Apa Itu Free Float? Mengulas Istilah Pasar Saham Wajib Diketahui Investor
Arsip (sebagai ilustrasi)-IHSG melompat signifikan ke level 8.047, menguat 124 poin atau 1,57% pada Sesi I Selasa (3/2/2026). Pergerakan ini terbilang impresif mengingat IHSG sempat terseok di jalur merah pada pembukaan pagi tadi di level 7.888. Foto Rina-Suara.com
12:28
8 Februari 2026

Apa Itu Free Float? Mengulas Istilah Pasar Saham Wajib Diketahui Investor

Pernahkah Anda mendengar istilah "Free Float" saat sedang membaca berita ekonomi atau memantau aplikasi investasi? Bagi investor pemula, istilah ini mungkin terdengar teknis, namun sebenarnya free float adalah salah satu indikator paling krusial untuk menilai seberapa likuid sebuah saham di pasar modal.

Mari kita bedah apa itu free float ?

Apa Itu Free Float Saham?

Secara sederhana, Free Float adalah jumlah saham suatu perusahaan yang tersedia untuk diperdagangkan oleh masyarakat umum di bursa efek.

Tidak semua saham yang diterbitkan oleh perusahaan bisa dibeli bebas oleh investor ritel seperti kita. Sebagian saham biasanya digenggam erat oleh pengendali perusahaan, pendiri, atau pemerintah (dalam kasus BUMN) sebagai saham strategis yang tidak untuk dijual dalam jangka pendek.

Jadi, rumusnya kira-kira seperti ini:

Total Saham Beredar - Saham Milik Pengendali/Promotor = Saham Free Float

Mengapa Free Float Itu Penting?

Ada tiga alasan utama mengapa Anda harus memperhatikan persentase free float sebelum menekan tombol "beli":

1. Likuiditas Pasar

Semakin besar persentase free float, biasanya semakin likuid saham tersebut. Likuid artinya banyak orang yang menjual dan membeli, sehingga Anda tidak akan kesulitan jika ingin mencairkan saham menjadi uang tunai secara cepat.

2. Stabilitas Harga

Saham dengan free float yang sangat kecil (sering disebut saham "nyangkut" atau "saham gorengan") cenderung lebih mudah dimanipulasi harganya.

Karena jumlah barang di pasar sedikit, seorang pemodal besar (bandar) bisa dengan mudah menaikkan atau menurunkan harga hanya dengan modal yang relatif kecil.

3. Bobot dalam Indeks

Bursa Efek Indonesia (BEI) menggunakan metode Free Float Adjusted Index. Artinya, pengaruh sebuah perusahaan terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditentukan oleh jumlah saham yang beredar di publik, bukan total seluruh sahamnya.

Contoh Sederhana

Misalkan PT Maju Jaya memiliki total 1 miliar lembar saham.

  • Pendiri perusahaan memegang 700 juta lembar (70%) sebagai komitmen jangka panjang.
  • Sisanya, yaitu 300 juta lembar (30%), dilepas ke pasar modal untuk dibeli masyarakat.

Maka, nilai free float PT Maju Jaya adalah 30%. Jika angka ini terlalu kecil (misalnya di bawah 7,5% sesuai aturan minimal BEI), maka saham tersebut dianggap kurang likuid dan berisiko bagi investor ritel.

Memahami free float membantu Anda menghindari jebakan saham yang harganya tampak murah namun sulit dijual kembali. Sebagai investor cerdas, pilihlah saham dengan fundamental kuat dan persentase free float yang sehat agar portofolio Anda tetap fleksibel.

Kontributor : Rizqi Amalia

Editor: M Nurhadi

Tag:  #free #float #mengulas #istilah #pasar #saham #wajib #diketahui #investor

KOMENTAR