan baik karena sebenarnya kita memiliki banyak cerita positif untuk disampaikan," pungkas Pandu.

Editor: Achmad Fauzi

Tag:  #pandu #sjahrir #moodys #hanya #minta #kejelasan #arah #kebijakan #pemerintah

KOMENTAR