Bertambah, 7 WNI Ditangkap Israel, 2 Lainnya di Kapal Kasr 1 Sadabat
Juru Bicara Kemenlu Vahd Nabyl Mulachela di kantor Kemenlu, Jakarta, Kamis (30/4/2026).(KOMPAS.com/HARYANTI PUSPA SARI )
21:06
19 Mei 2026

Bertambah, 7 WNI Ditangkap Israel, 2 Lainnya di Kapal Kasr 1 Sadabat

- Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mengatakan, hingga pukul 19.50 WIB, jumlah Warga Negara Indonesia (WNI) anggota Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) yang ditangkap Israel bertambah menjadi 7 orang.

Sementara, 2 WNI lainnya masih berlayar dengan Kapal Kasr 1 Sadabat.

“Dari total 9 WNI anggota Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) yang tergabung dalam misi GSF 2.0, kini sebanyak 7 WNI dilaporkan telah ditangkap. Sementara itu, 2 WNI lainnya diketahui masih berada dalam kapal Kasr 1 Sadabat,” kata Juru Bicara Kemenlu Vahd Nabyl Mulachela, dalam keterangannya, Selasa (19/5/2026).

Nabyl mengatakan, situasi di lapangan masih sangat dinamis.

Baca juga: KSP Sebut 5 WNI Ditangkap Israel, 4 Lainnya Berlayar dalam Kondisi Rawan

Dia mengatakan, kedua WNI yang masih berlayar tersebut tetap berada dalam kondisi rawan dan sewaktu-waktu dapat mengalami intersepsi atau penangkapan oleh militer Israel.

Nabyl mengatakan, Perwakilan RI terkait dalam posisi siaga penuh untuk segera menindaklanjuti setiap perkembangan di lapangan.

“Kementerian Luar Negeri melalui Perwakilan RI akan terus memantau situasi, melakukan verifikasi posisi dan kondisi para WNI, serta menyiapkan langkah-langkah pelindungan yang dibutuhkan,” ucap dia.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mengatakan, total ada 9 Warga Negara Indonesia (WNI) yang bergabung dalam Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) dan melakukan konvoi kapal menuju Gaza dalam misi kemanusiaan.

Baca juga: 5 WNI Ditangkap Israel, Pemerintah Siapkan Langkah Pelindungan

Dari jumlah tersebut, 5 WNI ditangkap militer Israel, dan 4 WNI lainnya masih berlayar di dua kapal berbeda.

“Berdasarkan informasi per pagi ini, dari total 9 WNI anggota Global Peace Convoy Indonesia atau GPCI yang tergabung dalam misi GSF 2.0, sebanyak 5 WNI dilaporkan telah ditangkap oleh militer Israel di sekitar Perairan Siprus atau Mediterania Timur. Sementara itu, 4 WNI lainnya yang berada di 2 kapal berbeda diketahui masih berlayar di sekitar Perairan Siprus,” kata Juru Bicara Kemenlu Yvonne Mewengkang dalam keterangannya, Selasa (19/5/2026).

Yvonne mengatakan, sehubungan dengan hal tersebut, Kemlu melakukan koordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, KBRI Roma, KBRI Aman, dan KJRI Istanbul, serta menyiapkan langkah-langkah antisipatif.

“Langkah antisipatif seperti penerbitan SPLP apabila paspor WNI disita serta dukungan medis apabila diperlukan,” ujar dia.

Baca juga: Pimpinan MPR Desak Pemerintah Selamatkan WNI dan Jurnalis yang Ditahan Israel

Yvonne mengatakan, Perwakilan RI juga melakukan pendekatan kepada otoritas setempat guna memastikan akses transit dan proses kepulangan WNI dapat berjalan tanpa hambatan keimigrasian.

Dia menekankan, Kemenlu mengutuk keras tindakan militer Israel yang mencegat sejumlah kapal dan melakukan penangkapan terhadap relawan WNI dalam misi kemanusiaan tersebut.

“Kementerian Luar Negeri mengutuk keras tindakan militer Israel yang mencegat sejumlah kapal dan menangkap relawan WNI yang tergabung dalam rompongan misi kemanusiaan International Global Sumud Flotilla atau GSF 2.0 di sekitar perairan Siprus, Mediterania Timur,” ucap dia.

Tag:  #bertambah #ditangkap #israel #lainnya #kapal #kasr #sadabat

KOMENTAR