BRI Targetkan Rp8 Triliun Penyaluran Kredit Perumahan Tahun 2026
Logo BRI. [BRI]
07:32
10 Februari 2026

BRI Targetkan Rp8 Triliun Penyaluran Kredit Perumahan Tahun 2026

Baca 10 detik
  • BRI menargetkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor perumahan sebesar Rp8 triliun pada tahun 2026.
  • Target tersebut disampaikan Direktur Utama BRI, Hery Gunardy, usai rapat dengan Menteri PKP di Jakarta Pusat.
  • Pemerintah mengalokasikan dana KUR perumahan sebesar Rp130 triliun, di luar anggaran KUR UMKM Rp300 triliun.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menargetkan penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) di sektor perumahan mencapai Rp8 triliun pada 2026.

Target tersebut disampaikan Direktur Utama BRI, Hery Gunardy, usai rapat bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait di Jakarta Pusat, Senin (9/2/2026).

“Kita target KUR perumahan tahun ini mencapai Rp8 triliun,” ucap Hery.

Hery mengatakan, BRI telah menyiapkan strategi agar target penyaluran KUR perumahan tersebut dapat terealisasi sepenuhnya. Salah satu andalan BRI adalah jaringan kantor cabang yang tersebar luas hingga ke wilayah pedesaan.

Menurut dia, keberadaan kantor cabang BRI di berbagai daerah menjadi modal utama untuk memperluas jangkauan pembiayaan sektor perumahan, termasuk menyasar pelaku usaha di tingkat lokal.

Selain itu, BRI juga akan memaksimalkan strategi penawaran produk KUR perumahan kepada nasabah yang telah memiliki rekening di BRI melalui skema cross selling.

Foto udara kompleks perumahan KPR subsidi di Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Senin (17/11/2025). [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc] PerbesarIlustrasi kompleks perumahan KPR subsidi . [ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc]

“Organisasi BRI itu kan besar. Ada kantor pusat, ada regional office, ada area office, dan juga ada cabang-cabang. Ya nanti dari sebagian nasabah yang ada di masing-masing cabang ini kan bisa cross selling,” sebutnya.

Hery menambahkan, jaringan BRI yang telah menjangkau perdesaan dinilai memudahkan bank pelat merah tersebut dalam mengejar target penyaluran KUR perumahan hingga Rp8 triliun.

“Nanti di sekitar daerah sekitar sana, di perdesaan, karena BRI ini ada di perdesaan, jadi lebih mudah gitu untuk menjangkau target yang Rp8 triliun,” lanjut Hery.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp130 triliun untuk penyaluran KUR di sektor perumahan. Alokasi tersebut berada di luar anggaran KUR sebesar Rp300 triliun yang disiapkan pemerintah untuk UMKM.

“Angka Rp300 triliun itu tidak termasuk Rp130 triliun yang (KUR sektor) perumahan,” ujar Airlangga kepada awak media di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin (17/11/2025).

Pada tahap awal, Airlangga berharap perbankan dapat menyalurkan KUR perumahan kepada UMKM yang bergerak di sektor usaha perumahan sebesar Rp28 triliun pada kuartal I 2026.

Seiring dengan alokasi KUR khusus sektor perumahan tersebut, pengaturan terkait penjaminan kredit UMKM perumahan akan dibahas lebih lanjut oleh PT Asuransi Kredit Indonesia dan Perum Jamkrindo bersama perbankan.

“Kemudian juga kami dorong untuk kegiatan-kegiatan yang terkait dengan penjaminan KUR, baik itu oleh Askrindo, Jamkrindo, itu mereka minta untuk setiap program, ada perbedaan fee-nya, itu untuk dibahas secara business to business antara perbankan dengan Jamkrindo, Askrindo,” lanjut Airlangga.

Editor: Dythia Novianty

Tag:  #targetkan #triliun #penyaluran #kredit #perumahan #tahun #2026

KOMENTAR