Harga Emas Bergejolak, Menkeu AS Singgung Spekulasi di China
Ilustrasi emas, harga emas. Harga emas dunia. (PEXELS/MICHAEL STEINBERG)
07:44
9 Februari 2026

Harga Emas Bergejolak, Menkeu AS Singgung Spekulasi di China

– Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent menyoroti aktivitas perdagangan di China sebagai salah satu penyebab gejolak tajam harga emas dunia dalam sepekan terakhir.

Bessent mengatakan, pergerakan harga emas menunjukkan kondisi yang tidak biasa di pasar China.

“Soal pergerakan emas, situasinya menjadi sedikit tidak terkendali di China. Mereka harus memperketat persyaratan margin. Jadi menurut saya, emas terlihat seperti lonjakan spekulatif klasik,” ujar Bessent dalam wawancara dengan Fox News, dikutip Senin (9/2/2026).

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian 9 Februari 2026, Cek Rinciannya

Pernyataan itu disampaikan Bessent saat menanggapi reli harga logam mulia yang sempat mencetak rekor.

Kenaikan harga emas didorong oleh pembelian spekulatif, gejolak geopolitik, serta kekhawatiran terhadap independensi Federal Reserve (The Fed). Namun, reli tersebut berbalik arah secara tiba-tiba pada pekan lalu.

Dollar AS Menguat, Dow Jones Tembus 50.000

Dikutip dari Bloomberg, Senin (9/2/2026), gejolak di pasar emas turut berdampak pada pergerakan aset lain. Kondisi tersebut membantu mendorong dollar AS mencatat kenaikan mingguan pertamanya sejak awal Januari.

Pada saat yang sama, indeks Dow Jones Industrial Average menembus level 50.000 untuk pertama kalinya. Pencapaian ini mencerminkan optimisme investor terhadap prospek ekonomi AS dan kinerja laba perusahaan.

Baca juga: Harga Emas Dunia Kembali Tembus 5.000 Dollar AS Usai Insiden Drone Iran

Menjelang pemilihan paruh waktu (midterm elections) pada November, Bessent menyebut rekor Dow Jones sebagai bukti bahwa ekonomi AS sedang menuju siklus kenaikan yang akan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

The Fed Diperkirakan Bertindak Hati-hati

Terkait kebijakan moneter, Bessent memperkirakan Federal Reserve (The Fed) akan bergerak secara hati-hati dalam upaya memangkas neracanya.

“Saya tidak memperkirakan mereka akan melakukan sesuatu dengan cepat,” kata Bessent.

“Mereka telah beralih ke kebijakan rezim likuiditas yang memadai (ample-regime policy), dan itu memang membutuhkan neraca yang lebih besar. Jadi saya kira mereka kemungkinan akan menunggu dan setidaknya membutuhkan waktu satu tahun untuk memutuskan apa yang ingin mereka lakukan,” jelas dia.

Menurut Bessent, perubahan kebijakan tersebut memerlukan pertimbangan matang dan tidak akan dilakukan secara tergesa-gesa.

Baca juga: Di Platform Mana Beli Emas Digital yang Paling Aman? Ini Saran Perencana Keuangan

Sorotan terhadap Calon Ketua The Fed

Bessent juga menyinggung Kevin Warsh, calon yang diajukan Presiden Donald Trump untuk menjadi ketua Federal Reserve berikutnya.

Ia mengatakan, Warsh akan sangat independen, tetapi tetap menyadari bahwa The Fed bertanggung jawab kepada rakyat Amerika.

Dalam sidang Senat pada Kamis, Bessent menyampaikan kepada anggota parlemen bahwa keputusan untuk menggugat Warsh akan menjadi kewenangan Trump, apabila Warsh tidak menurunkan suku bunga sesuai preferensi presiden.

Saat didesak Senator Elizabeth Warren, Bessent menjelaskan bahwa pernyataan tersebut berawal dari candaan Trump.

Ia membela kualifikasi Warsh dan menegaskan bahwa Trump mengharapkan calon pimpinan The Fed sejalan dengan pandangannya mengenai suku bunga.

Tag:  #harga #emas #bergejolak #menkeu #singgung #spekulasi #china

KOMENTAR