Warga Iran Mulai Belajar Cara Menembak, Jaga-jaga Lawan AS
- Sejumlah warga Iran belajar menggunakan senapan serbu AK-47, sebagai persiapan jika mereka harus membela negara dari serangan Amerika Serikat.
Selama hampir setengah jam, prajurit Garda Revolusi Iran (IRGC) mendemonstrasikan berbagai jenis amunisi, cara merakit, dan membongkar senapan Kalashnikov menggunakan papan bergambar di Lapangan Haft-e Tir.
Dalam beberapa hari terakhir, pihak berwenang telah mendirikan pos-pos pelatihan militer di seluruh Teheran untuk mengajarkan dasar-dasar penggunaan senjata kepada masyarakat.
Ini merupakan upaya mempersiapkan masyarakat Iran menghadapi kemungkinan kembalinya pertempuran.
Baca juga: Netanyahu Adakan Rapat Membahas Kemungkinan Perang Lagi dengan Iran
Warga Iran antusias ikuti pelatihan
Sejak gencatan senjata 8 April, tak ada lagi serangan AS-Israel, tetapi masih ada kekhawatiran bahwa pertempuran akan kembali dimulai.
"Respons dari masyarakat, baik perempuan maupun laki-laki, sungguh luar biasa. Ini sepenuhnya sukarela," kata prajurit IRGC, Nasser Sadeghi di stan Haft-e Tir, dikutip dari AFP, Selasa (19/5/2026).
Menurutnya, sesi-sesi yang dimulai lebih dari dua minggu lalu tersebut mempersiapkan warga sipil dari semua lapisan masyarakat untuk kembali berperang.
"Tujuannya adalah untuk mempromosikan budaya mati syahid dan membalaskan dendam atas darah pemimpin," jelas dia merujuk pada mendiang pemimpin tertinggi Ali Khamenei yang terbunuh dalam serangan mendadak AS-Israel pada 28 Februari.
Baca juga: Perang Iran Kuras Stok Senjata, NATO Gelar Rapat Darurat
Sejauh ini, pelatihan hanya mencakup penggunaan senapan serbu. Namun, senjata lain juga akan dibawa pelatihan dalam beberapa hari mendatang,
"Tergantung pada apa yang dianggap tepat oleh otoritas yang lebih tinggi," ujarnya.
Para peserta adalah mereka termasuk pria yang hanya memiliki sedikit pelatihan militer sebelumnya, serta wanita yang mengenakan cadar, beberapa di antaranya mengenakan ikat kepala dan gelang bergambar bendera Iran.
Para penonton, termasuk anak-anak dan remaja, juga terlihat berpose untuk foto dengan senapan yang tidak berisi peluru.
Baca juga: Tantang Washington, Iran Ancam Jadikan Teluk Oman Kuburan Kapal Perang AS
Warga ingin balas dendam yang setimpal
Seorang pria berdiri membawa bendera Iran di persimpangan Valiasr Square di Teheran, Senin (6/4/2026). Amerika Serikat dan Iran pada Rabu (8/4/2026) mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu. Respons Negara-negara soal Gencatan Senjata Iran-AS: Sambut Positif dan Desak Perdamaian Abadi
Selama gencatan senjata, Iran dan AS hanya mengadakan satu putaran pembicaraan langsung, yang gagal menghasilkan kesepakatan perdamaian.
Sejak itu, kedua pihak telah bertukar proposal tentang penyelesaian permanen tanpa terobosan.
Pada Senin (18/5/2026), Presiden AS Donald Trump mengatakan, ia berencana melancarkan serangan besar baru terhadap Iran untuk hari berikutnya, tetapi menundanya atas permintaan sekutu-sekutu Teluk yang mendesak agar negosiasi dilanjutkan.
Di Teheran, persiapan untuk kembali berperang terus berlanjut.
"Kita akan dapat menggunakannya melawan agresi musuh jika suatu hari mereka memiliki niat buruk terhadap negeri ini," kata Fardin Abbasi, seorang pegawai pemerintah (40), setelah mengikuti sesi singkat tentang penggunaan Kalashnikov.
Baca juga: Trump Tunda Serangan Besar ke Iran, Turuti Permintaan Negara Teluk
Fatemeh Hossein-Kalantar, seorang ibu rumah tangga (40) mengaku menghadiri pelatihan tersebut karena ingin membalas dendam atas kematian Khamenei.
"Kami membawa anak-anak dan remaja kami agar mereka dapat melihat pelatihan militer, dan setiap kali pemimpin kami, yang lebih kami sayangi daripada hidup kami, memberi perintah, kami semua akan datang ke medan perang," tuturnya.
"Pertempuran harus berlanjut sampai kita membalas dendam yang semestinya atas darah pemimpin kita tercinta," lanjutnya.
Di dekat bilik pelatihan, pos-pos lain menawarkan teh, layanan konseling psikologis, dan dukungan medis, sementara pengeras suara menyiarkan pidato, nyanyian, dan eulogi untuk para komandan militer yang gugur.
Tag: #warga #iran #mulai #belajar #cara #menembak #jaga #jaga #lawan