Strategi Alfamart Jaga Stok Selama Ramadhan dan Lebaran
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk atau Alfamart memastikan kesiapan pasokan barang kebutuhan masyarakat selama Ramadhan dan Lebaran 2026.
Direktur Corporate Affairs Alfamart Solihin menyebut peritel memahami Lebaran bukan peristiwa mendadak. Pengalaman panjang membuat pelaku usaha tahu pola kebutuhan saat permintaan mencapai puncak.
“Pada dasarnya peritel punya pengalaman yang cukup. Kami tahu betul barang-barang apa saja yang dibutuhkan pada masa peak season seperti Ramadhan dan Lebaran,” ujar Solihin di Alam Sutra, Tangerang Selatan, Kamis (29/1/2026).
Baca juga: Alfamart Buka 1.081 Gerai Baru Sepanjang 2025
Solihin menjelaskan, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan rutin mengundang asosiasi dan pelaku ritel menjelang momen besar. Tujuannya memastikan ketersediaan barang tetap terjaga.
Sebagai Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia, Solihin menyebut peritel telah diingatkan agar tidak terjadi kelangkaan saat kebutuhan masyarakat meningkat. Persiapan dilakukan jauh hari sebelum Ramadhan.
Langkah antisipasi mencakup penambahan kapasitas penyimpanan. Lonjakan permintaan pada hari besar keagamaan sudah menjadi bagian dari perencanaan rutin peritel.
“Sudah diwanti-wanti jangan sampai saat Lebaran masyarakat membutuhkan barang, tapi barangnya tidak ada. Bahkan ada peritel yang sampai menyewa tempat tambahan untuk menampung stok, terutama di lokasi-lokasi strategis seperti rest area,” katanya.
Solihin menambahkan, periode Ramadhan dan mudik Lebaran sering diikuti kendala distribusi. Pembatasan operasional angkutan di sejumlah wilayah membuat peritel memilih jalur aman dengan menambah fasilitas penyimpanan.
“Kami menyewa kontainer untuk mempersiapkan barang dagangan, karena kami tahu rest area saat Ramadhan dan Lebaran pasti sangat ramai,” ucap Solihin.
Ia mengakui masih ada komoditas yang berpotensi menipis. Air minum dalam kemasan menjadi contoh yang kerap mengalami tekanan stok.
“Yang paling sering itu air mineral. Kadang masih bisa tipis, tapi kita sudah antisipasi dengan pengalaman sebelumnya. Ya mudah-mudahan tahun ini, kita tak kekurangan. Seperti itu, semangatnya,” tegas dia.
Setiap memasuki Ramadhan hingga puncak Lebaran, kebutuhan masyarakat cenderung meningkat. Pola konsumsi berubah seiring aktivitas berbuka puasa, sahur, mudik, dan silaturahmi keluarga.
Permintaan bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, daging, serta makanan dan minuman siap saji biasanya melonjak dibandingkan hari biasa.
Lonjakan tersebut kerap memberi tekanan pada rantai pasok, terutama menjelang Idul Fitri. Pembatasan angkutan, tingginya mobilitas masyarakat, dan penumpukan permintaan dalam waktu singkat memengaruhi ketersediaan barang di pasar.
Situasi ini membuat harga sejumlah komoditas pangan berpotensi naik, meski pasokan nasional dinilai cukup. Faktor musiman seperti cuaca, biaya logistik, dan ongkos produksi ikut memengaruhi pergerakan harga.
Tag: #strategi #alfamart #jaga #stok #selama #ramadhan #lebaran