Dua Taipan Kuasai Industri Ayam, Pemerintah Bangun Peternakan Rp 20 T
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat ditemui awak media di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Selasa (10/2/2026).(KOMPAS.com/Syakirun Ni'am)
05:44
11 Februari 2026

Dua Taipan Kuasai Industri Ayam, Pemerintah Bangun Peternakan Rp 20 T

- Pemerintah memutuskan menggelontorkan proyek peternakan ayam terintegrasi ke Danantara untuk mengimbangi dua perusahaan besar yang mendominasi industri ayam dan telur.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menjelaskan, proyek peternakan ayam yang dibangun nantinya akan menyuplai kebutuhan day old chicken (DOC) atau bibit ayam para peternak kecil.

“Pemerintah di hulu sebagai stabilisator,” kata Amran saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Baca juga: Amran: 2 Taipan Kuasai 70 Persen Perputaran Industri Ayam dan Telur

Pemerintah merasa harus mengambil peran tersebut karena sudah berkali-kali mendapati peternak skala kecil kesulitan mendapatkan DOC dengan harga terjangkau.

Akhirnya rantai industri peternakan ayam dan telur terus mengalami keributan, termasuk antara produsen DOC dan peternak sehingga berdampak pada kenaikan harga telur serta daging ayam.

Melihat situasi ini, pemerintah ingin harga DOC bagi peternak, telur, dan daging ayam stabil dengan cara mengintervensi bagian hulu rantai produksi dengan cara membangun pabrik DOC, vaksin, dan pakan.

“Di hulu di mana? Pakan, vaksin, dan DOC. Tanpa itu tidak mungkin. Sampai kiamat pun kita ribut dengan konsumen dan produsen. Jadi dua-dua berteriak nih,” ujar Amran.

Menurutnya, keributan itu akan terus terjadi meskipun Indonesia telah mencapai swasembada telur dan daging ayam.

Amran menceritakan, pada satu waktu ia mendapati peternak menjerit karena produsen menaikkan harga DOC hingga 30 persen.

Ia lalu mengancam pengusaha tersebut untuk menurunkan harga jual DOC dengan ancaman mencabut izin impor. “Kalau kamu tidak turunkan, aku setop impormu, impor DOC,” tutur Amran.

Peran BUMN dalam Rantai Produksi

Situasi akan beredar jika pemerintah melalui BUMN terlibat dalam rantai produksi telur dan daging ayam di hulu.

Sebab, BUMN lebih bisa dikendalikan dibanding pengusaha swasta.

Jajaran direksi perusahaan pelat merah tidak akan berani menentang kebijakan pemerintah dengan menaikkan harga DOC maupun pakan.

“Kenapa BUMN kita libatkan? Kalau BUMN-nya macam-macam, kita copot. Sederhana kan? Bener enggak? Jadi nanti bergeraknya BUMN di hulu,” kata Amran.

“Ini pemerintah tidak mungkin macam-macam direksinya, garis komando. Kamu apa namanya, naikkan harga atau menyusahkan peternak, ya dia ditindak," lanjut Amran.

Amran pun membenarkan keterlibatan BUMN dalam rantai industri ayam dan telur itu untuk mengimbangi dua perusahaan besar.

Ilustrasi ayam, peternakan ayam, ternak ayam.PIXABAY/CINDY PARKS Ilustrasi ayam, peternakan ayam, ternak ayam.Pada kesempatan terpisah, Amran menyebut perusahaan itu menguasai 70 persen perputaran uang industri ayam dan telur senilai Rp 554 triliun.

“Ini (industri ayam dan telur) nilainya Rp 554 triliun, 70 persen ini dipegang dua orang,” kata Amran saat mengisi diklat Persatuan Wartawan Indonesia di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Pertahanan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (30/1/2026).

Ia enggan mengungkap nama kedua perusahaan itu. Namun, mereka menguasai produksi pakan, pembibitan ayam, hingga produksi daging ayam potong.

Ketimpangan di pasar itu membuat peternak kecil sulit bertahan dan kerap dihadapkan pada biaya produksi yang mahal.

“Ayam, dua orang yang pegang, oh ini kapitalis kita peternak dihajar. Bukan kita benci mereka, tapi jangan masuk di sektor rakyat kecil, ekonomi orang kecil. Dua orang yang pegang ini,” tutur Amran.

Untuk mengimbangi dominasi dua perusahaan tersebut, pemerintah akan membangun 12 pabrik DOC, vaksin, dan pakan pada tahap awal.

Sementara tahap kedua mencakup 30 pabrik. “Kenapa? Ini yang membuat berat peternak kita, daya kuasanya dua orang saja,” ucapnya.

Baca juga: Ketika Bisnis Ayam Goreng Menjamur di Inggris

Tag:  #taipan #kuasai #industri #ayam #pemerintah #bangun #peternakan

KOMENTAR