BSN Catat Pembiayaan Tumbuh 25,02 Persen, Sektor Perumahan Jadi Motor
Bank Syariah Nasional (BSN) menegaskan penguatan peran developer sebagai mitra utama dalam ekosistem pembiayaan perumahan syariah melalui penyelenggaraan Developer Gathering 2026 di Bandung, Jumat (6/2/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis perseroan dalam memperkuat kontribusi sektor properti terhadap pertumbuhan bisnis, sekaligus mendukung program perumahan nasional.
Direktur Utama BSN Alex Sofjan Noor mengatakan developer memiliki posisi krusial dalam mendorong ekspansi pembiayaan perumahan syariah yang berkelanjutan.
Baca juga: Simak, Keuntungan dan Kekurangan KPR Syariah
Ilustrasi Bank Syariah Nasional.
Oleh karena itu, BSN mengambil inisiatif untuk menjadikan developer sebagai mitra strategis utama melalui pendekatan kolaboratif yang lebih intensif.
“Developer adalah ujung tombak industri perumahan. Melalui Developer Gathering ini, kami ingin memperkuat kemitraan strategis sekaligus memberikan apresiasi kepada para developer yang selama ini berkontribusi besar terhadap pertumbuhan bisnis BSN,” kata Alex dalam keterangan tertulis, Senin (9/2/2026).
Dalam kegiatan yang dihadiri 79 developer mitra BSN di Jawa Barat tersebut, Alex memaparkan kinerja positif BSN sepanjang 2025.
Perseroan mencatatkan pertumbuhan aset sekitar 20,51 persen dan pertumbuhan pembiayaan sekitar 25,02 persen secara tahunan (year-on-year).
Baca juga: Perbedaan KPR Konvensional dan KPR Syariah yang Harus Dipahami
“Capaian ini tidak terlepas dari kolaborasi yang solid antara BSN dan para mitra developer. Sektor perumahan menjadi salah satu motor utama pertumbuhan pembiayaan kami,” tegasnya.
Hingga akhir 2025, BSN telah memperkuat jaringan layanan dengan 118 outlet perbankan yang terdiri atas 36 kantor cabang dan 82 kantor cabang pembantu. Jaringan tersebut juga didukung oleh 589 Kantor Layanan Syariah di berbagai wilayah Indonesia.
Alex menjelaskan, Developer Gathering 2026 dilaksanakan di empat kota, yakni Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Semarang. Keempat kota tersebut menjadi pilot project karena kontribusinya yang signifikan terhadap kinerja pembiayaan perumahan BSN.
Ilustrasi pejuang KPR.
“Empat kota ini memiliki volume transaksi, pertumbuhan proyek, dan kontribusi pembiayaan yang besar terhadap bisnis BSN. Dampaknya nyata, baik terhadap pertumbuhan pembiayaan konsumer maupun kualitas portofolio. Kemarin di Jakarta dan hari ini di kota Bandung,” jelas Alex.
Baca juga: BTN Sediakan KPR Syariah, Jangka Waktu hingga 30 Tahun
Ke depan, BSN memastikan program Developer Gathering akan terus dilanjutkan dan diperluas ke kota-kota lain sebagai bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun ekosistem pembiayaan perumahan syariah secara end-to-end, mulai dari pembiayaan lahan, konstruksi, hingga kepemilikan rumah oleh masyarakat.
Sementara itu, Direktur Consumer Banking BSN Mochamad Yut Penta menjelaskan hingga 2025, 98 persen portofolio pembiayaan BSN berada di sektor perumahan, mencerminkan spesialisasi bank syariah tersebut di sektor properti riil.
Dari total portofolio tersebut, 63 persen disalurkan melalui produk KPR subsidi, 31 persen KPR nonsubsidi, dan 4 persen pembiayaan konstruksi.
"Selama lebih dari 20 tahun beroperasi, BSN telah menyalurkan pembiayaan kepada sekitar 450.000 nasabah, baik di segmen konsumer maupun komersial," ujar Penta.
Baca juga: KPR Syariah Dinilai Lebih Menarik Saat Tren Suku Bunga Bank Naik, Benarkah?
Kontribusi BSN terhadap program strategis pemerintah di sektor perumahan juga tercermin dari penyaluran fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP).
Pada 2025, realisasi FLPP nasional mencapai 278.868 unit, dengan BTN Group, yang terdiri dari BTN dan BSN, menguasai hampir 70 persen pangsa penyaluran secara nasional.
Pada kesempatan yang sama, SEVP Chief of Commercial Banking BSN Maqin U Norhadi memaparkan pembiayaan komersial BSN terus mengalami peningkatan seiring akselerasi signifikan ekspansi bisnis perseroan.
Selain itu, segmen pembiayaan komersial lain juga mencatatkan lonjakan yang mencerminkan strategi penyesuaian portofolio BSN dalam memperluas pembiayaan sektor produktif sekaligus menjaga keseimbangan risiko di tengah dinamika dunia usaha.
Baca juga: Minat Beli Rumah Lewat KPR Syariah? Kenali 2 Jenis Akad Berikut
"Total realisasi pembiayaan komersial periode 2020–2025 sebesar Rp 12,39 triliun. Dengan rincian Yasa Griya sebesar Rp 7,93 triliun (64 persen) dan Non Yasa Griya sebesar Rp 4,45 triliun (36 persen)," pungkas Maqin.
Di tengah penguatan tersebut, Alex menegaskan BSN akan terus bergerak membuka peluang bisnis baru yang berkelanjutan dengan tetap berlandaskan prinsip syariah.
Bisnis inti business BSN yang berfokus pada sektor perumahan dinilai selaras dengan konsep Maqashid Syariah karena properti merupakan aktivitas ekonomi riil, produktif, dan non-spekulatif.
Pendekatan ini memperkuat posisi BSN sebagai mitra pembiayaan jangka panjang yang mengedepankan transparansi, kepastian akad, serta kemitraan berkelanjutan dengan nasabah dan pengembang.
Tag: #catat #pembiayaan #tumbuh #2502 #persen #sektor #perumahan #jadi #motor